Walaupun curiga, Maira hanya bisa mengiyakan saja. Tidak mungkin dirinya menahan atau melarang kepulangan kedua orang tuanya. Terlebih saat ini keduanya mengatakan sedang berurusan masalah toko, mata pencarian mereka. Dengan dibantu Arman, Maira berjalan menuju teras mengantar kedua orang tuanya. Sebuah senyum tak pernah lepas dari wajah keduanya. Seakan menyimpan sebuah rahasia yang hanya keduanya saja yang mengetahuinya. "Hati-hati di jalan Yah, Bu! Kalau sudah di toko atau di rumah, kabari aku!" ucap Maira. Mobil mulai melaju pelan meninggalkan halaman rumah Arman. Sepeninggal kedua orang tuanya, Arman dan Maira masih setia berdiri di teras rumah. Awalnya biasa saja, tapi lama kelamaan, Maira merasa ada yang aneh dengan dirinya sendiri. Beberapa kali ia mengibaskan telapak tangan ke

