07.Zee dilema

1093 Words
"entahlah,kepala ku pusing tiba tiba,tidak mungkin juga kan aku mengurus suami ,sekaligus kakak ipar ku dan juga keponakanku,secara bersamaan " Sam tergelitik mendengar ucapan Zee,merasa geli tentang kalimatnya itu,benar benar lucu. "kita makan siang dulu bagaimana?aku lapar" Zee mengerutkan kening,seraya menempelkan punggung tangannya ke kening pria itu. "ada apa?"tanya Sam bingung "kau baik baik saja,tidak panas" "memang aku baik baik saja,aku tidak mengatakan jika aku sakit" "iya,tapi tiba tiba mengajakku makan siang bersama" "memangnya kenapa,kita harus berdamai bukan demi tujuan Mika" Zee menganggukkan kepala membenarkan "iya ,kau benar!aku juga sudah lelah bermusuhan dengan mu,wajahku tampak lebih tua kebanyakan marah marah" "berdamai?deal?"Sam mengulurkan tangannya mengajak zee berjabat tangan,tentu disambut baik oleh gadis cantik itu. Saat tangan mereka saling bertaut,ada perasaan aneh yang menjalar seperti sengatan listrik,Zee segera menarik tangannya kemudian mengusap tengkuknya gugup. "tidak"Zee berusaha mengenyahkan sesuatu yang tiba tiba timbul di pikirannya. . . . Sam memarkirkan mobil nya didepan AYAM BAKAR PRIMARASA,tempat favorit mereka bertiga saat melewati makan bersama,Zee merasa dejavu berada ditempat yang menjadi kesukaan Mika,tiba tiba rindu menelusup relung hatinya,merindukan sosok Mika . "hei,kau diajak kesini untuk mengisi perut bukan menangis"ujar Sam dengan nada sinis Zee terkekeh,sambil mengusap air matanya "Maaf,aku hanya reflek saja" tak dipungkiri,Sam pun sama teriris nya dengan Zee,namun sebagai pria tentu tidak akan melakukan hal yang seperti Zee lakukan ,menangis didepan umum,memalukan ! "omong omong bagaimana setelah dari sini ,kita menjemput Miller?"tanya Zee disela sela kegiatan makan mereka. "aku tidak salah dengar kan?" "tentu saja tidak,kenapa harus salah dengar?kecuali jika kau mendadak tuli!"sarkas gadis itu. "baiklah,aku terserah padamu saja,kau kan tantenya" "hmm..."Zee melanjutkan makannya yang sempat tertunda **** "Zee?Sam?kalian datang?ada perlu apa?" tanya Rima penuh antusias,Zee menoleh ke arah Sam untuk memberi penjelasan kepada Rima "kami datang ingin menjemput miller,bu!" "apa itu artinya kalian sudah mempertimbangkannya?" "hmm..belum tan,kami hanya perlu waktu saja" "hummm baiklah,Miller ada dikamarnya ,biar tante panggil kan dulu ya" Sam dan Zee mengangguk,setelah Miller dibawa oleh meraka kembali ke rumah Sam,tentu saja bocah itu senang akan kembali bercengkrama bersama ayahnya,dia bercoteh bahwa dia sangat jenuh sebenarnya, sering kali menanyakan pada neneknya kapan dia bisa kembali kerumah,namun neneknya tak kunjung memberi jawaban,dan hari ini tanpa dia duga,dia dijemput oleh ayah dan tantenya tentu hal yang sangat mengejutkan. setelah puas bercerita,bocah itu tidur dipangkuan Zee,tidur nya sangat nyenyak,Zee memandangi wajah keponakannya dengan detail,tampan dan lucu kontur wajahnya sangat mirip sekali dengan Sam dan Mika. "kenapa kau melihat Miller seperti itu?"tanya Sam "ya,dia sangat lucu dan menggemaskan,perpaduan yang luar biasa antara dirimu dan kakak" "hmm..apakah secara tidak langsung kau memujiku adik ipar?" Zee memutar bola matanya jengah, "berhenti bersikap narsis,aku tidak memujimu ,siapa yang mau memuji pria duda beranak satu,tidak keren!" "kau saja belum sadar,ngomong ngomong kenapa kau berubah pikiran?bukankah waktu itu bahkan kau tidak ingin mengurus Miller karna usianya terlalu kecil" "dulu,dia memiliki kakak,sekarang tidak,masa aku tega membiarkan Miller tumbuh tanpa kasih sayang ibunya" "jadi kau akan menggantikan peran Mika sebagai ibunya Miller?" "tentu saja iya,mengapa tidak?" "dan menikah dengan ku?" "aku tidak mengatakan hal itu,sudah kubilang aku tetap mengurus kalian tanpa harus menikah,aku akan menikah dengan pria pilihanku kelak,dan memiliki anak ,oh yaampun bicara tentang anak,apakah anakku akan setampan Miller?" Zee terkekeh,sambil mengusap pipi Miller yang masih berada dipangkuan Zee "ya,tentu saja!jika adonan dan cetakannya bagus"jawab Samudra asal. "kau ini,kau pikir anak itu kue ?" Sam terkekeh,melihat wajah sebal Zeeya. "hmm aku boleh bertanya?" "tanya saja?" "apa isi surat kak Mika yang dia berikan kepada mu?apa isinya sama?"tanya Zee dengan hati hati "ya,pada intinya dia meminta kita menikah,dan entah apa yang membuatnya berpikir seperti itu,aku belum menemukan jawabannya,hanya saja yang aku dengar dari ibu alasan dia tidak ingin aku menikah dengan orang yang salah ,hingga berpengaruh pada Miller" "apa kau ingin membaca suratnya?"Sam menoleh ke arah Zee,tatapan mereka saling bertubrukan. entah siapa dulu yang mengakhiri kontak mata itu pada akhirnya. "sampai dirumah kau boleh membacanya"sambungnya "terima kasih" seingat Sam sejak kematian Mika,Zee nampak mengurangi keangkuhannya,sudah berapa kali ini Zee mengucapkan terima kasih padanya,padahal selama ini belum pernah gadis itu mengatakannya. "berhenti menatapku !aku tidak tertarik ditatap duda" "kau tidak tahu saja bahwa duda lebih menggoda" mereka tertawa bersama hingga obrolan mereka pun harus berakhir karna mereka telah memasuki kawasan perumahan milik Sam dan berhenti pada bangunan mewah berlantai dua. . . . bunyi alarm menyadarkan Zee dari tidur nyenyak nya,dia duduk sambil mengedarkan pandangan nya ke setiap sudut ruangan,dinding berwarna biru dipadukan dengan warna kuning dengan motif astronot ,interiornya sangat anak anak sekali aku tertidur dikamar Miller. gumamnya "pagi!" "hmm ya,pagi!" "masak apa hari ini?"Sam meminum teh nya yang sudah disiapkan dimeja. "hanya capcay udang dan omelette"jawab Zee sambil mencuci beberapa sayuran di wastafel. "melihatmu memasak,aku jadi rindu Mika,apa kau juga merasakannya, Zee?" "ya tentu,aku merasakannya setiap hari,kakak akan memasak apa saja demi mengenyangkan perut kita" "kau benar,oh ya ini janjiku semalam"Sam memberikan amplop berwarna putih kepada Zee, "baiklah!letakkan saja diatas meja,aku akan membacanya setelah masak nanti" "baiklah,oh ya apa setelah ini kita akan mengantar Miller kerumah ibu?" "kurasa tidak perlu,karna aku mengambil cuti hari ini,untuk menemani Miller bermain" "baiklah,jika tidak membuat mu kerepotan" setelah Zee menyelesaikan masaknya,dan Sam sudah siap dengan pakaian kantornya ,mereka sarapan bersama tentu saja ditemani miller juga berada dimeja makan,mereka tampak seperti keluarga kecil yang bahagia. "aku berangkat dulu ya,jaga diri dan aku titip Miller" "baiklah,hati hati .eh sebentar.."Zee membenahi posisi dasi Sam yang tampak miring ,Sam menatap dengan leluasa kontur wajah Zee yang cantik dari jarak dekat,,apalagi bulu mata lentik tengah mengerjap berkali kali,membuat nya gemas. " kita seperti pasangan suami istri ya, Zee?" "eh...sudah selesai,kau boleh berangkat!"Zee salah tingkah dengan ucapan Sam ,membuat Sam terkekeh geli. tampaknya Mikayla berhasil menyatukan dua orang yang berkepala batu itu untuk berdamai,semoga saja keinginan menyatukan mereka dengan sebuah ikatan suci pun tercapai sesuai keinginannya sebelum meninggal. to:Samudra Biru hai Sam?bagaimana kabarmu?ku pastikan baik baik saja karna ada Zee yang merawat mu,bukan begitu?bagus sekali! sebelumnya,aku ingin mengucapkan terima kasih karna telah menjadi pendamping hidupku selama empat tahun ini,meski pernikahan kita tak sesuai harapan dan keinginan mu,karna aku harus lebih dulu meninggalkan mu,namun aku berusaha memberikan kesan terbaik selama menjadi istrimu. jaga putra kita ya,Miller Auriskenzo. dan satu lagi sayang,aku berpesan satu hal padamu,menikahlah dengan Zeeya adikku! kau tahu kan hanya dia yang ku percaya semenjak dulu,dia juga sangat dekat dengan Miller, anak kita butuh sosok ibu yang tulus kepadanya,tidak mungkin selamanya kau menitipkan pada ibu mu,karna semakin tahun ibu akan semakin tua,dan jangan membebani nya dengan harus mengurus Miller. percayalah, Zeeya adalah yang terbaik Sam,bahkan jika kau sadar dia sangat menyenangkan ,mampu membuat mu selalu tersenyum ketika berada didekatnya,melupakan tentang masalahmu dengan kelucuannya. menikahlah dengan Zeeya,hanya itu yang akan membuatku bahagia Sam!
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD