Kutukan selalu datang dari berbagai arah. Mereka menyertai kejahatan dan menyukai yang lemah. Ambisi durjana yang sangat dibenci sang pengendali emosi. Terlebih lagi bagi mereka yang suka menghancurkan kesucian gadis yang penuh kasih. Inilah perasaan yang hancur lebur di saat mekar-mekarnya bunga di musim semi. Harapan itu pasti hilang seakan ditelan bumi. Gadis lugu nan penakut yang Yuri cari kini ada di depannya. Seperti boneka yang tak berdaya di pojok sana. Tatapannya penuh ketakutan. Kaki dan tangannya tak berhenti gemetar. Amarah Yuri semakin melonjak karenanya. Sungguh bodoh dua orang itu yang berani mengoyak sehelai pun pakaian gadis itu. Sudah cukup bermain-mainnya. Semua pertanyaan yang mereka lontarkan tidak terjawab karena Yuri bungkam. Dia hanya menunjukkan kekuatannya. Buka

