Bab 48

1198 Words

Di ruangan Papa Surya, aroma kayu jati bercampur dengan wangi kopi hitam sisa pagi tadi. Udara dari pendingin ruangan membuat suasana sejuk, namun bagi Gio, rasanya tetap menyesakkan. Ruangan luas itu penuh dengan piagam penghargaan, sertifikat, dan foto-foto Papa Surya yang berjejer rapi di dinding. Di atas meja besar yang mengkilap, berkas-berkas laporan keuangan menumpuk, menggambarkan betapa sibuk dan besarnya bisnis keluarga mereka. Jonathan duduk di kursi kebanggaan ayahnya, postur tubuhnya tegap, wajah serius, seperti mencerminkan calon pemimpin sejati. Jari-jarinya lincah mengetik, membuka laporan satu demi satu di layar komputer. Sementara Gio berdiri di belakangnya, tampak gelisah, sesekali memainkan cincin di jarinya, seolah ingin lari dari suasana ini. “Nih kamu lihat, Gi,”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD