Satu bulan sudah pernikahan Arman dan Maira berjalan. Tapi, Maira masih belum juga menunaikan kewajibannya sebagai istri. Mengetahui itu, orang tua Maira mulai merasa resah, terlebih sang ibu. Mereka takut, jika Maira terus-terusan begitu, akan membuat Arman merasa tidak nyaman dan malah mencari haknya pada wanita lain. "Bagaimana ini Yah? Masa sih Maira belum juga membuka hatinya?" keluh sang ibu, kala duduk santai berdua di ruang keluarga. "Mau bagaimana lagi Bu? namanya juga menikah dadakan. Sebelum mereka menikah, mereka dua orang yang tidak saling kenal. Maira perlu waktu untuk bisa membuka hatinya," ujar sang ayah, berusaha tidak memojokkan Maira. "Kalau soal itu Ibu paham Yah. Tapi ini bukan hanya masalah hati Maira. Kasihan Arman kalau terus begini. Kapan mereka mau dekat, kala

