Bertemu Lagi

1215 Words
Seharian ini suaminya tak ada kabar. Apa suaminya itu juga diperingati oleh sang mama agar fokus pada istri barunya dulu? Berkali-kali Fiona mengecek ponselnya, tak kunjung juga ada pesan atau pun telepon. Fiona menduga jika suaminya mendapatkan tekanan yang tak terbantah oleh mamanya. Fiona tak tahu saja, suaminya tengah sibuk bergumul dengan istri barunya. Yang bukan pertama kali suaminya itu sentuh, sudah selingkuh duluan sebelum menikah. Tak dapat jatah dari beberapa hari lalu, Fahri merasa biasa saja karena hasratnya bisa terpuaskan oleh Mika. Seharian ini—melanjutkan yang semalam, Fahri berkali-kali berhubungan suami istri dengan Mika. Seolah tak ada puasnya, melakukan dengan berbagai macam gaya yang tak pernah dia lakukan bersama Fiona. Fahri memang hanya mencintai Fiona, tetapi kalau untuk seks, Mika lah menurutnya yang paling hebat. Jika bersama Fiona, dia cukup bermain sekali saja dan berpelukan sepanjang malam. Desahan Mika memenuhi kamar hotel yang telah dia booking sebelumnya, menggunakan uang yang Fahri berikan. Fahri memberikan uang sebesar 10 juta rupiah, dan Mika booking hotel selama 2 malam untuk honeymoon mereka saat Fahri bilang tak ke mana-mana. Tak masalah bagi Mika mengeluarkan uang sebesar 2,8 juta rupiah, yang mana dapat kamar hotel yang cukup bagus menurutnya di Bogor sana. Sisanya masih banyak, dan dia juga akan mendapatkan uang bulanan rutin setelah ini. Mika yang berasal dari keluarga sederhana itu, paling hanya membeli tas seharga 2 juta yang paling mahal. Dia belum begitu paham perihal barang branded. Dengan pacar sebelum dijodohkan dengan Fahri, dia tak mendapatkan apa pun setelah diperawani bermodalkan cinta saja. Syukur lah Fahri mau menerimanya yang sudah tak perawan lagi itu. Bermodalkan pengalaman dengan sang mantan yang masih sering menghubunginya itu, Mika setidaknya bisa membuat Fahri ketagihan 'bermain' dengannya. "Ka-mu seperti ini juga dengan istri pertamamu itu, Mas?" tanya Mika di sela desahannya. Dia menyadari bahwa suaminya itu begitu bernafsu setiap berhubungan badan dengannya. "Minta lagi dan lagi?" Semalam mereka melakukannya hanya sekali, setelahnya Fahri tertidur duluan. Pagi hari, Mika terbangun karena lelaki itu telah menggerayanginya. Dua ronde di pagi hari seolah masih kurang, siang Fahri meminta lagi. Tidur siang sejenak, Mika terbangun lagi ketika Fahri kembali meminta dilayani. Mika hanya bisa pasrah dan dia merasa keenakan juga. Dia menyukai lelaki tampan itu, yang mana badannya juga kekar bagus. Mika menyukai sentuhan lelaki itu, lebih ahli dari mantan kekasihnya. Fahri mendongak. "Tentu tidak sama. Kamu tidak bisa dibandingkan dengan dia." "Ke-napa, Mas? Ahhh... " "Level kalian berbeda. Siapa emangnya kamu? Tidak pantas disandingkan dengan dia yang sempurna. Dan saya tulus mencintainya mau gimana pun keadaannya, tidak ingin dia lelah atau pun sakit. Tidak dengan kamu, saya hanya menyukai tubuhmu saja. Paham kamu?" Fahri terang-terangan berkata kepada Mika jika tidak mencintai perempuan itu, hanya tubuhnya saja. Mika mendecih di dalam hatinya, yang dia tetap tampilkan senyum menggoda kepada lelaki itu. "Nggak apa-apa, setidaknya kamu menggilai tubuhku ini. Sepertinya kamu lebih puas 'bermain' denganku dibandingkan dia. Enakan aku, 'kan?" Fahri tak menyahut. Dia terus mendorong miliknya lebih dalam—bergerak cepat dan meledak di dalam sana. Fahri segera mencabut miliknya, lalu menuju kamar mandi. Tangan Mika terkepal. Kesal rasanya Fahri begitu memuja istri pertamanya itu. "Lihat aja, Mas! Akan aku buat kamu hanya melihat ke arahku dan membuang perempuan itu." Mika tahu Fiona, telah mencari tahu tentang istri sahnya Fahri tersebut. Memang menurutnya perempuan itu cantik, akan tetapi sepertinya tak bisa memuaskan suami di ranjang. Apa gunanya jika hanya cantik saja? Mika juga tahu jika Fiona memiliki toko kue sederhana. Mika penasaran, apa yang membuat Fahri sepertinya begitu mencintai perempuan itu? Mika berniat membuat Fahri berpaling dari perempuan itu. Ingin menguasai Fahri sepenuhnya. Beberapa saat kemudian, Fahri keluar dari kamar mandi dengan handuk dililit