Untuk Kak Olivia

1070 Words
Aku akhirnya mencoba berjalan naik ke lantai dua untuk mengetahui keberadaan Kak Olivia. Aku ketika naik tangga mendengar suara Kak Olivia meringis kesakitan dan menangis. Aku mempercepat langkah kakiku naik keatas dan Aku melihat Kak Olivia sedang ditahan badannya dari belakang oleh Kak Naufal. Sambil tangan kanannya masuk ke celana dalam Kak Olivia. Aku berteriak “KAK NAUFAL KAMU NGAPAIN KAK OLIVIA!!”. Kak Naufal langsung melepaskan tangannya dari Kak Olivia. Kak Olivia menangis tambah kencang hingga menjerit-jerit. Aku mulai merasa marah dan akhirnya memukul Kak Naufal “JANGAN MACEM-MACEM SAMA KAK OLIVIA!!”. Namun sayangnya aku kalah tenaga sama Kak Naufal. Dia mengangkat tubuhku dan berkata “Kamu diem! Jangan teriak-teriak dan ngomong ke siapa-siapa!”. Kak Olivia menjawab “Turunin Bella Kak! Udah Bell kamu jangan lawan dia. Turunin Bella! Kita berdua janji gak akan ngomong sama siapa-siapa!”. Kak Naufal menampar pipiku dan melempar tubuhku ke lantai. Kak Olivia berusaha menangkap aku dan memelukku seerat mungkin. Kak Naufal turun ke lantai bawah dan langsung tidur di rumah bersama yang lainnya. Aku berkata “Aku akan balas Kak Naufal suatu saat nanti Kak! Aku akan jagain Kak Olivia! Kak Olivia sangat baik sama aku dan sangat sayang sama aku”. Kak Olivia menjawab “Aku gak apa-apa Bell. Udah yaa kamu jangan marah lagi”. Sore harinya Kak Olivia jatuh sakit demam sangat tinggi. Sementara Pakde Rusmawan dan ketiga anaknya pamit pulang ke Surakarta karena harus kembali bekerja. Bule Reni meminta Ayah dan Ibuku untuk pulang belakangan karena Kak Olivia sakit keras. Akhirnya kami memutuskan untuk menginap selama beberapa hari lagi kedepan. Aku membantu Bule Reni dan Ayah mengurus Kak Olivia. Disisi lain Mamanya Bang Putra juga ikut merawat Kak Olivia ketika siang hari. Bang Putra yang mendengar Kak Olivia sakit juga langsung datang menjenguk “Ma.. Olivia sakit kenapa? Kemarin dia sehat-sehat saja”. Mama Bang Putra menjawab “Iyaa soalnya kan Olivia baru saja kehilangan Ayahnya. Mungkin terlalu sedih jadinya dia sampai sakit. Kamu mau bantu Mama belikan obat untuk Olivia?”. Bang Putra menjawab “Iyaa aku mau belikan obat untuk Olivia. Mana uangnya Ma?”. Mamanya Bang Putra memberikan uang untuk membelikan obat namun ditahan sama Bule Reni “Jangan repot-repot Li. Pakai uangku aja”. Mamanya Bang Putra menjawab “Gak apa-apa Ren. Kan kamu habis kena musibah. Aku harus bantuin kamu”. Bang Putra akhirnya keluar dan menuju sepedanya untuk membeli obat. Aku berlari mendekati Bang Putra dan bertanya “Kamu mau beli obat dimana Bang?”. Bang Putra menjawab “Di apotek seberang komplek. Kamu mau ikut?”