Bab 87 : Ekspektasi VS Kenyataan (4) Aku melangkah gontai, menatap gedung rumah sakit yang sudah terpampang di depan mata. Ada perasaan berat yang menyusup masuk saat aku menatap lurus ke dalam. Mungkin karena aku tahu bahwa drama rumah tangga kami akan segera di mulai. Seolah begitu aku masuk, sikapku harus sempurna. Menjadi lelaki bertanggung jawab dengan sosok yang sempurna. Menjadi suami luar biasa untuk seorang istri yang tengah mengandung. Aku harus bersiap - siap, untuk setidaknya melewati hal - hal menyulitkan lagi dengan Sunny. Rasa bersalah sekaligus lega menyerangku saat aku melewati lorong demi lorong rumah sakit yang sepi. Ini membuatku berpikir, apakah aku memang sudah berniat menghancurkan pernikahanku sendiri atau apa? Faktanya aku baru saja mengejar Shanie dan mengutarak

