44. Tradisi Baru

2603 Words

Menunggu pagi di danau cinta. Hanya beberapa jam untuk Yuri tertidur. Tidurnya pun tidak tenang. Tenangnya air di depan mata menghipnotis jiwa. Seolah berkata agar ingin diselamatkan. Yuri menoleh pada Zean yang masih menutupi matanya dengan lengan. "Apa yang harus kulakukan untuk danau ini? Perlu mengembangkan auranya saja, bukan? Bagaimana caranya?" gumam Yuri. Kembali menatap danau sambil berpikir. Kurang lebih perlu menunggu dua jam lagi untuk pagi datang. Yuri sudah tidak bisa tidur sekarang. Seluruh tubuhnya terasa sakit. Obat yang diberikan sang tabib dia minum walau belum saatnya. 'Aku harus mengembalikan aura danau ini ... secepatnya,' batin Yuri. Heningnya terkalut dalam pikiran tidak membuatnya sadar jika Zean terbangun dan duduk di sampingnya. "Sedang melamun?" tanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD