bc

GENANLEANA

book_age12+
5
FOLLOW
1K
READ
others
drama
tragedy
sweet
humorous
heavy
like
intro-logo
Blurb

—Kalau suka perjuangin, jangan cuma nunggu, percuma

Leana, Gadis lugu yang mnjadi korban atas kebutaan cintanya terhadap Genandra Alvarez, lelaki yang menjabat sebagai Ketua basket dan volly di SMA VERLANGGA,sekaligus bendahara dari salah satu geng motor ternama di jakarta, Ravogos.

berawal dari MOS, Leana memiliki perasaan untuk Genan. menurutnya Genan memiliki daya tarik yang berbeda dari yang lainya.

Leana pikir, Genan akan membalas perasaannya, setimpal dengan perjuangan yang ia lakukan selama ini.

Namun, apa jadinya jika Genan lebih memilih untuk menjalin hubungan dengan orang yang benar benar ia cintai?

di sisi lain, ada seseorang yang diam diam menyimpan perasaan kepada Leana sejak lama.

dan di balik itu semua, Masa lalu kembali hadir, ingin membalaskan dendam yang belum usai terbalaskan.

akankah mereka dapat bersatu?, atau berpisah oleh takdir?

chap-preview
Free preview
01 ; awal dari segalanya
✧・゚: *✧・゚:* "Sekarang gue tanya sama lo, KENAPA LO SELALU GANGGU HUBUNGAN GUE SAMA HAURA? JAWAB!! " Bentak lelaki itu kepada gadis di depannya Kepala gadis itu semakin menunduk dalam menatap tanah. "Kan aku udah bilang, Aku suka sama kamu Genan, emang salah ya, lagian aku juga nggak sengaja tadi,maaf.." Ucap gadis itu sambil memberanikan diri mengangkat pandangannya menatap mata Genan. Genan berdecak sebal. " Udah berapa kali gue bilang sama lo, gue-enggak-suka-sama-lo Leana!! Masih kurang jelas??" Ucap genan sembari menekankan kata di akhir kalimatnya. Leana mencoba untuk tetap tersenyum. "Aku tau kamu cuma belum suka sama aku, tapi, jangan pernah paksa aku buat berhenti dapetin kamu Nan,aku nggak bisa" Ucap Leana yang masih disertai dengan senyuman manisnya. Genan menatap Leana datar. "Gue nggak peduli, sekali lagi gue liat lo ganggu hubungan gue sama Haura, lo bakal Terima akibatnya" Tangkas genan lalu melenggang pergi meninggalkan Leana. Leana tersenyum kecut. " Semudah itu Haura bisa dapetin kamu, tanpa berjuang sama kayak aku Nan" ✧・゚: *✧・゚:* Leana berjalan menyusuri koridor dengan membawa kotak bekal berwarna biru di tangannya. Hari ini ia sengaja bangun pagi untuk membuatkan Nasi goreng buatannya untuk Genan,seperti biasanya. "NANAAAAA!!!!!! " Teriakan melengking memasuki indra pendengaran Leana. Terlihat seorang gadis berambut coklat berlari menghampirinya dengan tergopoh gopoh. "Lo gue panggil ngapa kagak noleh sih budegg..", Meyra berbicara sambil menetralkan nafasnya yang tersengal sengal akibat berlari mengejar Leana. Leana meringis tak berdosa sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. " nggak denger, hehe" Meyra mendengus. "Emang dasarnya budeg apa gimana si lo Na?, Mikirin apa hah, sampe sampe suara gue yang kayak toa gini kagak mempan di telinga lo itu!? " Leana mengerucutkan bibirnya, "aku nggak budeg tau, emang kagak denger aja" "Sama aja dodol! " Meyra menggeram tertahan, Namun matanya beralih pada kotak bekal yang dibawa Leana. "Buat siapa Na? Genan? ", tebaknya. Leana mengangguk. Meyra berdecak, " Ck, ngapain lagi sih lo masih aja bawain dia makanan kayak gituan, lo sendiri tau kan dia nggak bakal makan makanan dari lo, Mubadzir tau Na", Meyra mengomel, ia sudah geram melihat perilaku Genan yang sama sekali tak pernah menghargai pemberian dari Leana. "Enggak papa Mey, setidaknya Genan masih nerima pemberian dari aku,lagian aku ikhlas kok ngasih makanan ini buat dia", balas Leana sambil tersenyum, membuat Meyra rasanya ingin menjedotkan kepala Leana ke tembok. " Serah lo deh, mau gue anter? ", tawar Meyra. Leana menggeleng, " Enggak usah Mey, aku bisa sen—" "Ck,ikut aja," Sebelum Leana menyelesaikan ucapanya, Meyra sudah terlebih dahulu menarik tangan Leana menuju kelas Genan. Leana hanya bisa pasrah mengikuti langkah Meyra di depannya. ✧・゚: *✧・゚:* Suasana Kelas XI ips 3 sangat ramai tak terkendali, mata Meyra menjelajahi seisi kelas, dan terhenti kala melihat seseorang yang ia cari. Genan, lelaki itu tengah duduk sambil memainkan ponselnya di sudut ruangan kelas bersama teman