Tak ada yang menjawab pertanyaan Maira. Semuanya seolah bungkam dengan pikiran masing-masing. Sampai pada akhirnya Arman memecah keheningan. "Sudah selesai?" tanya Arman, dengan sengaja meletakkan tangannya di pinggang Maira. Melihat sikap romantis Arman, kedua orang tua Maira saling berpandangan. Mereka berdua kembali teringat dengan kejadian kemarin, saat mereka dengan sengaja menaruh sesuatu di makanan dan minuman Maira. "Sudah, kenapa kalian diam?" tanya Maira. ''Ada apa?" Sambungnya lagi. "Tidak ada apa-apa. Kami hanya membahas rencana pernikahan Dania saja," jawab Ilham, berusaha bersikap biasa saja. Mulut Maira membulat membentuk huruf 'O' tanpa mengeluarkan suara. "Kenapa datang nggak bilang-bilang Mai? Dari mana kalian?" tanya sang ayah. "Dari bayar cicilan, Yah," jawab Ma

