Mas Gala sudah tak mau lagi membalas pesanku. Dia hanya mengirim pesan beruntun itu, lalu saat kubalas, dia hanya membacanya. Aku mengatakan padanya kalau Mas Rendra bukanlah calon suamiku. Dia hanya orang yang akan dijodohkan denganku, tetapi belum terjalin kesepakatan apa pun. Sayangnya, Mas Gala sudah tak sudi merespon. Mungkin dia terlanjur kecewa plus agak malu. Bagaimanapun, dia mengajak menikah cewek yang tiba-tiba diakui calon istri oleh cowok lain. Aku bisa mengerti bagian ini. “Salma!” tiba-tiba terdengar panggilan dari Ibu yang diiringi ketukan pintu berulang kali. “Kamu udah tidur? Atau lagi ngapain? Ibu mau masuk.” “Aku belum tidur, Bu. Bentar, aku bukain.” Aku melompat dari kasur, lalu membuka pintu. Kini Ibu berdiri di depan kamar sembari membawa bantal. “Loh! Ibu kok