. Aku menjawab “Iyaa.. Aku ambil sepeda Kak Olivia dulu. Tunggu sebentar”. Aku mengambil sepeda Kak Olivia dan ikut pergi bersama Bang Putra mencari obat. Kami menaiki sepeda sampai ke jalan raya dan Bang Putra terlihat sangat menjagaku seperti menjaga adiknya sendiri “Bang Put… Jalanannya rame banget aku takut”. Bang Putra menjawab “Tetep disamping aku. Ayo nyebrang apotiknya udah di depan”. Bang Putra masuk ke apotek dan gak lama dia keluar lagi “Obat yang dipesen sama Mamaku gak ada. Ayo kita cari di apotek yang lain”. Aku dan Bang Putra berpindah-pindah dari apotek satu ke apotek lainnya. Sampai akhirnya kami menemukan obatnya di apotek yang sangat jauh dari rumah. Bang Putra berkata “Hahhh… Hahhhh… Aku cape hahaha. Kamu haus gak? Ayo kita beli minum dulu”. Bang Putra menggandengku lagi menyebrang untuk membeli minum di sebrang apotek. Dan kami berdua duduk di pinggir jalan sambil minum es jeruk yang sudah kita beli “Bang Putra sangat baik yaa. Sampai mau berusaha sejauh ini untuk membelikan obat untuk Kak Olivia”. Bang Putra menjawab “Hahaha aku 2 tahun lalu kehilangan adik perempuan karena demam. Mamaku harus menunggu Papaku pulang untuk mengantarkan ke dokter. Aku masih seumuran kamu waktu itu. Tapi malamnya ketika dibawa ke dokter Kamila kejang-kejang dan meninggal beberapa jam kemudian”. Aku bertanya “Kamu waktu itu masih kecil seumuranku ya? Makanya gak bisa membelikan obat”. Bang Putra menjawab “Lebih tepatnya Mamaku yang gak bolehin karena aku juga masih kecil dan belum bisa naik sepeda waktu itu”. Aku menjawab “Aku juga ikut pergi kesini gak ngomong sama Ayah dan Ibuku. Kalo ngomong pasti gak diperbolehkan hahaha”. Bang Putra menjawab “Iyaudah habiskan minummu setelah itu kita pulang ke rumah. Olivia butuh obat ini”. Aku dan Bang Putra langsung pulang ke rumah dan gak kerasa waktu untuk mencari obat sampai 30 menit lebih karena jauh. Ketika sampai di rumah Mama Bang Putra langsng bertanya “Kamu udah dapet obatnya? Kok lama banget beli obatnya sayang?”. Bang Putra menjawab “Tadi aku ke klinik komplek sebelah gak ada obatnya. Aku coba cari di daerah Cirendeu juga gak ada. Akhirnya aku ke klinik Legoso dan ada obatnya”. Bule Reni mengelus rambut Bang Putra dan menjawab “Yaa ampun sayang kamu kenapa jauh banget naik sepeda sampe Legoso”. Bang Putra menjawab “Gak apa-apa tante yang penting Olivia bisa sembuh. Ayo Liv diminum obatnya aku udah gowes sepeda jauh untuk beliin kamu obat”. Aku menjawab “Aku juga Kak! Aku juga jauh-jauh menemani Bang Putra mencari obat untuk Kak Olivia hehehe”. Mamanya Bang Putra tiba-tiba melotot ke Bang Putra “Kamu kenapa ngajak-ngajak Bella pergi ke apotek sejauh itu Putra! Kamu nakal banget sih jadi anak! Bella itu masih kecil!”. Bang Putra menjawab “Tapi Bella sendiri yang mau ikut Ma. Jangan pukul aku Ma. Jangan pukul aku”. Kak Olivia langsung minum obatnya dan menjawab “Put makasih banyak ya. Kamu udah berjuang beliin aku obat. Bella makasih udah nemenin Bang Putra beli obat”. Bang Putra menjawab “Ngerepotin itu apa Ma? Apa artinya ngerepotin?”. Mamanya Bang Putra menjawab “Maksudnya Olivia makasih udah bikin kamu kesusahan jauh-jauh nyari obat buat dia”. Bang Putra menjawab “Ahh enggak aku biasa aja hehehe. Liat aku biasa aja kan Liv? Aku masih kuat gowes jauh”. Kak Olivia keliatan seneng dan bahagia ketika bersama Bang Putra “Kamu mah lemah naik sepeda kesitu aja udah cape hehehe”. Bang Putra menjawab “Hahaha kamu mah ngeremehin aku terus Liv”. (Bersambung…)
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD