pukul 8 pagi, ibunya dengan pergi ke pasar untuk berdagang. ibunya kinan suka pedagang sayuran, aneka buah-buahan juga terkadang makanan, seperti kue, lauk masak dan juga lainnya.
setelah memastikan ibunya sudah pergi ke pasar, Kinan pun kemudian ikut pergi. kali ini dirinya kembali menjajakan jajanan di depan sekolah yang tak jauh dari rumahnya. Namun sebelum sampai ke sana, kinan menyempatkan dirinya untuk singgah terlebih dahulu di rumah kakak ipar nya, Ermawati.
sama kakak iparnya itu nampak sepi sepertinya ke Ermawati belum pulang bekerja. Emawati sendiri bekerja di rumah orang sebagai asisten rumah tangga, mencuci menyetrika dan juga membereskan rumah setelahnya akan langsung pulang. biasanya pukul 8 pagi kakak iparnya, sudah pulang tapi, Mengapa kali ini kak Ernawati belum pulang. mungkin pekerjaannya masih menumpuk.
"Kak.. Kak Erma? kak Erma belum pulang belum? ini aku Kinan, "tanya kinan dari depan rumah iparnya itu. tidak lama kemudian anak bungsu kak Erma membuka pintu. Ia tersenyum pada sang hobi dan mempersilahkan Kinan masuk.
"Kinan kau ke sini?" tangan Kak Erma. rupanya kakak iparnya ada didalam rumah dari tadi ada di dalam rumah ini. Rumahnya saja yang terkunci.
"ya Kakak aku kesini lagi. maafkan aku Apakah kakak sudah punya kabar tentang Mas Dimas? "tanya Kinan khawatir.
"Maafkan aku Kinan Aku sama sekali tidak bisa menghubungi Dimas hingga kini tak ada nomornya sama sekali tidak aktif. Apa kau tidak menghubunginya? apa dia tidak menghubungi mu? coba sekali sekali kau menelponnya, mungkin akan nyambung. tapi setiap kali Kakak mencoba tidak pernah lagi menyambung. Ia juga tidak lagi menghubungi Kakak dan memberikan kabar. yang terakhir itu kemarin saja dia hanya memberikan kabar bahwa akan pergi. itu saja. sepertinya benar Dia sudah menjual handphonenya. tapi ntar saja bisa saja kan, dia minjem handphone temannya dan mengaktifkan kan kartunya. kita bisa saja berharap seperti itu kan, "ucap Kak Irma Sendu.
"seperti itu ya Kak. jadi memang tidak ada kabar tentang Mas Dimas? sepertinya memang benar dia ingin menceraikan ku Kak. sejak beberapa hari yang lalu aku sudah memutuskan untuk pulang ke rumah Ibuku. Tapi aku hanya membawa beberapa pakaianku saja. sementara bareng-bareng masih ada di kontrakan. hati aku masih berharap mas Dimas bakalan pulang Kak. Terus akan tetapi sepertinya memang dia tidak akan pulang lagi ya Kak? Apa aku harus menceritakan masalah ini kepada Ibuku? Jujur saja, ibuku sudah membenci Mas Dimas kak. ku takut dia akan makin marah dan tidak menyukai mas Dimas lagi Kak. karena itu aku masih merahasiakannya,"kata Kinan menceritakan kecemasannya.
"huft, entahlah Kinan. Kakak bingung harus memberikan kau saran seperti apa. Dimas juga menghilangkan diri. Mungkin dia lama kembali, atau sepertinya hanya mebghindar. Entah dia benar benar ke Jawa Tengah atau tidak, kakak juga tak tahu. Kakak sudah bertanya ke tempatnya bekerj kemarin, boss nya bilang, Dimas sudah berhenti,"kata Erma.
Erma menatap dua keponakannya yang hanya diam saja disisi sang ibu. Putri dan Nisa, hanya diam memainkan ujung bajunya. Sesekali Putri berdiri, mendatangi anak bungsu Erma yang hampir sebaya dengannya itu.
"Bos tempatnya bekerja kemarin pernah bilang kepada kakak, saat Dimas datang bersama Heri, Dia melihat diatas motornya ada 2 buah tas besar. Tentu saja, bosnya langsung bertanya mereka berdua akan ke mana. Dimas menjawab katanya Mereka berdua mau pulang kampung. Kakak sudah memastikan dan menelpon ke kampung halaman kami, Tapi, Dimas tidak ada di sana. Jadi Kakak sendiri masih tidak tahu ke mana Dimas pergi saat ini Kinan. kakak minta maaf ya. kakak sama sekali tidak tahu kemana adik kakak pergi. Maafkan kakak, Andaikan saja kakak bisa membantu lebih dari ini,"ujarr Irma Sedih.
"kakak tidak perlu meminta maaf seperti itu Kak. Kakak sudah banyak membantu aku selama ini. Kakak bahkan datang diwaktu yang tepat kemarin. andai saja kakak tidak datang entah apa yang terjadi. Ah kak, tapi Andai saja aku tidak pergi saat itu Kak, mungkin Mas Dimas juga tidak tidak akan pergi. Andai Aku masih bisa menunggu dan bertahan disana, aku rasa mas Dimas juga tidak inginkan membunuh Kak. tapi Entahlah. semuanya sudah terjadi. aku hanya bisa berharap dan berdoa Mas Dimas akan segera pulang. itu saja," ujar kinan tak kalah sedihnya.
"Iya Kinan kakak juga berharap seperti itu. Ya, semoga Dimas segera kembali dan memberikan kita kabar. kakak sama sekali tidak ingin rumah tangga kalian rusak dan hancur. tapi bagaimana dengan ibu mu Kinan? sebisa mungkin jaga dulu rahasia dan masalah Ini dari ibumu. Kakak takut Ibumu akan marah dan membenci Dimas dan juga Kakak,"kata Erma.
kinan menarik nafas kemudian mengelus Nisa yang duduk disampingnya.
"iya kak aku sudah menahan diri agar sama sekali tidak bercerita kepada ibu. tapi sepertinya Ibu sudah tahu kalau aku.bertengkar Mungkin firasat seorang ibu.juga kak. bahkan Ibu juga tahu bahwa kontrakan ku sudah menunggu beberapa bulan dan hanya dibayar beberapa kali. wah Aku tahu semua adalah salah ku. Tetapi kenapa ya mesti Mas Dimas malah meninggalkan aku seperti ini kak? aku merasa tersakiti sekali. Ini pertama kalinya kami bertengkar. tapi kenapa mesti Mas Dimas harus pergi meninggalkan aku seperti ini?"Kinan bertanya yang tak mengerti.
"Kamu yang sabar ya adik iparku. semoga masalah ini cepat berlalu dari dirimu. Maafkan aku sama saya tidak bisa membantu banyak. Aku hanya bisa mendoakanmu saja. Semoga kau selalu sehat. Gimana nanti. Aku berharap kau selalu kuat menghadapi kenyataan ini. semoga juga kau bisa selalu menjaga anak-anak dan menafkahi mereka. Aduh Kinan, Maaf Kakak juga tidak bisa membantu banyak. Kakak sendiri sedang kesulitan. kau sendiri lihat Kakakmu suka tidak bekerja bahkan mengojek juga Sekarang sepi kinan. Jadi Kakak benar-benar minta maaf sekali sama kamu Kinam,"Ujar Erma dengan sedih.
"Aduh kak Erma, jangan berkata seperti itu kak. minta maaf berkali-kali padaku, kakak tidak bersalah. kakak sama seklai tidak bersalah apapun kak. Kakak juga tidak perlu memikirkan perut kami yang kelaparan. Kakak yakin saja, kami akan baik-baik saja dan tidak akan kelaparan. Lagi pula, aku yakin ibuku sendiri, neneknya Putri dan Nisa, juga tidak akan membiarkan kami kelaparan juga kedinginan. jadi kakak jangan khawatir akan keadaan kami. aku hanya meminta untuk memberikan kabar mas Dimas, andai kata nanti, mas Dimas sudah menghubungi kakak, aku juga ingin tahu kabar Heri. katakan padanya, jangan mempersulit sekolah Heri. Aku takut jika pindah pindah, Heri malah sulit sekolah,"kata Kinan.
"Iya, nanti akan Kakak sampaikan sama Dimas jika dia ada kabar. Heri di sekolah sendiri bagaimana? Apakah kamu sudah mengecek ke sekolahnya Heri? apakah heri sudah dikeluarkan dari sekolahnya atau bagaimana?"tanya Erma.
"Aku tidak tahu Kak Apakah keluarkan atau tidak teliti beberapa hari yang lalu aku ke sana katanya Heri meminta izin mau pulang kampung bersama ayahnya. Ayahnya bahkan datang kerumah wali kelasnya untuk meminta izin langsung kepadanya. dan sampai sekarang belum ada kabar lagi Kak. aku takut jika nanti Heri malah putus sekolah Kakak. Semoga saja Mas Dimas tidak membuat Heri putus sekolah. ah Kak sepertinya mereka ada di dekat sini saja. coba besok aku akan mencari mereka. aku merasa yakin sekali Mas Dimas hanya mencari alasan mengatakan akan pergi pulang kampung atau bahkan ke Jawa Tengah seperti itu Kak. Terus aku yakin bahwa mereka masih ada di sini kakak. Bisakah kakak mencari tahu? " ujar Kinan berharap.
"Kakak sudah melakukannya Kinan. kau tahu sendiri kan Kakak iparmu itu suka mengejek dan berjalan ke mana-mana dengan motornya. Nah Kakak sudah menyuruhnya untuk mencari keberadaan Dimas, dengan bertanya kepada orang-orang, Apakah mereka melihat Dimas dan Heri atau tidak,"Erma menarik nafas panjang.
" sudah berhari-hari sambil mengojek Kakak mu mencari tahu keberadaannya dan belum juga ada kabar. tidak ada yang melihat keberadaan Dimas ataupun Heri. mereka terakhir kali melihat sama, Heri dan Dimas pergi mengendarai motor dengan membawa 2 buah tas besar. itu saja kinan.Kakak bukannya ingin mengaburkan harapanmu tapi bagaimana lagi, mereka memang tidak ada di dekat sini,"terang Erma.
" Ya sudahlah Kak Mungkin memang benar adanya, mas Dimas udah pergi jauh. ya sudah ya kak,, aku mau berdagang dulu saja. aku tadi sudah membuat aneka kue yang akan ku dijual di depan sekolahan di dekat sini. aku pamit undur diri dulu ya kak irma," ujar kinan lalu meminta diri.