15 B Pinjam motor Mas Raihan

822 Words

Menjelang siang, setelah memastikan semua pasien selesai ditangani, barulah Raihan beranjak menuju poli kebidanan. Namun belum sempat ia masuk, Anggie sudah duduk termenung sendirian di ruang tunggu depan poli kebidanan. Raihan tersenyum melihat gadis itu dan memutuskan mendekat. "Kenanga?" Ia menyentuh bahu gadis itu dengan lembut. Anggie menoleh. Matanya basah. "Ada apa?" Tanya Raihan yang baru pertama kali melihat Anggie menangis. "Mbak Esih pendarahan tadi pagi. Sekarang lagi persiapan operasi. Suaminya masih di jalan, nggak ada siapa-siapa. Anggie cemas, tapi nggak dibolehin masuk." Raihan mendesah lega. Ia cemas sesuatu terjadi pada Anggie, walau akhirnya gadis itu baik-baik saja. Hanya tangannya tampak terluka. Raihan meraih lengan Anggie dan memeriksanya. "Ini kenapa?" Tanyany

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD