Lepas dengan semua peristiwa beberapa jam yang lalu, Yuri sibuk membujuk gadis yang murung di dalam kamarnya untuk bertemu dengan pujaan hatinya. Yuri tidak meminta, melainkan memaksa. Gadis itu sampai menangis kala Yuri menarik tangannya paksa. Lain dengan Zean yang asik mengutak-atik kompas di halaman depan. Mou Lizar bingung mau berbuat apa, yang jelas dia menjaga pemuda itu agar tidak kabur. Sejak tadi memegangi pemuda itu seperti tahanan di halaman. "Kumohon lepaskan aku. Dia tidak akan mau keluar. Lagi pula ada orang tuanya di sana," bisik pemuda itu. "Ayolah, Yuri lama sekali." Mou Lizar celingukan mencari Yuri ke dalam rumah. Pemuda itu berdecak karena dihiraukan. "Kompas ini seperti kompas biasa." Zean menarik perhatian mereka. Dia meneliti kompas yang sudah dia bongkar isin

