Pertama kali

1003 Words

Tanpa mengalihkan pandangannya. Arman menatap lekat wajah sang istri. "Kan aku sudah bilang, kalau pertama kali wajar seperti itu. Kata orang-orang juga begitu. Kalau kita sudah sering melakukannya, nanti juga pasti tidak sakit lagi. Ayah dan ibu tidak mungkin menertawakan kamu. Mereka juga pernah melakukan itu. Dan, ibu juga pasti sudah lebih dulu merasakannya. Mereka pasti paham dan maklum. Kamu tenang saja, sakitnya cuma sebentar, setelah kamu mandi juga sudah mendingan," sahut Arman, mencoba menenangkan Maira. "Bapak yakin?" tanya Maira, kini mulai terpengaruh dengan ucapan Arman. "Tentu saja! Lebih baik kamu mandi sekarang! Ayah dan ibu sudah dalam perjalanan menuju rumah. Apa mau aku bantu mandikan?" tawar Arman, ekspresi wajahnya membuat Maira dengan cepat menggeleng. "Aku mand

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD