Adisa 10

1126 Words
"Morning to all students in here, welcome to our school. Yogya International High School!" Kemudian seluruh siswa dan siswi baru Yogya International High School melepaskan balon secara bersamaan dengan harapan-harapan yang mereka tuliskan dibalon tersebut. Beberapa menit kemudian... "Ca!" panggil Haga yang langsung mendatangi Adisa saat upacara penerimaan murid baru selesai. Adisa yang wajahnya sudah pucat itu hanya melirik Haga sebagai jawabannya. "Pusing? Ke UKS aja Ca, ayo gue anter," ujar Haga sambil membantu Adisa berjalan. "What the--?! Itu cewek yang Haga bangga-banggain itu?!" seru seorang perempuan saat melihat Haga bersama Adisa. "OMG bisa-bisanya si Haga yang ketua Osis dan ketua basket itu deket sama cewek penyakitan kayak dia, nggak pantes!" sambung perempuan tadi dan teman-temannya yang lain hanya mengiyakan saja sebagai jawabannya. Usaha Kesehatan Sekolah... "Kamu belum makan emang Ca?" tanya Haga yang sedang membuatkan teh hangat untuk Adisa. "Belum, nggak ada makanan dirumah. Orang rumah belum pada pulang dari kemarin," jelas Adisa. "Kan udah dibilangin sama Mommy, kalau nggak orang dirumah tidur aja dirumah aku. Sakit kan sekarang! Apa kamu mau pulang?" omel Haga. "Baru masuk masa udah bolos?" tanya Adisa lirih kemudian Haga datang sambil membawa the hangat untuknya. "Ya kalau sakit masa mau dipaksain?" tanya Haga sambil membantu Adisa untuk meminum tehnya tersebut. "Aku mau makan aja deh, tolong beliin apa gitu Ga. Bubur atau nasi atau apa deh terserah kamu," "Ada bubur kok didepan, yaudah aku beliin dulu kamu tunggu sini ya Ca," jelas Haga kemudian ia pergi meninggalkan Adisa sendirian di UKS. Selang berapa waktu Haga keluar, dua orang perempuan masuk ke dalam UKS dan langsung duduk disamping kanan kirinya Adisa. "Pacarnya Haga?" "Hah? Nggak bukan," "Oh kirain, siapanya?" "Apasih? Lo siapa? Kepo banget," ketus Adisa dan kedua perempuan tadi membulatkan matanya tak percaya. "Oh sh--?! Gila, keren juga lo belum ada sehari sekolah disini udah berani bentak gue," "Ca, ini buburnya udah gue beli—in. Lo ngapain disini? Noh dicariin sama Pak Yudhis mau dihukum katanya!" ujar Haga saat baru saja memasuki pintu UKS. "Okey see you again Adis. Maybe we can be a good friend soon?" ejek salah satu dari mereka sambil memegang dagu Adisa dan Adisa langsung menepisnya. Saat kedua perempuan tersebut sudah keluar dari UKS Haga langsung menutup pintu UKS. "Mereka nggak macem-macem kan?" tanya Haga dan Adisa langsung menggeleng. "Buburna mana???" seru Adisa sambil memonyongkan bibirnya. "Haha ugly faces but I loved it!" ucap Haga kemudian mengacak-acak rambut Adisa, gemas. "Aaaaa!" Adisa membuka mulutnya lebar-lebar. "Bubur sampai dengan selamat dimulut Adisa Fyneen Sarwapalaka di jam setengah sepuluh lewat delapan menit," ucap Haga dan Adisa terkekeh. "Pemberangkatan kedua akan dilakukan dua menit lagi, harap mulut Adisa bersiap-siap," "Haha apaan sih!" celetuk Adisa sambil mendorong bahu Haga yang lebar itu. "Haha lucu kan aku. Makan sendiri dulu nih, aku mau ke kelas. Aku belum izin soalnya," ujar Haga sambil memberikan bubur tersebut kepada Adisa. "Yaudah sana, nanti aku dimarahin lagi baru masuk udah ngajak-ngajak kamu buat bolos kelas," jawab Adisa kemudian memasukkan satu sendok bubur kedalam mulutnya. "Padahal nggak ngajak-ngajak. Yaudah nanti chat aku aja ya Ca," balas Haga dan Adisa hanya mengacungkan ibu jarinya kepada Haga. *** "Habis dari mana kamu?" tanya guru perempuan yang sedang duduk didepan kelas Adisa. "Bu, ini tadi Adisa sakit dan baru bisa mengikuti pelajaran sekarang," jawab Haga yang ikut mengantarkan Adisa hingga kedalam kelasnya. "Eh itu Kak Haga yang katanya ganteng dan cuek banget nggak sih?" bisik beberapa siswa yang membuat Haga risih mendengarnya. "Emang ganteng banget ya ternyata, gayanya juga cool. Idaman banget fix," bisik dua siswi yang tak jauh dari Haga. "Yaudah kamu duduk, saya juga baru perkenalan kok," jawab guru tersebut dan Haga mengantar Adisa lagi hingga duduk di kursinya. "Nanti kalau aku belum keluar, tunggu didepan aja ya Ca," bisik Haga di kuping Adisa dan Adisa hanya mengangguk saja sebagai jawabannya. "Oke baik, semua duduk rapih dan kita mulai perkenalannya ya. Nama saya Jevi Reinderweild, panggil saya Miss Jevi. Saya mengajar pelajaran Bahasa asing, yaitu Inggris, Jerman dan Perancis. Kalian tidak harus mengambil semua pelajaran, kalian boleh memilih pelajaran yang kalian sukai saja, atau pelajaran yang ingin kalian kuasai saja. Tapi ada tiga pelajaran yang wajib kalian ikuti, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. Matematika dan IPA itu ada dua mata pelajaran, jadi totalnya semua ada lima pelajaran yang wajib kalian ikuti. Sisanya kalian boleh pilih, dan untuk selanjutnya saya yang akan menjadi wali kelas kalian," jelas Miss Jevi. "Baik Miss," jawab mereka serentak. "Sekarang gantian kalian yang perkenalan ya, dimulai dari kamu yang baru masuk terus lanjut kesampingnya ya," ujar Miss Jevi sambil menunjuk kearah Adisa. Adisa kemudian langsung bangkit dan berjalan kedepan kelas untuk memperkenalkan dirinya. "Hey? My name Adisa Fyneen Sarwapalaka, you can call me Adisa. I'm fifth teen years old, and I like to swim and reading a book. Thank you." "Kalau aku panggil kamu Ca boleh nggak? Biar sama kayak Kak Haga haha," celetuk salah satu teman sekelas Adisa dan Adisa langsung memasang wajah kaget dan syok secara bersamaan. "Hah?" gumam Adisa. "Haha nggak boleh ya?" seru orang itu lagi lalu mereka semua tertawa. "Oke baik Adisa, your welcome. Sekarang kamu boleh duduk lagi, next," "Hello peps! My name is Reina, aja. Kalian bisa panggil aku Rein, udah Miss," ucap Reina dan Miss Jevi terkekeh mendengar perkenalan dari Reina tersebut. "Okey good Reina, next!" "Assalamualaikum, nama saya Fattah Kiram Mas'ud. Saya berumur enam belas tahun, baru ulang tahun hari minggu kemarin. Turunan Arab, kalian bisa lihat dari hidung, alis dan bulu mata saya. Gimana? Tampan kan? Haha," "Yeuuu!!!" "Canda woi canda, oke lanjut ya. Hobi nulis puisi, main basket, sama main game. Dan satu lagi, incaran para wanita pokoknya haha, canda woi!" jelas Fattah lagi dan kelas tersebut menjadi penuh dengan tawa dari murid-murid. "Fattah!" panggil salah satu perempuan yang duduk dipaling belakang. "Oi!" "Jangan lucu-lucu nanti kalau gue jatuh cinta gimana? Canda oi haha!" "Gila lo! Nggak mungkin lah!" balas Fattah. "Nggak ada yang nggak mungkin Tah, udah lanjut yang lainnya," celetuk Miss Jevi dan Fattah langsung kembali ke tempat duduknya. *** Jam tiga sore ini murid-murid Yogya International High School sudah mulai mengantri untuk keluar gerbang dan berloma-lomba untuk pulang kembali kerumahnya. "Oi Ca! Baru mau ke kelas kamu," ucap Haga saat melihat Adisa duduk sendirian didekat kelasnya. "Nggak, yuk. Kamu mau rapat dulu?" "Nggak sih," "Oiya Ga, temen-temen pada ngejekin aku gara-gara deket sama kamu. Males banget," jelas Adisa saat sedang berjalan menuju parkiran dengan Haga. "Kan udah aku bilang, aku famous disini haha. Canda Ca, jangan baper," "Iya deh yang famous. Oh iya Ga," ucap Adisa menggantung yang membuat Haga penasaran. "Ap?" "Tadi kan temen sekelas aku perkenalan, dia lucu banget haha. Bener-bener lucu banget, terus duduknya disamping aku, jarak Reina doing. Aku takut suka sama dia haha," "WHAT?!" seru Haga dengan mata yang hampir keluar.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD