Chapter 31

1258 Words

Zee tersenyum canggung mendengar perkataan Regan. Dia mengendikkan bahunya dan berpura-pura biasa saja agar tidak terlalu kentara bahwa sekarang jantungnya sedang menggila. “Well, memang, kita sudah menikah, ‘kan?” Zee mencoba tersenyum kecil. Astaga! Dia sadar dia terlihat bodoh di hadapan Regan sekarang. Regan tidak menanggapi ucapan Zee, dia memilih untuk mengalihkan wajahnya dari Zee untuk melihat suasana tengah malam itu di luar. “Langitnya sedang bagus, kamu ingin keluar?” tanya Regan. Zee mengikuti arah pandang Regan. Dia mengangguk. Zee bangkit dari duduknya dan terlebih dahulu duduk di kursi balkon dengan secangkir teh hangat di tangannya. Zee terkejut ketika tiba-tiba Regan menyampirkan selimut ke pundaknya dan melilitkannya sampai menutupi tubuh Zee. “Angin malam sangat ding

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD