Gimme More

1348 Words
Anya masuk ke ruangan bosnya. "HRD sudah menyetujui transfer kamu ke HO (Head Office, red)," kata beliau sembari tersenyum. "Terimakasih, pak." "Harusnya kamu bilang kalau kamu itu tunangannya GM, jadi aku baik-baik sama kamu mana tau bisa direkomendasikan." Beliau tertawa. "Ah bapak bisa saja, selama ini bapak sudah sangat baik." "Wah bakal sedih kehilangan karyawan seperti kamu di sini, tapi mau gimana, ini juga demi karir dan kehidupan kamu." Anya menyalaminya sebelum meninggalkan ruangan itu, Sofia dan beberapa karyawan departemen memeluk dan menyalami dia juga. Anya sebenarnya berat meninggalkan mama sendiri, karena mama juga belum memasuki masa pensiun beliau masih ingin bekerja. Tapi mama sangat mengerti, apalagi Evan telah meminta izin kemarin, berjanji untuk menjaga dan menemani Anya. Anya kesal tapi geli dengan kata-kata 'menjaga' belum tau saja dengan kelakuannya yang nakal uh dia juga begitu sih. Sebenarnya sebagai GM wilayah barat, Evan akan sering bepergian ke daerah walaupun dia tetap stay di kantor pusat. Sudahlah lagipula Anya juga tak tahan memikirkan Evan sendiri di sana. Dia memang berjanji setia tapi kalau melihat betapa banyak wanita yang berusaha menggodanya Anya jadi cemas, bisa saja dia terjebak seperti di film-film, selintas dia teringat pada Aric. Apa kabarnya sekarang? Evan menjemputnya, mama tidak bisa dapat cuti karena pekerjaan kantor sedang luar biasa banyak sehingga mama mempercayakan persoalan kepindahan Anya pada Evan. Di pesawat, dia tertidur dengan kepala menempel di bahu Evan, Anya belum melupakan soal masa lalu Evan yang tak masuk akal itu. Tetapi sudahlah, bukankah cinta itu memaafkan? Anya cuma bilang padanya kalau dia selingkuh apapun yang terjadi Anya tak akan memaafkan dia. Anya merasa tangan Evan membelai kepalanya dan merapatkannya ke pundaknya. *** Evan memaksa Anya tinggal di apartement yang telah disewanya, sebenarnya dia curiga kalau Evan membeli apartement itu. Anya nggak tahu berapa gaji dan bonus Evan sebagai GM, yang pasti dia tampak tak pernah bermasalah menggunakan uang dalam jumlah besar. Tadinya dia sih mau kost saja seperti dulu tapi Evan memelas, Anya tau dia pasti mau lebih bebas kalau tinggal di apartement. Dasar lelaki! Anya memajukan bibirnya melihat Evan bersiul-siul saat tiba di apartemen. Evan memeluknya dari belakang, "Kenapa ini?" "I feel so happy, baby," bisiknya ditengkuk Anya. "Me too," sahut Anya. Evan membalikkan tubuh Anya mencium dengan lembut, bibirnya selalu membuat Anya meleleh. Anya memeluk pinggannya bersentuhan dengan tubuh bidang dan liatnya. "Sexy." Anya berbisik. Evan tertawa mendengar kata-kata yang biasanya dia ucapkan itu. Evan mengangkatnya, kaki Anya melingkar di pinggang Evan. Dia mendudukkan Anya di meja masih b******u dengan gairah dan kehangatan, tiba-tiba bel berbunyi. Evan menyumpah. "Magirlll!!!" Anya berteriak histeris saat membuka pintu. "Honeyyyy!!" Wanita itu membalas jeritan Anya. Mereka berpelukan, sudah setahun tidak bertemu. Olga sudah tahu Anya dan Evan telah berbaikan, Olga melirik Evan. "Malam ini aku yang nginep di sini." "Hmmm." Evan cuma bergumam. "Ih, kan ada dua kamar kalian berdua nginep di sini aja," kata Anya. "Eh ngomong-ngomong, mana cowok kamu, aku belum dikenalin?" "Ah dia sibuk, nanti deh kapan-kapan. Jadi kapan mulai kerja? Sekarang kalian se-kantor? Enak banget sih." Olga terus ceriwis dan Evan memandangi mereka dari sofa dengan wajah senang. "Evan ajak Ricco ke sini," ujar Anya sembari menoleh ke arah Evan. "Kapan-kapan saja ya, dia lagi di Macau sekarang." "Ngapain?" "Bisnis." Anya kaget mendengarnya, dimata Anya, Ricco cuma sosok konyol yang hobby bersenang-senang. "Nanti di kantor aku mau pura-pura nggak kenal Evan dong," ujar Anya. "Lho, aku baru tahu." Evan mengerutkan keningnya. "Aku mau backstreet kayak di film-film." Olga tertawa mendengar ucapan Anya itu. "Lagian, aku mau liat kamu nempel sama siapa-siapa aja." Anya melanjutkan. Evan tertawa kecil, "Nanti kamu yang nggak tahan." "Awas ya kamu main-main, aku cincang." "Astagaa, by, kamu jadi ganas gini sih." Ledek Olga geli, "Kalian berantem bikin aku iriii." Sepanjang malam Anya bercerita dengan Olga dan Evan malah yang jadi obat nyamuknya. Tapi Evan nggak mau pulang, dia tetap mau menginap di apartemen Anya. Olga bercerita kalau dia dan pacarnya yang sekarang cuma semacam simbiosis mutualisme, nggak terlalu ada perasaan. Anya heran kenapa Olga masih saja bermain di umur yang segitu. Tapi entahlah, kadang Anya juga tak mengerti jalan pikiran Olga. "Kamu tuh cuma bilang udah baikan, tapi nggak pernah cerita kenapa sebenarnya kamu dulu tuh ngamuk besar sama Evan," kata Olga. Anya merenung, nggak mau mengingat masa-masa itu lagi. "Itu tandanya kamu terlalu cinta, jadi kamu nggak mau orang-orang tahu kesalahan Evan." Olga berkata geli. "Begitu ya? Mungkin juga sih." Olga memukuli Anya, "Ih ngeselin, asyik banget sih yang saling mencintai. Dan wait Olga menarik tanganku? Apa ini sudah diikat rupanya." Walaupun Olga sahabatnya Anya masih saja tersipu dikatakan begitu, Anya mengangguk. "Dia udah minta restu ke mama." "Unch so sweettt." Mereka berbincang sampai tertidur. *** Sosok pemuda tampan itu menyeringai menatap wajah dan tubuhnya di cermin. Tubuhnya telah berubah, dulu sedikit kurus sekarang tampak berisi dan gagah karena dia rajin gym dan berolahraga. Dia berjalan keluar dari kamar mandi melihat seorang wanita cantik lagi sexy sedang menggeliat di atas ranjang, menantang. "Anyaaa!!! Oh Anyaaa sayang!" Dia roboh di samping wanita itu. "Sialan, Aric," desis wanita itu. "Namaku Mey." "Sorry, Mey." Wanita itu kesal, tapi itu memang perjanjian mereka sejak awal, jangan ada perasaan karena Aric mencintai wanita lain. Wanita itu menerima, siapa yang tak mau jadi kekasih Aric saat ini? Gamer nomor 1 di Indonesia dan terkenal sampai ke mancanegara, dijuluki gamer profesional tertampan dan tersexy. Viewer youtubenya telah mencapai jutaan. Penghasilannya juga tak kira-kira, belum lagi Aric adalah anak dari bos perkebunan. Mey yang awalnya hanya model-model cosplay di tournament game sangat beruntung saat tahu Aric melihatnya, tanpa dia mengetahui wajahnya sedikit mirip dengan cinta pertama Aric, Anya. Mey meninggalkan Aric yang tertidur, sudahlah, dia nfgak bakal jatuh cinta sama lelaki itu yang belum bisa move on dari mantannya. Tapi selama Aric menyuplai setiap kebutuhan Mey dia pikir itu win-win solution. Aric terbangun di apartement yang hampa dan kosong. Kepalanya berdenyut, tubuhnya telanjang polos. Mey sudah tak kelihatan. Kenapa setelah bertahun-tahun dia masih mengingat Anya? Sialnya rivalnya adalah b******n macam Evan, dia punya kekuasaan juga dia sangat ulung merayu wanita. Lihat saja bagaimana Anya telah kembali ke pelukannya. Aric mengambil HP-nya melihat notif-notif dari followernya di i********:. Dia segera duduk, Anya kembali ke Jakarta? Selama dua tahun ini, Aric tidak bisa mendekati Anya karena ayahnya, tapi sekarang dia bisa berdiri sendiri dengan kemampuannya. Maka dia akan merebut Anya kembali. Anya milikku sejak awal. b******k! desisnya. Dia mengingat cinta mereka sangat manis di awal, semua berubah karena pria itu. Anya, kenapa kamu nggak sadar sayang cuma aku yang mencintai kamu? Waktu ospek, anak laki-laki di fakultasnya sudah mendata mahasiswi baru yang cantik-cantik dan layak menjadi inceran. Dan bertengger di urutan nomor 1 adalah gadis cantik bernama Anya, rambut bergelombang mata bulat jernih, tubuh proporsional, siapa yang nggak ingin berdekatan dengannya? Tapi waktu itu, Aric tidak terlalu peduli, dia sibuk saja bermain game. Saat ospek hari kedua, Aric kelupaan membawa telur ayam kampung. Ya mereka diminta membawa 2 butir telur ayam kampung. Aric berhenti tak jauh dari gerbang kampus tapi dia tak melihat warung yang buka karena masih jam setengah 7. Sial! desis Aric pasti dia disiksa kemarin saja dia sudah membawa lengkap permintaan panitia dan dia masih dikeroyok. Dari kejauhan Aric melihat sosok berlari-lari kearahnya. Gadis yang benar sangat manis, oh itu si peringkat 1 daftar, Anya. "Eh kamu ngapain?" Aric baru mendengar suaranya yang sangat merdu. "Aku nunggu warung buka," sahut Aric. "Kenapa?" "Lupa bawa telur ayam kampung." Gadis itu tertawa memperlihatkan senyumnya yang menawan, "Di warung depan itu mana ada jualannya." "Yah gimana donk." "Ya udah, ini kita bagi dua aja telurku." "Kamu nanti dihukum." "Nggak apa kan dihukum berdua, jangan lupa lindungi aku ya." Gadis itu tertawa. Aric langsung menganga, Siap! Aku akan melindungimu selamanya, batin Aric. Setahun lamanya Aric mengejar-ngejar gadis itu sampai akhirnya dia luluh dan menerima cinta Aric. Anya ... Aric ingin memutar waktu kala itu, di mana dia bertemu dengan seorang wanita bernama Ivy, cantik, sexy dan menarik. Siapa sangka itu akan menjadi penyesalan terdalam hidupnya. Tapi wanita itu selalu menggoda Aric dengan sangat lihai, Aric terjebak. Sekarang saatnya untuk merebut wanitaku kembali, lihat saja kamu Evan, dasar b*****t! ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD