Lebih Tepatnya Bukan Masalah

3574 Words
Komi yang saat itu sudah menceritakan apa yang di alaminya tadi kembali di tanya oleh Frins karena meskipun Komi menceritakan apa yang di alaminya, sebenarnya Komi belum menceritakan inti dari ceritanya yang membuat Buyi jadi merasa kecewa dan marah kepadanya sehingga saat itu Frins pun tentu saja langsung mencoba menanyakannya lagi, agar Komi bisa menceritakan semua yang Komi alami termasuk bagaimana dia bisa mendapatkan permasalahan dengan Buyi saat itu, dan karena Frins sudah bertanya kembali tentu saja Komi kembali bercerita saat itu. " Ya kau benar Frins itu memang hal yang aku alami tapi bukan hal.yang membuat aku memiliki masalah dengan Buyi, jadi baiklah aku akan kembali menceritakannya sekrang. Setelah semua itu berakhir sebenarnya aku tidak tahu jika apa yang aku alami sebenarnya hanya mimpi, yang aku pikirkan adalah aku menganggap jika tadi aku sudah bangun pagi-pagi sekali aku melakukan aktifitas pagi ku yaitu berolahraga pagi tadi dan karena kejadian yang ada dalam mimpi ku begitu sangat nyata sampai aku memang benar-benar menyangka jika aku baru bangun jam 10 karena aku kembali beristirahat setelah berolahraga tadi, tapi kenyataan bukan seperti itu ibu ku mengatakan jika aku baru bangun ketika waktu sudah menunjukan jam 10 dan aku baru sarapan saat itu, awalnya aku bercerita jika aku bangun jam 10 karena itu adalah istirahat buku yang kedua karena merasa kelelahan setelah tadi berolahraga tapi ibu ku dengan perkataannya yang kecewa bicara jika aku baru bangun ketika waktu sudah menunjukan jam 10 dan langsung menganggap jika aku bekerja terlalu keras kembali dan tentu saja beristirahat di waktu yang sangat larut malam, mendengar hal tersebut tentu saja aku yang sebenarnya masih mengira jika aku tidak bermimpi tadi mencoba untuk menjelaskan sesuatu kepada Buyi, tapi Buyi begitu bicara dengan nada yang kecewa dan jika aku kembali mencoba bicara apa yang aku alami tentu saja sepertinya itu akan percuma. Selain itu aku pun berpikir jika tak mungkin ibu mengarang semua cerita ini bahkan sampai marah kepada ku, sehingga yang aku lakukan saat itu tentu saja berdiam diri saja menerima jika semua itu memang aku yang salah, tapi aku yang mengakui kesalahan ku tak bisa membendung rasa kecewa yang aku rasakan sehingga yang ibu lakukan tadi langsung saja meninggalkan ku dengan perasaannya yang tentu saja kecewa sekaligus marah pada ku. Itulah yang masalah yang aku alami sekarang bisa di bilang sebenarnya ini bukan masalah tapi ini hanya sebuah ke salah pahaman saja antara aku dan ibu, tapi sepertinya ibu sudah terlanjur kecewa dan marah pada ku sekarang jadi tujuan ku kemari tentu saja untuk meminta bantuan mu agar kau bisa menolong ku menceritakan apa yang aku alami, tapi sepertinya itu bukan hal yang penting dan yang lebih penting sekarang aku hanya ingin meminta bantuan pada mu agar kau bisa membujuk ibu agar dia bisa memaafkan ku,"ujar Komi menceritakan lagi hal apa yang saat itu membuat dirinya bisa membuat Buyi salah paham. " Aku bisa mengerti dengan apa yang ibu rasakan pada mu Komi dan aku juga bisa merasakan apa yan kau rasakan Komi, karena ini hanya salah paham tentu saja ibu tidak akan sampai marah terlalu lama pada mu Komi, dan jika ibu memang marah pada mu dia hanya marah karena kaget saja bukan marah karena tak ingin memperhatikan mu lagi Komi, tentu saja kau bisa mencoba untuk bicara lagi padanya kan Komi? kau pasti bisa melakukannya, ibu tidak akan sampai berlarut-larut dalam rasa marah dan kecewa nya pada mu, ibu hanya membutuhkan sedikit waktu untuk bisa menerima jika kau melakukan hal yang kurang disukainya kembali, tapi karena ini hanya sebuah salah paham tentu kau bisa menjelaskannya perlahan dan ibu pun tentu saja akan memaafkan mu Komi, aku yakin kau bisa bicara padanya,"ujar Frins saat itu mengatakan jika Komi akan bisa menjelaskan ke salah pahaman diantara mereka saat itu, dan yakin jika ibu akan memberikan maaf kepada Komi. " Ya aku sudah mencoba bicara kepada nya tadi, dan ketika aku barusan berangkat pun dia menunjukan respon yang begitu berbeda Frins dia sangat acuh pada ku tentu saja itu menunjukan jika dia begitu sangat marah pada ku. Tapi kenapa kau menyuruh ku kembali bicara kepadanya dan tidak menjawab jika kau akan mengunjungi rumah ku untuk ikut bicara kepada ibu Frins? apa kau tidak ingin melakukan itu? atau mungkin kau tak ingin membantu ku?"ujar Komi bertanya. " Tidak Komi, tidak seperti itu aku hanya menyarankan saja karena sepertinya kau yang anaknya sendiri bisa menyelesaikan masalah ini dan tentu saja kau tak akan kesulitan untuk mendapatkan hati ibu Komi, kau anaknya tentu saja kau yang lebih tahu mengenai bagaimana caranya memenangkan kembali hati ibu mu dibandingkan aku yang tentu saja bukan siapa-siapa. Apa yang kau pikirkan meminta tolong pada mu Komi, seharusnya jika ada orang yang harus kau tolong aku lah orang nya Komi, maksud ku semisal aku ingin mendekati ibu mu, tentu saja aku yang akan meminta tolong pada mu agar bisa mendekatkan aku kepada ibu mu Komi. Dan untuk masalah ini tentu saja kau akan bisa bicara langsung kepada ibu mu dan tentu saja akan mendapatkan pintu maaf dari nya kau tidak perlu aku Komi,"ujar Frins menjelaskan jika saat itu Frins bukan tidak ingin menolong Komi, tapi Komi tentu saja akan bisa menjadi orang yang bisa mendapatkan perhatian ibunya tanpa bantuan Frins. " Kau memang bukan keluarga kami tapi ibu sudah menganggap mu sebagai anaknya sendiri Frins, aku tahu aku ini anaknya tapi Frins seorang ibu sepertinya akan lebih sangat dekat dengan anak perempuannya dibandingkan dengan anak laki-laki nya, termasuk ibu ku Frins dia begitu sangat menginginkan kehadiran mu makannya dia begitu dekat dengan mu, memang kau bukan keluarga kami yang asli tapi ibu ku sepertinya sudah menganggap mu sebagai anak nya sendiri. Dan sekarang aku juga yakin jika perlahan aku bisa membuat ibu ku memaafkan aku tapi yang aku khawatirkan adalah ibu ku terus saja memikirkan mengenai diriku yang melalukan lagi kesalahan sehingga dia memikul beban pikiran yang akan membuat kesehatan nya menurun sehingga bisa saja membuat dia sakit, itu yang aku takutkan Frins makannya sekarang aku datang kemari untuk meminta pertolongan mu. Tujuannya jelas aku yang meminta pertolongan mu ini karena ingin ibu secepatnya mengerti dengan apa yang sebenarnya aku alami kemarin, sehingga ibu tidak memikul beban pikiran, tapi karena kau sudah menjawab seperti ini yang dengan secara tidak langsung seperti nya kau tidak bisa menolong ku tentu saja aku tidak memaksa mu Frins, jadi sekarang terima kasih untuk minum yang sudah kau sajikan dan terima kasih juga untuk waktu ku Frins, maaf aku mengganggu mu. Sekarang aku pamit untuk pulang saja karena aku berpikir ada perasaan seseorang yang harus aku hibur agar dia bisa memaafkan ku,"ujar Komi dengan wajah yang begitu jelas menunjukan perasaan kecewanya saat itu. Tanpa bicara apa-apa lagi Komi pun langsung saja beranjak dari tempat duduknya karena sudah pamit untuk pulang tapi Komi gak menduga akan ada sesuatu yang terjadi saat itu. " Maaf Komi aku tidak bermaksud untuk membuat mu kecewa karena jawaban ku, maksud ku bukan menolak pemintaan tolong mu aku hanya memberi saran dan pandangan saja jika sebenarnya kau yang menjadi anak kesayangan dari ibu pasti bisa menyelesaikan ke salah pahaman ini Komi, tapi meskipun aku bicara seperti itu bukan berarti aku tidak ingin menolong mu, aku tentu saja ingin menolong mu Komi aku akan ikut bersamaku untuk pulang agar bisa menemani ibu untuk berbincang, tak apa-apa kan Komi?"ujar Frins saat itu sambil memegang tangan Komi yang saat itu sudah mulai berjalan menjauh dari Frins. " Ya aku paham dengan apa yang kau katakan Frins, dan jika aku pikir lagi benar apa yang kau katakan sebenarnya mungkin aku bisa membuat ibu tenang dan mendengarkan ucapan ku hanya saja mungkin aku terlalu cepat menyerah untuk berusaha sehingga aku mengambil jalan pintas saja untuk menyelesaikan masalah yang sebenarnya hanya sebuah ke salah pahaman ini. Maaf Frins lain kali aku akan berusaha sebelum mengambil jalan pintas seperti ini, agar aku tak mengganggu mu karena masalah yang kecil ini, maaf Frins. Jika kau sekarang memang sedang tidak sibuk tentu saja kau boleh ikut dengan ku, tapi jika kau sedang memiliki sebuah pekerjaan yang membuat mu sibuk tentu saja lebih baik sekarang kau diam saja disini dan selesaikan semua pekerjaan Frins, karena saran mu barusan aku jadi mendapatkan rasa percaya diri jika aku tentu saja akan bisa menyelesaikan salah paham ini sendiri,"ujar Komi saat itu bicara santai meskipun masih bernada sedikit kecewa bahkan seperti tersinggung karena ucapan Frins, sehingga Komi pun menjawab jika Frins sibuk dirinya tak usah memaksa untuk membantu Komi. " Yasudah jika seperti itu aku akan bersiap dulu sebentar aku hanya akan mengambil pakaian hangat saja, tunggu sebentar Komi,"jawab Frins singkat sengaja tidak menjawab perkataan Komi panjang lebar agar Frins tidak terus membuat Komi merasa tersinggung atas ucapan nya. Frins pun langsung saja pergi masuk ke dalam kamarnya saat itu dengan maksud ingin mengambil pakaian hangatnya karena akan ikut pergi bersama Komi ke rumahnya bertujuan untuk bicara kepada Buyi jika semua yang terjadi di antara mereka adalah salah paham. " Baiklah Komi, aku siap. Kita bisa pergi sekarang,"ujar Frins ketika sudah memakai pakaian hangat menghampiri Komi. " Ya Frins,"jawab Komi singkat. " Maaf Komi aku tidak bermaksud menyinggung perasaan mu, aku sadar jika sepertinya perkataan ku memang menyinggung perasaan mu, tapi sungguh aku tak sengaja menyinggung mu dengan bicara seperti itu yang aku maksud kan hanya ingin memberikan mu semangat terhadap apa yang sedang kau hadapi, aku mengerti dengan perasaan mu yang merasa khawatir dengan keadaan Buyi jika dirinya terus-menerus memikul beban pikiran. Kau anak yang baik Komi, begitu sangat memikirkan perasan ibu mu, maaf aku salah bicara tapi berjanji jika kesalahan ku ini tidak akan kembali aku lakukan Komi,"ujar Frins dalam hatinya saat berada di jalan menuju ke rumah Komi saat itu. " Sial aku baru ingat jika tadi aku sempat memikirkan mengenai buku spesial yang sepertinya kembali aku lupa untuk menyimpannya dengan aman agar tak terlihat oleh siapapun termasuk ibu. Mungkin sebaiknya aku memacu kendaraan ku dengan lebih cepat aku khawatir jika kejadian tadi pagi kembali terjadi lagi dimana ibu sudah ada di kamar ku sambil memegang buku spesial itu. Ya ini sepertinya hal yang harus aku lakukan sekarang,"ujar Komi ketika fokus berkendara sambil langsung saja memacu kendaraannya lebih cepat saat itu. Beberapa saat kemudian ketika Komi memacu kendaraannya dengan lebih cepat dari biasanya tanpa sadar membuat Frins merasa takut sehingga berpegangan memeluk Komi lebih kuat. " Apa perkataan ku tadi begitu sangat membuat mu marah sampai kau memacu kendaraan mu dengan sangat tidak biasa seperti ini Komi?"ujar Frins dalam hati sambil merasa takut karena Komi yang memacu kendaraannya dengan lebih cepat dari biasanya. Karena Komi memacu kendaraannya dengan cepat saat itu tak perlu waktu lama bagi mereka sehingga Komi pun bisa sampai di rumahnya dengan selamat tanpa ada sebuah halangan yang membuat dirinya berada di perjalan lebih lama, meskipun mereka sampai di rumah dengan pakaian mereka yang cukup kusut karena angin kencang yang menerjang mereka di jalan tadi. " Kau benar-benar tersinggung dan marah seperti ini kepada ku Komi? sampai ketika kita sudah sampai pun kau tak bicara apapun dan langsung saja meninggalkan ku,"ujar Frins dalam hati ketika sudah sampai di rumah dan turun dari kendaraannya dengan Komi yang saat itu tanpa sepatah kata pun bicara apa lagi melihat Frins. Meskipun sebuah rasa kecewa dan sakit hati Frins rasakan saat itu tapi Frins tidak sampai langsung bicara apa lagi langsung marah me.pertanyakan sikap Komi yang begitu sangat acuh padanya saat ini, Frins mencoba untuk mengerti jika apa yang Komi lakukan saat ini di karenakan perkataan Frins yang sepertinya begitu sangat menyinggung perasaan Komi tadi sehingga Frins pun mengakui kesalahannya tersebut tanpa mempertanyakan apapun kepada Komi yang saat ini terlihat langsung masuk ke dalam ruang tanpa mengucapkan apa lagi mengajak Frins masuk mengikutinya. Tapi meskipun begitu Komi yang sudah masuk ke dalam rumah tidak membuat Frins bingung karena baru saja Komi masuk ke dalam rumah, Buyi langsung terlihat keluar dari rumah dan bertanya. " Frins kenapa kau ada di sini dan tidak masuk? kemana Komi? kau kemari pasti dengan Komi kan?ujar Buyi menyambut Frins dengan pertanyaan. " Oh ya Bu aku datang kemari bersama Komi, tapi Komi seperti sedang terburu-buru barusan jadi dia meninggalkan aku di sini. Oh ya bu Komi seperti orang yang segitu sangat khawatir barusan karena Komi terlihat sangat buru-buru masuk, barusan aku masih merasa sedikit gerah karena memaki pakaian tebal ini di saat hari bercuaca terik jadi aku tak memutuskan untuk masuk dan mencoba mencari udara segar terlebih dahulu di sini sebentar, tapi kau malah sudah keluar tak berselang lama ketika Komi baru saja masuk bu. " Oh ibu pikir kau sedang memiliki sedikit masalah dan salah paham dengan Komi sehingga Komi tega meninggalkan mu di sini, padahal ibu sudah merasa marah dan kesal padanya Frins tapi jika seperti itu kejadiannya yaudah Frins ayo kita masuk, kau sudah tidak meras gerah lagi kan?"ujar Buyi. " Ah haha tak perlu seperti itu bu Komi begitu memperlakukannya dengan sangat baik bu. Ya baik bu,"jawab Frins sambil mengikuti Buyi yang menarik nya untuk masuk ke dalam ruang saat itu. Di dalam rumah pun Frins sudah tidak melihat Komi yang ketika tadi baru saja sampai langsung meninggalkan Frins sendirian tanpa sepatah katapun di luar, hal tersebut tentu saja membuat Frins merasa lebih tidak enak karena kuat dugaan jika Komi bisa sampai bersikap seperti ini karena Komi yang benar-benar keras tersinggung dengan ucapan Frins tadi. " Sepertinya Komi memang merasa sangat marah dan sangat kecewa dengan perkataan yang aku bicarakan tadi, sebaiknya aku meminta maaf padanya nanti dan menjelaskan jika apa yang aku katakan tidak bermaksud menyinggung apa lagi bermaksud untuk menolak permintaan tolong mu Komi,"ujar Frins dalam hatinya. " Frins kenapa kau baru mengunjungi ibu kembali? apa kau tidak memikirkan jika ibu merasa rindu pada mu? ini kau kemari pasti karena kau di ajak oleh Komi kan Frins? apa yang dia katakan pada mu sehingga kau mau di ajak kemari?"ujar Buyi langsung bertanya. " Ah haha tidak bu tidak seperti itu, Komi tidak bicara apapun pada ku justru aku kemari karena keinginan ku sendiri dan karena kau juga salah jika kau mengatakan aku yang tidak memikirkan mu bu, aku kemari karena aku juga merasa rindu pada mu bu, jadi tadi siang aku menelepon Komi jika aku sedikit merasa bosan ada di rumah sendirian di karenakan orang tua ku yang masih belum pulang karena bekerja di luar kota, dan Komi begitu sangat baik bu karena tanpa bertanya apa lagi menolak