Bab 85 : Ekspektasi VS Kenyataan (2) Ada yang bilang kalau mungkin saja kesempatan hanya datang sekali dalam seumur hidup. Mungkin itulah yang membuatku berpikir sedemikian rupa. Sehingga saat tak sengaja bertemu Shanie, aku seperti ingin buru-buru menjelaskan segalanya. Menjejalkan berbagai informasi yang mungkin saja bisa membuatku tampak sedikit saja lebih baik di mata gadis itu. Tak mau ketinggalan sama sekali, seolah aku tidak akan mendapatkan kesempatan seperti ini lagi. Semua yang kulakukan tak lebih dari caraku untuk memohon padanya agar memberiku kesempatan. “Sebenarnya Kakak punya pilihan.” katanya tiba-tiba. “Tapi Kakak memilih untuk menyerah dan mengikuti Kak Sunny.” Hatiku mencelus. Yang Shanie katakan sama sekali tidak salah. Akan tetapi terselip perasaan tak nyaman yang m