pinggangnya. Lelaki itu memakai baju, dan setelahnya meraih ponselnya. Dia melirik Mika sekilas, sebelum melangkah ke arah balkon kamar. "Saya akan menelepon istri saya dan kamu jangan ganggu!" Fahri pun menghubungi Fiona, berkata jika dia disuruh mamanya mengajak istri barunya itu jalan-jalan. Dan Fiona percaya saja di seberang sana, mengira kalau semuanya atas tekanan dari mamanya mertuanya. Padahal, tak sepenuhnya juga, ada kebohongan suaminya yang tak Fiona ketahui. Yang Fiona tahu, suaminya itu adalah lelaki yang baik. Mereka teleponan lama, bahkan video call juga. Fahri memang setiap berpergian, tetap mengusahakan untuk menghubungi istrinya. "Aku mau izin keluar habis maghrib ya, Mas? Ketemu sama Anin. Mau tanya-tanya soal bazar juga." "Iya, Sayang. Tapi jangan pulang malam-malam banget, ya? Hati-hati bawa mobilnya." "Iya, Mas." "Besok aku pulang, sore atau malam udah di rumah karena Senin udah masuk kerja." Fiona mengangguk. "Maaf, kamu terpaksa tidur sendirian 2 malam ini." "Aku mengerti, Mas." Fiona memaksakan senyumnya. "Aku mau mandi dulu, ya? Nanti enggak lama habis maghrib langsung jalan." *** Minggu pagi, Fiona kembali jogging di car free day. Dia janjian dengan Anin jogging bersama, yang mana temannya itu tak ikut bazar karena tak sempat membuat apa yang hendak dijual. "Suami lo enggak suka jogging emangnya, Fi?" "Suka, kok. Cuma kadang mager aja dia. Mungkin karena kecapean kerja setiap hari kali, ya? Beda sama gue yang agak santai, suka-suka gue kapan ke toko kuenya. Bisa seharian di sana, dan kadang enggak ke sana." Fiona tak bercerita mengenai prahara rumah tangganya kepada siapa pun, termasuk kepada orang tuanya sendiri. Mamanya biar tahu kalau rumah tangganya baik-baik ssaja, biar tenang di Jogja sana. Ya... mamanya Fiona memang sekarang memilih menetap di Jogja menikmati masa tuanya. Di daerah kelahirannya sendiri. Fiona pun dulu juga lahirnya di Jogja. "Fi, kayaknya gue mau siap-siap cari cowok baru deh! Kali nanti ketemu pas lagi jogging begini." Fiona spontan menoleh. "Lo udah bulet keputusannya untuk pisah? Enggak pikir-pikir lagi?" Anin semalam cerita banyak sampai menangis. Suaminya terbukti selingkuh dan Anin ingin berpisah saja. Kasihan sekali temannya itu. Suaminya selingkuh dengan anak kuliahan. Perempuan itu bahkan dikuliahkan oleh suaminya. Sudah cukup lama selingkuh, sejak Anin hamil. Perempuan tersebut sudah dibelikan apa saja oleh suaminya. Sudah pasti perselingkuhan mereka sudah jauh hubungannya, bukan sekedar berbalas pesan dan jalan saja. Anin tak bisa menerima. Untung saja, belakangan ini dia banyak menguras harta suaminya. Tapi, tetap saja suaminya ada simpanan uang lainnya. "Selingkuh itu ibarat penyakit yang bisa kambuh kapan aja. Nggak!! Yang gue bilang semalam, enggak akan berubah. Gue udah tekad sama keputusan gue. Gue juga udah mikirin harus gimana ke depannya." "Gue do'ain yang terbaik buat lo ya, Nin. Semoga prosesnya berjalan lancar dan diberikan kemudahan. Aamiin." Saat keduanya sedang duduk istirahat sejenak, Anin meliat seorang lelaki yang sedang berdiri membeli minuman tak jauh dari mereka. "Ada cowok cakep, Fi!" Anin menyenggol lengannya Fiona. Fiona melotot. "Belum sah, ya!! Enggak boleh menggatal kalau belum resmi pisah." Anin terkekeh. Tapi, tatap matanya tetap tak beralih dari lelaki tersebut, yang saat ini tengah meneguk air mineral. "Tapi, Fi, gue kayaknya familier sama mukanya. Pernah ngelihat di mana, ya?" Fiona acuh saja, tak menoleh ke arah tatap matanya Anin. "Eh, dia ngeliat ke arah sini, Fi! Karena kita berdua cakep kali, ya? Notice sama keberadaan kita." Fiona geleng-geleng kepala, tak heran dengan tingkat kepedean temannya itu. Hingga saat tak sengaja menatap ke arah depan, tatapannya beradud dengan seseorang yang dikenalnya. Rasyid. Fiona tersenyum tipis ketika lelaki itu tersenyum kepadanya. "Dia senyum ke arah sini, Fi!" "Kak Rasyid itu, seniornya kita waktu kuliah dulu. Lo mungkin tahu dia juga." "Lo kenal?" Fiona mengangguk dan bersamaan dengan itu Rasyid berjalan mendekat ke arah mereka. "Hai, Fi, ketemu lagi kita."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD