Part 6

661 Words
Untuk lima detik lamanya mereka saling memandang tanpa ada satu pun di antara mereka yang hendak mengalihkan tatapannya. Tersadar dari hipnotis wajah pria di hadapannya tidak butuh waktu lama bagi Ananta untuk menyadarkan dirinya dan mendorong tubuh Chris Josepha kuat-kuat. Alhasil bokongnya benar-benar mencium lantai keramik yang mengilap itu. Ananta meringis kesakitan. Rasa nyeri pada bokongnya begitu terasa. Dan semua ini terjadi gara-gara Chris Josepha! Suara dengusan sukses terdengar di telinga Ananta. Menyadarkan dirinya akan sosok yang masih berdiri tegak di hadapannya dengan kedua tangannya yang telah berada di dalam saku celana. "Kamu tidak berubah. Padahal sudah berapa lama ya kita tidak berjumpa?" sindir Chris Josepha. “Sepuluh tahun?” Ananta menarik napas panjang untuk menahan emosinya untuk tidak mencakar ataupun menampar pipi mulus pria itu. Sebab hati kecilnya sudah ingin sekali melakukannya sejak sepuluh tahun yang lalu atas perbuatan yang telah dilakukannya terhadap dirinya. Tapi sayangnya Ananta sudah melatih dirinya untuk tidak melakukan hal itu. Ia melatih dirinya untuk menahan emosi apapun situasinya. "Entahlah," jawab Ananta seraya bangkit berdiri lalu merapikan gaunnya. "Dan terima kasih atas pujiannya. Tidak berubah bukankah itu artinya aku masih cantik dan muda seperti dulu. Tidak seperti dirimu yang tampaknya sudah bertambah tua. Bukan begitu Chris?" dengusnya. Bukannya marah Chris malahan tertawa. Tidak tahukah Ananta jika ia begitu merindukan perempuan ini? Untunglah kali ini Tuhan sedang berbaik hati kepadanya. Melalui reuni yang dicetuskan oleh Gisella dua bulan yang lalu maka tercipta-lah acara ini. Dimana akhirnya ia bisa kembali bertemu dengan Ananta setelah sepuluh tahun lamanya mereka tidak bertemu. Yang mengejutkan lagi meski sudah berlalu selama sepuluh tahun berlalu. Kecantikan Ananta tetap sama. Kulitnya yang putih tetap terawat dengan baik menambah nilai seksi di mata Chris. Matanya yang bulat dihiasi bulu mata yang lentik menambah nilai plus. Belum lagi hidung dan bibirnya yang tipis dihiasi makeup tipis membuat kecantikan di wajah Ananta semakin bertambah diiringi kedewasaan yang melebur menjadi satu. Bahkan tubuhnya tidak berubah. Tetap langsing seperti sepuluh tahun yang lalu. Hanya saja d**a dan bokongnya yang tampak padat berisi dari sepuluh tahun yang lalu membuat decak kagum di hati Chris. Sangat berbeda dengan Gisella atau teman seangkatannya yang telah menikah. Berat tubuhnya hampir dua kali lipat berat mereka dari yang dulu. Pantas saja banyak suami-suami mereka yang berselingkuh! Tapi Ananta berbeda. Dia tetap menarik di mata Chris meski usia mereka telah bertambah sepuluh tahun. Pesonanya tidak memudar dilekang waktu. Padahal perempuan itu tidak memakai pakaian atau pun perhiasan bermerk. "Sepuluh tahun bukanlah waktu yang sebentar, Ananta. Bahkan perlu waktu sepuluh tahun sampai akhirnya aku bisa bertemu kembali denganmu. Dimana kamu bersembunyi selama ini?" ejek Chris. "Rasanya aku tidak perlu menjawabnya. Toh di mana aku tinggal selama ini bukanlah urusanmu. Sebaiknya aku pergi. Acara akan segera dimulai," kilah Ananta hendak meninggalkan Chris tanpa menunggu jawaban dari pria tersebut. Namun, siapa sangka jika tangan pria itu lebih cepat menangkap pergelangan tangannya sehingga langkahnya tertahan. Alhasil Ananta langsung menatap wajah Chris dengan dingin. Tidak terima akan perlakuan yang baru saja diterimanya. "Lepaskan tanganku!" pekik Ananta. Bukannya melepaskan cengkeraman tersebut, sebaliknya Chris menarik tubuh Ananta kuat-kuat sehingga tubuh wanita itu mendekati tubuhnya. Selanjutnya Chris tersenyum kecil. Senyum yang sama dengan senyum yang dilihatnya sepuluh tahun yang lalu di malam terkutuk itu. Senyum sinis yang tidak mampu Ananta lupakan hingga detik ini. Bahkan sampai membuat dirinya terus menerus memimpikan malam terkutuk ini selama beberapa tahun! Tanpa diduga Chris memajukan wajahnya. Menghilangkan jarak diantara wajah mereka perlahan-lahan. Dari jarak sedekat itu Chris mampu mencium aroma jeruk dari parfum yang dipakai oleh perempuan itu. Sama seperti sepuluh tahun yang lalu. Di sisi lain ketika Ananta melihat tindakan itu, lekas- lekas ia membuang wajahnya. Ditempatnya Chris menyeringai kemudian melanjutkan gerakannya dan berhenti tepat di telinga Ananta. Kemudian ia membuka bibirnya. "Dimana kamu bersembunyi selama ini? Dan di mana kamu menyembunyikan anakku?" bisiknya tepat di telinga Ananta. Saat itulah tubuh Ananta menegang. Jantungnya berdegup cepat. Keringat dingin mulai melingkupi tubuhnya. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa pria itu tahu!? Bukankah selama 10 tahun ini ia begitu hati-hati menutupi keberadaan Joana? Lalu dari mana dia tahu perihal anaknya? ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD