SUMMER 1
Gadis kecil berusia 3 tahun itu sedang bermain boneka bersama kakaknya di teras depan rumah, tepat di hadapan mereka terdapat rumah yang tidak berpenghuni membuat suasana tampak sepi. Tak lama sang kakak masuk ke dalam ingin minum karena kehausan. Gadis itu yang ditinggal sendiri pun sangat bosan.
Gadis kecil itu pun melamun dengan tatapan ke arah rumah kosong di depannya, entah apa yang ada di pikirannya sehingga betah sekali menatap rumah kosong itu, setelah 5 menit lamunan gadis itu dibuyarkan oleh beberapa orang yang ingin memeriksa rumah tersebut.
Ada wanita paruh baya sang pemilik rumah, ada seorang nenek yang sedang menggendong cucu perempuannya yang sedang tidur dan ada seorang gadis dewasa yang mungkin umurnya sekitar 20an ke atas yang sedang memegang tangan anak laki-laki yang masih kecil, mungkin mereka adalah calon penghuni rumah tersebut.
Mata sang gadis terus ke depan melihat orang-orang yang sedang berbincang itu walaupun tak mengerti apa yang diperbincangkan dan tatapannya turun ke arah anak laki-laki yang sedang dipegang oleh sang gadis dewasa.
Tak disangka laki-laki itu pun balik menatapnya dan tersenyum manis pada sang gadis, dibalas dengan senyuman polos olehnya disertai menguap khas anak-anak sepertinya gadis kecil itu mengantuk, anak laki-laki itu tertawa kecil melihatnya.
Tak lama sang kakak yang terpaut 4 tahun umurnya dengan sang gadis pun kembali dan mengajak sang gadis masuk ke dalam untuk tidur siang, sang gadis menurut dan ikut masuk ke dalam rumah berjalan menuju ke kamar mereka. Anak laki-laki itu terus menatap sang gadis saat masuk ke dalam rumah sampai pintunya ditutup oleh sang kakak dari gadis tersebut.
Saat dikamar sang kakak menyanyikan Nina Bobo untuk sang gadis kecil, beberapa detik kemudian sang gadis tertidur bersama kakaknya dan tidak terdengar lagi lagu Nina Bobo tersebut.
Keesokan paginya sang gadis terbangun dengan tidak ada siapa pun dikamar, dia pun menuju dapur dengan melewati ruang tengah yang kosong tak ada siapa pun. Di dapur dia melihat ibunya yang sedang menyiapkan sarapan untuknya. Sang ibu yang melihat gadis kecilnya sudah bangun langsung tersenyum langsung menggendongnya dan mendudukkan ke kursi makan, sang ibu pun menyuapi gadis kecilnya sarapan.
Di tengah sarapan sang gadis pun bertanya tentang keberadaan kakak dan ayahnya dengan bahasa bayi yang hanya dimengerti oleh sang ibu. Sang ibu pun tertawa melihat kelucuan bahasa sang gadis mencubit gemas pipi sang gadis. Sang ibu mengatakan kepada gadis kecilnya bahwa kakaknya pergi sekolah dan ayahnya pergi bekerja. Sang gadis pun membulatkan mulutnya terdengar suara "oh" hal itu membuat siapa aja yang melihatnya pasti gemas.
Setelah sarapan gadis itu pun menonton kartun di televisi yang berada diruang tengah.
Tiba-tiba terdengar suara yang sangat berisik dari luar , hal itu sangat mengganggunya Karena belum bisa marah akhirnya dia menangis, sang ibu pun datang dan langsung menggendongnya keluar , sang ibu pun penasaran dengan hal berisik yang ada di luar tersebut.
Sesampainya di teras luar, mereka pun melihat banyak laki-laki dewasa yang sedang mengangkat benda-benda besar yang diletakkan di rumah kosong itu, sang ibu pun mengatakan "kita akan mendapatkan tetangga baru sayang" ucap sang ibu.
Sang gadis yang sudah berhenti menangis sejak digendong ibunya pun menatap ke arah rumah itu saja, sang ibu pun menurunkan gadis kecil di teras dan menutup pagar kecil agar sang gadis tidak keluar, dia juga meneruskan membersihkan ruang tamu yang berada dekat dengan teras agar bisa sambil mengawasi gadis kecilnya.
