Bab.28 Larashati Sakit

1515 Words

Sudah tiga hari berlalu. Sejak pagi pertama ia menolak makan, Larashati lebih banyak memejamkan mata, seolah dengan tidur ia bisa melupakan rasa sakit di dadanya yang kian menekan. Tubuhnya yang dulu selalu tampak segar kini mulai lemah, pipinya pucat, bibirnya kering, dan suara lembutnya nyaris tak terdengar ketika neneng, salah satu pengurus asrama, mencoba membujuknya. “Laras, ayo makan,” kata Neneng dengan nada cemas. “Nanti sakitnya makin parah.” Namun Larashati hanya menggeleng pelan. “Saya nggak mau, Teh... saya cuma mau makan kalau Ustadz Rafa yang nemenin saya.” Kalimat itu begitu lirih, tapi cukup membuat semua guru yang mendengarnya saling pandang tak tenang. Berita itu akhirnya sampai juga ke telinga kepala pesantren, yaitu Ustadz Rafa sendiri, dengan hati - hati disampaikan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD