Merasakan ada hembusan napas hangat di kulitnya, tentu saja membuat Sachiko bergidik. "Kalau ga' suka mana mungkin aku terima, kocak banget kamu tuh," cicitnya membalas ucapan Alvito. Dia menyelimuti kepala menggunakan penutup jaket agar tidak diisengin oleh kekasih barunya. "Cie... udah mulai berani suka sama aku, emang ga' takut sama Mamaku yang katanya galak itu?" kelakar Alvito bermaksud menggoda. Tapi, justru ditanggapi berbeda oleh Sachiko. Wanita berusia dua puluh satu tahun itu segera menjaga jarak dengan Alvito. "Putus aja, yuk? Daripada kita buang-buang waktu buat pacaran tapi nanti ujung-ujungnya Mama kamu ga' kasih restu." Alvito segera menarik kekasihnya lagi. Dan memeluk dari belakang agar lebih hangat. "Bercanda, Chi. Gitu amat tanggepinnya. Mamaku ga' sejahat itu juga ka

