Viona duduk di atas tempat tidurnya, setelah pulang dari rumah barunya, perut Viona terasa sakit dan mual. Axel yang melihat Viona sedikit pendiam merasa penasaran. "Kamu sakit?" tanya Axel. "Menurut kamu?" Bukannya menjawab, Viona malah bertanya balik dengan menampilkan mimik kesalnya. "Kalau sakit minum obat," sahut Axel melangkah keluar kamarnya. Viona mendengus kesal, penyesalan tiba-tiba saja muncul di benaknya. Dasar pria dingin, melihat istri sakit bukannya perhatian, malah pergi begitu saja. Apa dia tidak punya perikemanusiaan dan keadilan? Batin Viona. Axel berdiri di taman belakang rumah Viona, setelah melihat keadaan sekitar, Axel mengambil ponselnya dan langsung menghubungi sang Papa. "Ada apa Xel? Tumben malam-malam telepon?" tanya Papa Axel. "Pa, gadis itu membeli rum

