05.good bye Mika

1151 Words
Dulu Mika merasa menjadi wanita beruntung karna di cintai banyak orang termasuk seorang Samudra Biru. Perjalanan cintanya cukup menyenangkan,terlebih lagi setelah kehadiran buah hatinya,hari harinya semakin berwarna dan bahagia. namun,segalanya berubah sejak setahun ini,dirinya tak lagi sama,setelah vonis dokter yang mengatakan bahwa dirinya mengidap kanker serviks stadium akhir ,dia terserang Virus papiloma yang berkembang di dinding rahimnya. Tentu saja dia dan keluarga nya terpukul atas berita ini, terlebih lagi ,berat badan Mika yang kian menyusut,dan pucat membuat semua orang merasa prihatin,bagaimana bisa wanita sebaik Mika harus menerima kenyataan pahit yang telah ditentukan takdir untuknya. dokter menganjurkan Mikayla melakukan kemoterapi guna membasmi sel sel kanker yang bersarang dalam dinding rahim wanita itu. meski mereka sudah sama sama tahu,bahwa penyakit nya ini sulit sembuh karna mencapai tingkat keparahan yang akut,namun upaya untuk memperpanjang angka harapan hidup tetap dilakukan,salah satunya ialah kemoterapi. keluarga besar berharap jika kemoterapi yang dilakukannya ini,menjadi keajaiban tersendiri untuk Mika,mereka ingin wanita yang sangat dicintai dalam keluarganya itu sembuh total,meski harapan itu nyatanya hanya sebuah semu. setahun sudah wanita itu menjalankan kemoterapi namun tidak ada perkembangan yang berarti,sakit yang dideritanya masih sama bahkan bertambah. . . . Hari ini,Mika merasakan tubuhnya semakin lemas sejak seminggu lalu,merasakan kesakitan pada organ dalamnya,menyebabkan dia tidak memiliki semangat seperti biasanya,bahkan sejak itu juga,sudah tidak menyiapkan sarapan lagi untuk Sam dan Zee, Mika lebih sering berbaring dibanding beraktivitas, dia juga tidak memiliki selera makan seperti biasanya, hanya makan sekali sehari,tentu saja hal itu membuat Sam dan Zee panik. Mika dilarikan ke RSU PHC Surabaya,karna kesehatannya semakin menurun,kondisinya memburuk dan lebih parahnya dia tidak sadarkan diri Dua hari sudah,namun Mikayla tak kunjung sadar dari tidurnya. Sam cemas, takut sesuatu terjadi pada istrinya,ibu dari Miller putra semata wayangnya,tanpa mengenal rasa lelah,mereka bergantian berjaga dirumah sakit,tentunya mereka membagi waktu untuk Miller juga,waktu terkuras habis sia sia karna pada kenyataannya Mika tetap berada diposisi yang sama dengan mata yang terus terpejam. tidak ada perubahan apapun, kecuali tubuh yang semakin ringkih dan kurus, tersisa hanya kulit dan tulang saja. Zee menatap kakaknya dengan perasaan yang sulit digambarkan, di belainya kulit pucat itu,dirinya merasa miris ,pasti itu sangat menyakitkan,pikirnya. . . . suara tangis diruang VIP pecah dan saling bersahutan, ketika mesin elektrokardiogram itu menampakkan garis lurus di monitor dengan sangat jelas. tidak. detak jantung Mika tidak bekerja lagi sehingga membuat semua fungsi organ tubuhnya ikut berhenti. Tubuh Sam lemas tak berdaya,dia menghampiri istrinya yang sudah terbujur kaku diatas brankar, dia menyentuh tangan istrinya yang dingin,air matanya terus mengalir tanpa jeda ,tak menyangka dirinya benar benar kehilangan Mikayla,orang yang yang selalu menerima keluh kesahnya,dia memeluk erat tubuh istrinya yang sudah tak bernyawa dengan erangan yang menyakitkan. raut wajah kesedihan tercetak jelas di situ,Sam seolah tidak terima ditinggal secepat ini oleh istri tercintanya,padahal harapan untuk bersama lebih lama sangat lah besar,namun apalah daya,Tuhan berkata lain. kini Mikayla tidak lagi merasakan sakit yang amat dalam,dirinya tidak tersiksa oleh penyakit yang terus menggerogoti nya. semua yang berada diruangan itu,menangisi jasad Mika yang telah ditinggalkan oleh ruhnya. . . . setelah kepergian Mikayla,rumah terasa sunyi,Zee si pemalas kini berubah, setiap hari dia bangun pagi lalu membuka jendela kamar kemudian bergegas ke dapur untuk menyiapkan sarapan,tentu saja dia tidak bisa bermalas malasan terus ,mengingat Mika yang sudah tidak lagi disini. Zee juga meninggalkan kebiasaan buruknya pergi ke club,meninggalkan minuman candu seperti Vodka ,wine dan sejenisnya,dirinya berangsur berubah menjadi lebih baik,sekarang dia perduli dengan hidup dan masa depannya. . dia menyesal karna hanya bisa membuat kakaknya itu