Langsung Aku Lamar

1125 Words

"Kapan-kapan, Ma. Aku pasti kenalkan pada Mama kalau waktunya tepat," balas Alvito beralasan. Padahal, dia sendiri belum siap jika orang tuanya akan memisahkan dia dengan Sachiko yang sudah mulai mengisi ruang kosong di hatinya. "Mama mau secepatnya! Kalau kamu tidak serius dengan pacarmu itu, putuskan saja!" tegas Mama Klarika. Dia tetap keras kepala ingin bertemu wanita pilihan putranya. Alvito menghela napas, kedua tangan itu menyentuh lengan orang tuanya. Di dalam cahaya yang tidak terlalu terang, Alvito merendahkan tubuh hingga wajah sejajar dengan wanita yang sudah melahirkannya. "Ma, pacarku sibuk. Dia juga punya pekerjaan, jadi tak bisa seenaknya mengajak bertemu," kilah Alvito. Dia tetap menyayangi Mamanya walaupun sifat wanita paruh baya itu sedikit menyebalkan di mata orang l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD