Pemuda itu memandang jauh ke ladang. Dimana orang-orang masih bekerja menunggu datangnya pertengahan siang untuk istirahat. "Soal cinta, ya?" dia bertanya tanpa memalingkan pandangannya. Yuri bergumam, "Tampaknya kau tidak terlalu malu seperti kekasihmu itu." Pemuda itu langsung mendesis, "Dia bukan kekasihku, hanya teman saja." menggaruk tengkuknya menambah kesan menutupi kebenaran. Yuri mendengkus, "Hahh, jelas-jelas kau berbohong." membuang muka. Pemuda itu berdecak kesal, "Kau siapa sampai mau bicara hal bodoh ini denganku?" "Lebih bodohnya lagi kau mau menanggapinya." Yuri meringis melirik. Pemuda itu terdiam kalau telak. "Haha, sudahlah akui saja. Aku akan membantumu." Yuri menyenggol lengan pemuda itu. Zean melotot tidak terima. 'Dasar penggoda! Astaga, Yuri harus

