Pelukan hangat Axel.

1310 Words

Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Saat semua orang sudah tertidur lelap mengarungi mimpi panjang mereka. Dua sejoli yang sudah satu minggu ini berjauhan akhirnya melepaskan kerinduan mereka. Obrolan hangat tercipta, Axel yang biasanya bicara dengan nada dingin dan datar kini mulai bisa menguranginya. Tapi, sesekali kata-kata dingin itu masih keluar, jika Viona bicara angkuh dan sombong. "Besok kita ke rumah orang tuaku. Kamu mau kan?" ajak Axel, mengusap tangan Viona lembut. "Ke rumah Om Pradipta? Apa tidak apa-apa?" tanya Viona, setelah mengetahuinya muncul rasa takut dalam hati wanita berusia 25 tahun itu. "Kenapa bertanya seperti itu? Tentu saja tidak apa-apa. Memangnya orang tuaku kenapa?" tanya Axel, bingung dengan pertanyaan sang istri. "Aku hanya takut saja. Ini kan kali

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD