Bab 12

1166 Words

“Tapi kita perlu latihan lebih banyak.” Kania belum sempat membalas ucapan Gio ketika laki-laki itu sudah memiringkan kepalanya sedikit, jarak di antara mereka kembali menghilang. Kening mereka masih bersentuhan, dan dari dekat seperti ini, Kania bisa merasakan denyut halus dari tubuh Gio, seolah jantung mereka berdetak dalam tempo yang sama. “Latihan, ya?” ucap Kania, mencoba terdengar santai walau suaranya bergetar. “Hm,” jawab Gio singkat, bibirnya melengkung tipis. “Biar kamu benar-benar tahu rasanya.” Sebelum Kania sempat berpikir, bibir Gio kembali menemukan bibirnya. Kali ini lebih dalam. Tidak terburu-buru, tapi juga tidak sekadar menyentuh. Gerakannya mengalir mendorong perlahan, lalu menarik sedikit, memberi ruang bagi Kania untuk mengikutinya. Awalnya Kania hanya mengikuti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD