"Aku takut sakit. Dari bacaan yang aku baca, setelah melakukan itu akan terasa sangat sakit. Terlebih kalau mau jalan. Sudah seperti orang di sunat," ujar Maira, menunduk malu. Tak dapat menahan dirinya, Arman tertawa terbahak-bahak mendengar alasan Maira. Sebelumnya Arman mengira, Maira masih belum merasa siap untuk melakukannya karena masalah hati. Ternyata semua perkiraannya salah besar. "Bacaan mana yang kamu baca? Kalau sakit itu hal yang biasa, Mai. Namanya juga baru melakukannya," sahut Arman. "Sakit sebentar, lama-lama juga enak dan bikin kamu minta lagi!" bisik Arman, membuat bulu halus Maira berdiri sempurna. Hembusan nafas Arman yang begitu dekat dengan telinganya. Membuat Maira tanpa sadar memejamkan kedua matanya. Melihat kesempatan sedang terpampang di depan mata. Arma