ku dia langsung datang ke rumah untuk menjemput ku bu, dan pada akhirnya ini lah aku yang sudah bersama dengan orang yang aku rindu hehe,"ujar Frins sambil memeluk manja Buyi saat itu meskipun dengan jawaban Frins yang saat itu bohong kepada Buyi, tapi dirinya bicara bohong seperti itu tentu saja karena dirinya yang berniat ingin membuat perasaan Buyi kembali senang tanpa ingat jika dirinya sedang merasa marah dan kesal. " Oh sayang kau itu bisa saja membuat ibu senang Frins, terima kasih jika kau juga memang memikirkan dan merindukan ibu Frins ibu sangat senang sekali, oh karena orang tua mu masih belum kembali juga kau menginap di sini saja untuk malam ini ya Frins? tidak apa-apa kan? kau tenang saja kamar Komi bisa kembali kau pakai untuk beristirahat biarkan Komi tidur diluar,"ujar Buyi langsung saja memuji Frins yang begitu sangat bisa membuat Buyi merasa senang, dan langsung saja meminta Frins agar dirinya tidur di rumahnya kembali untuk malam ini. " Ah haha kau bisa saja bu, aku hanya mengunjungi mu bu bagaimana aku membuat mu senang. Dan untuk itu tidak usah bu, aku akan mengunjungi mu saja lagi ketika hari siang, kasihan jika aku menginap di sini lagi Komi yang menjadi korban karena dia yang harus tidur di luar sementara kamarnya aku yang seenaknya menempati bu, tidak usah bu tidak apa-apa,"ujar Frins menolak dengan halus perkataan Buyi. " Memang seperti itu yang ibu rasakan Frins kau begitu sangat membuat ibu senang, dengan kau yang ingat ibu saja ibu sudah senang apa lagi kau yang sampai merelakan waktu sibuk mu bekerja untuk mengunjungi ibu, tentu saja ibu sangat senang dengan apa yang kau lakukan ini Frins, terima kasih. Tidak apa-apa Frins kau tak usah cemaskan dia karena dia sudah bisa beristirahat di luar, jadi tak akan menjadi masalah jika kau menginap di sini dan menempati kamarnya kau tenang saja Frins,"ujar Buyi kembali menjawab dengan berterima kasih, lalu menegaskan jika Frins tidak usah memikirkan meskipun Frins menempati kamarnya untuk beristirahat ketika menginap di rumahnya. " Terima kasih kembali bu aku merasa sangat senang jika kau merasa senang dengan adanya aku yang sebenarnya hanya mengunjungi mu.Terima kasih bu, tapi aku tidak apa-apa aku akan mengunjungi mu saja ketika hari masih siang bu,"ujar Frins. " Yasudah Frins jika kau memang bicara seperti itu tentu saja ibu tidak bisa memaksa mu untuk menginap disini, karena dengan kau yang mengunjungi ibu saja sudah membuat ibu merasa senang Frins. Oh ya Frins tidak terasa jika ini sudah kembali sore kau mau bantu ibu untuk menyiapkan makanan untuk kita makan malam Frins?"ujar Buyi lalu bertanya. " Oh ya bu baik, tentu aku akan membantu mu. Tapi Komi?"ujar Frins lalu bertanya mengenai Komi. " Kenapa dengan Komi Frins? dia tak ada di sini kan jadi kau tak usah memikirkannya, ayo kita ke dapur Frins,"ujar Buyi. " Y-ya baik bu,"jawab Frins sambil mengikuti Buyi ke dapur. Sepertinya apa yang aku katakan memang benar, Komi merasa sangat kecewa dengan apa yang sudah aku katakan tadi sehingga dia tak sedikit pun ada di antara kami sekarang. Maafkan aku Komi, aku tak mengira jika apa yang aku katakan akan berakibat sangat fatal seperti ini hingga membuat mu merasa marah kepada ku maaf Komi,"ujar Frins ketika berjalan ke dapur saat itu begitu merasa bersalah kepada Komi karena perkataan yang begitu sangat berakibat fatal sampai membuat Komi begitu marah kepadanya. Di samping Frins yang membantu Buyi menyiapkan makanan di dapur, Komi yang saat itu di kamar sebenarnya sedang membereskan kamar yang dalam keadaan berantakan, karena Komi yang tidak sempat membersihkannya tadi. " Aku lupa ternyata aku sudah menyimpan buku spesial yang aku miliki di tempat aman huuh, dasar Komi kau sangat pelupa. Aku sepertinya sudah tidak perlu ada yang di pikirkan karena semuanya sudah beres dan buku spesial yang aku miliki pun sepertinya sudah ada di tempat yang aman tidak akan sampai diketahui boleh orang lain. Aku khawatir jika ibu meminta Frins untuk menginap lagi di kamar ku, tapi jika sudah seperti ini tentu saja aku tidak perlu khawatir lagi karena semuanya sudah aman meskipun misalnya kamar ini akan di tempati Frins tidur lagi malam ini, aku tidak perlu khawatir lagi,"ujar Komi saat itu bicara dalam hatinya sambil berniat untuk keluar saja dari kamar untuk menghampiri Frins. Tapi ketika Komi keluar dari kamarnya Komi baru sadar jika dirinya tadi sepertinya langsung meninggalkan Frins diluar ketika baru saja turun dari kendaraan sehingga tentu saja Komi pun merasa sedikit panik. " Oh sial aku begitu sangat panik dan cemas mengenai buku spesial yang aku lupakan padahal sudah di simpan di tempat yang akan, sampai aku melupakan Frins yang sebenarnya aku bawa tadi. Sial, sial maaf Frins aku sangat ceroboh dan bodoh,"ujar Komi sambil langsung saja berjalan cepat keluar rumah untuk kembali menghampiri Frins yang tak sengaja dirinya tinggalkan di luar rumah karena Komi yang merasa khawatir mengenai buku spesial nya saat itu. Tapi ketika Komi sudah membuka pintu rumahnya melihat ke dekat kendaraan dimana tentu saja Frins turun tadi, tidak ada tanda-tanda orang di sana. " Frins sudah tidak ada? kemana dia?"ujar Komi. Melihat tidak ada tanda-tanda orang di dekat kendaraannya saat itu Komi pun langsung saja masuk ke dalam rumah sambil memanggil Frins, dan Buyi mencoba menanyakan apakah Frins ada bersamanya atau tidak. " Bu, bu, dimana kau aku tadi kemari membawa Frins tapi aku,"ujar Komi sambil akan masuk ke dapur. Tapi seketika Komi berhenti bicara karena baru saja sampai di pintu dapur Komi sudah melihat Frins yang tengah bercanda gurau bersama Buyi sambil sepertinya menyiapkan makanan yang akan mereka masak saat itu. " Syukurlah sepertinya ketika aku lupa mengajak Frins masuk, ibu sigap keluar rumah untuk menyambut Frins. Maaf Frins aku benar-benar sangat cemas dengan buku spesial yang aku miliki sampai aku melupakan mu tadi, tapi syukurlah sepertinya Frins langsung kau hampiri dan bawa masuk sehingga tidak membuatnya sakit hati karena perlakuan ku yang tak baik,"ujar Komi ketika melihat Frins dan Buyi sedang bercanda gurau di dalam dapur saat itu. Dan yang di lakukan Komi setelah melihat Buyi dan Frins yang sedang bercanda gurau langsung saja kembali pergi ke kamarnya. " Lebih baik aku tidak mengganggu mereka yang sedang bercanda gurau agar situasi menjadi hangat dan ibu pun bisa melupakan suasana hatinya yang masih saja merasakan kecewa dan marah kepada ku, semoga saja dengan mereka yang bercanda gurau seperti itu ibu bisa melupakan rasa kesalnya pada ku dan tentu saja akan mudah mendengarkan perkataan ku lalu memaafkan ku,"ujar Komi saat itu sambil berjalan pergi dari dapur langsung menuju ke kamarnya. Komi yang saat itu sengaja meninggalkan mereka begitu sangat senang karena apa yang dirinya katakan mengenai Frins yang begitu sangat bisa mendapatkan dan meluluhkan hati Buyi sangat tepat, dan bahkan sepertinya Frins dengan mudah bisa menenangkan perasaan Buyi. " Apa yang aku katakan pada mu tadi Frins? aku memang tahu jika aku bisa membuka hati Buyi perlahan hingga dia bisa memaafkan ku, tapi aku tidak bisa menunggu agar Buyi membuka hatinya untuk memaafkan ku dan membiarkan dia memiliki beban pikiran yang bisa saja membuat dia sakit. Maka dari itu aku begitu sangat berharap pada mu agar kau bisa dengan cepat membuat ibu merasa senang,"ujar Komi dalam hatinya saat itu sambil dirinya yang membaringkan saja dulu tubuhnya di tempat tidur.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD