Bab 86 : Ekspektasi VS Kenyataan (3) Gue mengerjap, kemudian berusaha menarik napas. Entah dorongan atau keinginan dari mana, gue menyambut kecupan demi kecupan ringan dari Suga yang tak dirindukan. Jauh di dalam lubuk hati gue merasa bersalah. Akan tetapi gue juga nggak punya kuasa untuk melihat dengan jelas apa yang sebenarnya sedang terjadi. Semuanya serba cepat. Seolah Beruang Bunting ini tahu betul cara memanfaatkan keadaan. Pandai banget membuat gue semakin goyah dan enggan memilih Sean. Meskipun kami tahu, gue harus. Karena biar bagaimanapun, Soehardjo Galang adalah suami orang. “Cukup, Kak.” Gue mendorong dadanya lagi. kali ini setelah mengumpulkan niat dan berusaha keras untuk tidak goyah. “Cukup.” “Kamu membalas ciuman saya.” katanya sambil tersenyum kecil. Gue mendengkus, ke

