Tawaran kerja

1032 Words

Hari ini, Arman bersiap pergi ke pusat kota. Berhubung cicilan motor Maira sudah memasuki jatuh tempo. Tanpa memberitahukannya pada terlebih dahulu. "Tumben pagi-pagi sudah rapi. Mau ke mana? Biasanya juga tidak serapi ini kalau ke kandang. Aneh!" sindir Maira, berdiri di ambang pintu kamar. Arman menoleh. Walaupun Maira belum mengatakan kata cinta atau mengakui perasaan pada dirinya, tapi Arman bisa mengetahui isi hati istrinya itu. Terbukti dengan sindiran Maira kali ini. Dari kata-kata yang terucap, Arman tau, jika Maira tengah mencurigainya. "Aneh bagaimana? Rapi salah, tidak rapi juga salah," sahut Arman, enggan memberitahu tujuannya. "Terserah kamu saja! Mau rapi kek, nggak kek, terserah! Kalau perlu, pakai minyak wangi satu ember sekalian. Biar kandang ayam wangi semuanya," ket

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD