Bab.26 Ujian Pertama Di Pesantren Al-Rifki

1548 Words

Sore itu, udara di pesantren Al-Rifki terasa sejuk. Angin berhembus pelan, menebarkan aroma tanah dan pepohonan yang baru saja diguyur hujan. Burung-burung bertengger di pucuk pohon mangga tua di halaman depan, sementara beberapa santri putri sedang membersihkan area taman dengan sapu lidi. Dari kejauhan, mobil hitam berhenti di depan gerbang utama. Seorang wanita paruh baya turun dari mobil, mengenakan gamis biru tua dan kerudung senada. Wajahnya terlihat lelah, namun matanya menyimpan harapan. Ia adalah Ibu Fatimah, wali murid baru yang datang untuk mendaftarkan putrinya — Larashati. Pintu sebelah kiri mobil terbuka. Seorang gadis keluar dengan langkah malas. Rambutnya panjang, berombak, sebagian menutupi wajahnya. Ia memakai hoodie hitam dan celana jeans sobek di lutut, kontras dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD