"Arman?" Mendengar namanya dipanggil, Arman sontak saja menoleh. Wajahnya terlihat datar, tanpa ekspresi apapun saat menatap seseorang yang kini menatapnya penuh rindu. "Kamu Arman kan?" tanya seseorang itu, mendekat. "Iya, ada apa Bel?" tanya Arman, ternyata mengenalinya. "Tidak ada apa-apa. Aku cuma terkejut saja, tidak menyangka bisa bertemu kamu di sini. Kamu apa kabar? Boleh aku duduk?" tanya seseorang yang bernama Bella. Belum sempat Arman menolak atau mengiyakan. Wanita itu sudah lebih dulu menarik kursi di sampingnya. "Lama tidak bertemu Man. Aku kira kamu tidak di sini lagi. Oh iya, kamu sendirian?" tanya wanita itu, terus bicara tanpa henti. "Tidak, aku berdua," jawab Arman, malas sekali meladeni lawan bicaranya. "Oh iya? Mana teman kamu? Kamu sudah pesan makanan?" tany

