Berdebat di rumah makan

1713 Words

"Dipta! Kita pulang sekarang yuk! Aku bosan di sini. Makanan tidak ada, aku sudah lapar sekali," rengek Viona. "Iya," jawab Axel singkat, mengiyakan ajakan Viona. Padahal aku masih mau di sini. Di sini bebas mau melakukan apa saja. Tidak ada yang menggerebek. Mau sekeras apa pun suara, tidak ada yang mengganggu, sungut Axel. "Dipta! Ayo, pulang! Kenapa kamu malah melamun?" desak Viona. "Iya, bawel!" gerutu Axel, beranjak dari tempatnya. "Kamu yang bawa mobil!" Viona memberikan kunci mobilnya. "Kamu saja! Kepalaku masih pusing," tolak Axel. "Terserah!" ketus Viona, berjalan mendahului Axel. Tenang Xel, wanita selalu benar. Dari pada membuat dia kesal, lebih baik aku saja yang mengendarainya, batin Axel, berlari mengejar Viona. "Mana kuncinya?" Axel menengadahkan telapak tangannya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD