“Regan?” Regan menghela napas dan melepas jasnya. “Hm. I’m fine.” Regan membalikkan badannya dan menangkap tatapan khawatir dari Zee yang sangat terlihat jelas. Hal itu membuat Regan tersenyum kecil. “Shall we go home?” Zee mendekat ke arah Regan dan menyuruh Regan mengalungkan lengannya ke sekitar leher dan pundak Zee. “Tidak, kita ke rumah sakit. And I’ll drive.” Astaga, padahal saat tadi datang ke pesta ini, Regan terlihat baik-baik saja. Zee tentu saja sangat terkejut bahwa Regan sedang sakit sekarang. “Tidak, Zee, aku tidak mau.” Regan menengadahkan kepalanya karena pusing yang sangat amat. “Kita langsung pulang saja.” Zee melirik Regan sebal. Bahkan di saat dia sakit saja Regan masih sangat menyebalkan. “Kamu yakin? Aku tidak mau tanggungjawab jika kamu kenapa-napa nanti,” ujar Z

