Suasana kantor dinas pertanian dan peternakan pagi itu mendadak heboh, apalagi di ruang penyuluh peternakan, ruangan tempat Esih dan Anggie yang kini di penuhi beberapa pegawai wanita yang ikut panik. "Kayaknya mau melahirkan, Sih." Kata seorang pegawai wanita senior. "Belum waktunya, mbak." Protes Esih. Namun pegawai senior itu menggeleng. "Anak pertama, bisa kapan aja. Apalagi pendarahan gini, takutnya bahaya. Langsung aja kerumah sakit." "Nggak ke bidan aja, mbak?" Esih menawar. Seniornya menggeleng. " Kita nggak tahu kamu itu pendarahan atau gimana, takutnya ada apa-apa. Lagian rumah sakit dekat sini. Askesnya dibawa semua kan?" Tanyanya lagi, membuat Esih mengangguk. "Ada bawa, kok." "Siapa yang anter ke rumah sakit? Edo nggak DL, kan?" Lanjut wanita itu lagi. "Bang Edo lagi