kerepotan waktu dulu,yang terlintas waktu itu hanyalah hangout dan bersenang senang tanpa memikirkan segala nasihat yang di ucapkan Mika. sekarang dirinya juga cenderung menjadi pendiam dan tidak menyebalkan lagi seperti biasanya,begitupun dengan Sam ,pria itu semakin dingin dan irit bicara. mereka sarapan bersama dalam diam,setelah Zee menyiapkan sarapannya diatas meja, hanya ada suara sendok yang beradu dengan piring,tidak ada lagi perdebatan sengit yang biasanya akan berakhir oleh omelan Mika. tiba tiba Zee merasa dadanya sesak mengingat itu semua,sambil mengunyah makanan,dia menangis. dia menyesal setelah kehilangan Mika,Sam yang menyadari gadis didepannya menangis ,segera menyodorkan sekotak tisu kehadapan gadis itu. tanpa bicara apapun. "thanks"ucapnya singkat yang hanya di angguki oleh Sam,sungguh suasananya berubah seratus persen,ratu dan raja debat kini mendadak menjadi pendiam. . . . "Zee?kamu mau kemana?" suara Rima menyadarkan Zee yang sedang mengemasi barang barangnya kedalam koper. "aku akan pulang kerumah papa,tan" Rumah yang terletak di Royal residence,Wiyung,adalah tempat tinggal Mereka saat kecil,yang kini kosong tak berpenghuni. "bagaimana dengan Sam?"Zeeya menghentikan gerakan nya segera menoleh kearah Rima,tidak paham dengan ucapan ibu dari kakak iparnya. Rima menghampiri gadis itu dan menuntunnya untuk duduk ditepian ranjang "Sam akan sendirian setelah kamu pergi"sambungnya. "tapi aku nggak bisa tinggal disini,tan! hanya berdua dengan kakak ipar,tanpa kak Mika" Rima menghela nafas panjang,seraya mengeluarkan selembar amplop berwarna putih yang terisi lipatan kertas didalamnya. pelan,Zee membuka lipatan kertas itu dan membaca tulisan nya Dear : my Sweety Hai,Zee! how are you?pasti baik baik saja bukan?bagaimana?apa kau masih menjalani hukuman dariku?tentu saja kau harus tetap melakukannya ! ini perintahku,jangan sampai kau melanggarnya!ingat kan apa resikonya jika kau melanggarnya?hahah... zee,aku minta maaf tidak bisa menjadi kakak yang sempurna untukmu,tapi percaya lah aku sangat menyayangimu dan itu ku ungkapkan melalui setiap nasihatku. Jangan pergi dari rumah ya!tetap lah tinggal bersama Sam,dia butuh seseorang untuk membuatnya tetap kuat,yaitu dirimu. mungkin kau tidak menyadarinya ,bahwa perdebatan kalian berdua setiap hari adalah candu untuk kalian sendiri. ketika kalian berjauhan,pasti kalian akan merindukan satu sama lain,percayalah! dan Zee,menikahlah dengan Sam ya? karna ini adalah impian ku setelah tiada,jaga dia dan anakku Miller. maaf,aku tidak menerima penolakan! Zee masih terpaku menatap setiap ukiran pena diatas kertas itu,air matanya tiba tiba luruh tanpa bisa dibendung. "cepatlah kak!aku akan terlambat nanti" "yang akan mengantar mu bukan aku Zee,tapi Sam" "huh ,kenapa pria menyebalkan itu lagi sih kak?"dengkus Zee "pria menyebalkan itu kakak iparmu, jika kau ingat!" "iya iya ibu peri,aku mengerti dia kakak iparku,tapi kau tahu kan aku sangat tidak suka dekat dekat dengannya,apa kau lupa ?" "mulai dari sekarang kau harus terbiasa dekat dengannya,karna tidak selamanya aku berada disisimu terus Zee" "jadi, bisa kah kalian berhenti jadi tom and jerry?suatu saat kalian saling membutuhkan"sambungnya. Zee baru menyadarinya sekarang,selama setahun terakhir ini ,Mika sengaja menjodohkan Sam dengan nya,tentu saja tanpa sepengetahuan dan persetujuannya, gadis itu meremas kertas putih ditangannya. "kau ingat kan ,saat Mika datang berkunjung kerumah terakhir kalinya?"Rima mengusap lembut bahu Zeeya, gadis itu pun mengangguk. "aku sudah menuliskan sesuatu untuk Sam dan Zee,tolong setelah aku tiada ibu berikan pada mereka" "aku butuh Zee untuk mengurus Sam dan juga Miller bu,hanya Zee yang mampu" "ibu sudah kenal betul kan dengan Zee,dia sangat tulus bu ,meski aku hanya kakak tirinya tapi dia tidak pernah jahat padaku,dan aku sangat menyayanginya" "kalau bukan karna ayah dan Zee yang datang dalam hidupku,mungkin aku tidak seperti sekarang bu" "Mika meminta tante menyatukan kalian,keputusan ada padamu,kau berhak menolak tapi pikirkan lagi tentang ucapan Mika,pikirkan Sam dan juga Miller " "harapan Mika bergantung padamu sekarang" disini Zeeya merasa dilema ,harus bagaimana dirinya sekarang?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD