Tanah masih bergetar. Vaka terus meledakkan kekuatannya bagaikan lava. Cen Dama dan teman-temannya telah datang. Dikejutkan dengan hak seperti itu membuat mereka sesak napas. Untung saja semenjak perjalanan mereka telah melapisi diri dengan perisai tingkat delapan Cen Dama. "Apa yang terjadi?" dahi Cen Dama berkerut. Vaka seperti monster pohon Savara di matanya. Seolah berada dalam lingkar cincin biru yang memamerkan kebolehan menantang langit. "Kalian, cepat kemari! Perlindungan di sini lebih aman. Ini mantra hati suci! Kalian pasti bisa memasukinya. Hanya yang punya sifat negatif lah yang tidak bisa menembusnya!" seru Ramar. Cen Dama dan yang lainnya segera berpindah ikut dengan kerumunan mereka. Sontak guru Kahy melebarkan lagi perlindungan di sana. Mereka bingung dengan adanya par

