Baru saja selesai makan, Maira meminta pulang ke rumah orang tuanya. Mendengar itu, sontak saja membuat Arman terkejut bukan main. Arman takut, kejadian tadi yang membuat Maira berpikiran seperti itu. Minta dipulangkan, lalu hubungan mereka akan berakhir. "Kita langsung pulang ke rumah saja!" tolak Arman, dirinya benar-benar takut kehilangan sosok Maira. "Loh, kenapa ke rumah? Aku mau ke rumah orang tuaku! Apa aku tidak boleh ke sana? Ingat ya Pak, dalam perjanjian kita dulu, tidak ada larangan untuk hal ini!" Maira berdiri, suara kerasnya membuat beberapa pengunjung resto menoleh ke arah dirinya dan juga Arman. "Mai, duduk dulu! Malu dilihat orang," ucap Arman, melirik sekitar. Sadar dirinya jadi pusat perhatian pengunjung lain. Maira gegas menghempaskan tubuhnya, kembali duduk. "Kal