Sang gadis yang ditinggal ibunya pun hanya terduduk di teras sambil menatap banyak orang dewasa yang sedang sibuk memindahkan barang-barang ke rumah kosong itu. Tak sengaja matanya menatap laki-laki kecil yang semalam tersenyum padanya.
Anak laki-laki itu sangat tampan dan menggemaskan, tidak gemuk juga tidak terlalu kurus, sedikit lebih tinggi dari sang gadis tubuhnya.
Anak laki-laki itu sedang duduk di kursi kayu depan rumah itu sambil memegang robot mainannya, dia menatap ke arah orang-orang yang sedang sibuk mengangkat barang, seperti tahu ada yang menatapnya anak laki-laki itu menoleh menatap ke belakang, matanya melihat sang gadis yang menguap menggemaskan semalam, Dia pun turun dari kursi dan ingin mendekat ke tempat gadis itu tapi ditahan karna ada yang memanggilnya yaitu sang nenek dan menarik tangannya untuk masuk ke dalam rumah.
Keesokan harinya, sekitar jam 10 gadis itu sedang bermain dengan boneka kesayangannya sedangkan ibunya sedang menjahit baju, Kakaknya masih disekolah dan ayahnya masih dipabrik bekerja.
Tiba-tiba ada sebuah gempa, sang ibu langsung menggendong gadis kecilnya dan keluar rumah banyak tetangga yang juga keluar rumah saling bertanya apa yang terjadi.
Gempa tersebut hanya berlangsung selama beberapa detik saja setelah itu sang ibu membawa gadis kecilnya masuk lagi ke dalam rumah dan duduk di sofa yang ada diruang tamu, sang gadis ada di pangkuan ibunya bertanya dengan bahasa bayinya tentang apa yang barusan terjadi.
sang ibu menjawab "tadi adalah gempa, tanah akan bergetar itulah gempa" jawab sang ibu dengan penuh pengertian.
Sang gadis yang tidak terlalu mengerti hanya membulatkan mulutnya mengucapkan "oh" seperti biasa.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah. Sang ibu segera mendudukkan gadis kecil itu di sofa, lalu berjalan menuju pintu. Bocah berusia tiga tahun itu ikut melangkah di belakang ibunya dengan langkah kecil.
Saat pintu dibuka, tampak seorang nenek berdiri bersama cucu laki-lakinya yang masih mengenakan celana dalam.
Nenek itu mengatakan "permisi nak bolehkah kami di sini sebentar karena gempa tadi saya takut di rumah hanya bersama cucu saya ini".
Sang ibu pun mengangguk "boleh kok nek , saya pun hanya berdua dengan anak saya".
Nenek itu pun masuk bersama cucu laki-lakinya
"Panggil saja saya Syifa Bu" ucap ibu gadis itu sambil duduk di sofa begitu juga dengan nenek itu.
"Oh iya Syifa, saya baru pindah kemarin di depan rumah kamu panggil saja saya nek res" ucap nenek itu sambil senyum.
Nenek itu pun tersadar sesuatu "oh iya val sini pakai celananya" ucap sang nenek, cucu laki-laki itu pun mendekat ke neneknya dan memakai celananya dengan bantuan sang nenek. Setelah selesai dia pun ikut duduk di sofa duduk di samping neneknya.
"Ini cucu saya namanya Meval" ucap sang nenek kepada ibu sang gadis.
"Oh iya nek, cucu nenek tampan ya padahal masih kecil" ucap ibu sang gadis dengan senyuman.
"Bisa saja kamu, itu yang di sebelah anak kamu ya berapa umurnya?" Balas sang nenek.
"Oh anak saya baru 3 tahun nek, cucu nenek berapa umurnya?" Kata ibu sang gadis.
"Cucu saya berumur 4 tahun selisih satu tahun sama anak kamu ya" ucap sang nenek.
Sang gadis pun hanya diam saja di belakang ibunya menatap ke samping nenek itu yang cucunya sedang menatap dia juga sambil tersenyum.
Anak laki-laki itu memberanikan diri bertanya kepada ibu si gadis "siapa namanya Tan?" tanyanya.
Ibu sang gadis pun menjawabnya dan anak laki-laki itu tersenyum ke arah gadis itu sambil bergumam dalam hati nama yang indah.