temanya. "Noh, itu Genannya, cepet kasih bekalnya, gue tunggu di sini", Ucapnya sambil mendorong bahu sahabatnya. Leana mengangguk lalu berjalan memasuki kelas, menghampiri Genan dengan jantung berdebar tak keruan. "Nan, Cewek lo dateng tuh", Agam menyenggol lengan Genan yang masih fokus dengan ponselnya. Atensi Genan teralihkan, kemudian menatap sosok yang tengah tersenyum manis di hadapannya. Cewek ini lagi, batinnya. Genan mengangkat satu alisnya, tak ingin berbasa basi. Leana menyodorkan kotak bekal yang ia bawa ke hadapan Genan. " Buat kamu Nan, dimakan ya" Genan melirik sekilas kotak bekal itu lalu menyenggol lengan Agam di sampingnya. "Buat lo Gam, gue nggak laper" "Ngikk!!, lo laper juga nggak lo makan Nan,siniin Na makanannya, biar babang Agam yang makan", Agam mengambil alih kotak yang disodorkan Leana untuk Genan. " Lain kali, gausah repot repot bawain beginian buat si Genan ya, mubadzir, kasian lo nya udah buatin susah susah enggak dia makan, anjing emang!!" Sambung Agam yang dihadiahi lirikan tajam oleh Genan. "Ampun bos",cicitnya pelan. Leana mengangguk, tersenyum kecut melihat respon Genan yang diberikan padanya. Genan bangkit dari duduknya, lalu menatap Leana datar. "Besok besok gausah bawain makanan buat gue, gue masih mampu beli makanan sendiri, bukan kayak pengemis yang tiap hari nerima makanan dari lo!!", Ucapnya sarkas lalu berjalan pergi meninggalkan kelasnya. Leana menundukkan kepalanya, berusaha tetap tenang. Ia berjalan keluar kelas Genan langkah gontai. " Loh Na? Bekalnya udah dikasih?, kok tadi gue liat Genan malah keluar kelas?" Tanya Meyra bertubi tubi setelah Leana keluar dari kelas Genan. Leana menjawab dengan anggukan kecil. "Ayo ke kelas", Ajaknya sembari menggandeng tangan Meyra berjalan menuju kelasnya, meninggalkan tanda tanya di benak Meyra. ✧・゚: *✧・゚:* " Nan? Kok kesini? ", Tanya Haura kalau melihat Genan masuk ke kelasnya dan mendudukan diri di sampingnya. " Nemuin pacar sendiri, ga boleh hm?", Goda Genan sambil menaik turunkan alisnya. Haura tergelak, "ya boleh boleh aja, tapi kan ini udah mau masuk, ntar kamu di hukum gimana ha? " "Biasa", Genan menyenderkan kepalanya di bahu Haura, lalu memejamkan matanya perlahan. " Ngantuk", ucapnya. Haura merubah posisinya menjadi agak ke samping agar Genan merasa lebih nyaman, tangannya bergerak mengusap pelan rambut tebal milik kekasihnya itu. "Tidur aja, ntar kalau udah bel,aku bangunin" Genan menjawab dengan deheman. Tak lama kemudian, Leana dan Meyra memasuki kelas, mata Leana menangkap Genan yang tengah tertidur nyaman di bahu Haura. For your information, Leana, Meyra dan Haura, berada dalam satu kelas yang sama, kelas XI IPS 4,Sedangkan Genan dan ketiga temannya berada di kelas XI IPS 3. Meyra menepuk bahu Leana, mengisyaratkan agar gadis itu duduk di bangkunya dan mengabaikan pemandangan di depan mereka. Leana menurut dan melanjutkan langkahnya menuju bangkunya yang berada di antara dua bangku pojok paling belakang. Ia berpura pura fokus pada tumpukan buku sejarah di depannya, meski matanya tak berhenti menatap dia insan yang tengah bermesraan itu. Genan sebenarnya menyadari kehadiran Leana sejak tadi, namun, ia enggan untuk bangkit dari posisinya saat ini. Ia justru lebih menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Haura, mencari posisi ternyamanya disana. "Sabar Na, gaboleh nangis cuma gara gara masalah sepele kayak gini", batin Leana menguatkan dirinya, meski air mata sudah menumpuk di pelupuk matanya yang ia tutupi dengan buku di genggamannya. Haura yang melihat interaksi Leana hanya tersenyum kemenangan. " Rasain lo, dasar cewek ganjen" ✧・゚: *✧・゚:*

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Babysitting The Hockey Star's Niece for Christmas

read
1.8K
bc

Desired By The Hockey Captain Alpha

read
6.8K
bc

The Grey Wolves Series Books 1-6

read
379.2K
bc

Claimed By My Stepbrother (Cadell Security Series)

read
529.6K
bc

The Prince's Rejected Mate

read
554.0K
bc

The Last Royal Luna

read
106.9K
bc

My Stepbrothers Forced Me to Call Them Daddies

read
20.9K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook