“Bagaimana jika kau menikah denganku?” tanya Java seketika membuat Sharon terbatuk-batuk. “Kau gila?” “Ya, cukup gila sih. Untuk pria yang selalu ditanya kapan nikah dan juga selalu dijodohin,” ucap Java membuat Seon sedikit menahan tawa. “Tidak. Aku tidak akan menikah.” Sharon mengatakan hal itu dengan tegas. Ia cukup emosi mendengar tawaran dari Java Lee, pria itu pikir menikah adalah sesuatu yang gampang untuknya? Atau lebih tepatnya untuk dia dan Amm? Tidak. Apalagi setelah mereka melewati situasi yang begitu Emosinya terus menerus meledak karena pria yang berada di hadapannya saat ini. Helaan napas kasar terus saja terdengar. Begitu berat, beberapa hari belakangan ini, di rasakan olehnya. Java hanya duduk diam, tidak memberikan komentar, ia terus saja menatap ke arah Sharon y

