Komi yang saat itu begitu sangat bingung dengan apa yang di alaminya saat itu tentu saja memikirkan ada sebuah cerita atau mungkin sebuah petunjuk apa di dalam semua kejadian yang begitu sangat membaut dirinya bingung ini, Komi merasa bersalah dengan dirinya kepada Buyi saat itu karena atas perbuatannya Komi membuat Buyi merasa kecewa dan sepertinya marah saat ini. Di balik rencananya untuk meminta maaf kepada Buyi saat itu tentu saja Komi juga jadi terpikir mengenai apa yang sebenarnya Komi sedang lalui, apakah memang ada sebuah cerita di balik mimpinya tadi, atau mimpi yang Komi alami hanya sebuah mimpi yang tentu saja sebagai bunga tidur saja.
" Entahlah apa yang harus aku lakukan sekarang tapi yang ada dalam pikiran ku adalah bagaimana cara agar aku bisa membuat ibu tidak terus saja marah dan kecewa pada ku. Aku merasa sangat tak enak karena ibu menganggap jika aku berbohong dan yang barusan aku katakan adalah hal yang tak benar, aku harus bisa mendapatkan hatinya agar dia memaafkan ku dan bisa percaya dengan apa yang aku alami tadi. Apa aku harus bicara mengenai mimpi yang aku alami barusan saja kepada ibu?"ujar Komi mencoba merencanakan sesuatu mengenai dirinya yang ingin meminta maaf kepada Buyi saat itu.
Tapi saat itu Komi yang saat itu merasa bingung dengan apa yang harus di lakukannya agar bisa mendapatkan hati Buyi tak langsung bisa mendapatkan ide, sehingga yang di lakukan Komi saat itu hanya mengalihkan saja perhatiannya dulu ke buku spesial yang di milikinya, meskipun dia sendiri yang menulis mengenai buku tersebut Komi tetap saja merasa tertarik dengan buku tersebut sehingga ketika Komi memiliki waktu luang atau ingin melanjutkan menulis di buku tersebut, hal yang Komi lakukan terlebih dahulu yaitu membaca buku tersebut untuk memancing kreatifitasnya dan tentu saja untuk memancing semangatnya terlebih dahulu. Hingga ketika Komi membaca buku spesial yang di milikinya itu Komi pun tiba-tiba merasa ada sebuah perasaan yang masuk ke dalam dirinya, bersama dengan bisikan yang begitu sangat bisa membuat Komi tenang dan nyaman, bisikan tersebut begitu sangat lembut sehingga perasaan Komi terlarut di dalamnya, dan seketika Komi langsung saja merasa begitu sangat nyaman dan dengan tiba-tiba Komi bisa mendapatkan sebuah inspirasi yang masuk ke dalam kepalanya, di barengi dengan semangat yang langsung saja Komi rasakan sehingga membuat Komi siap untuk menulis kembali di buku spesialnya tersebut.
Tapi ketika Komi begitu sangat merasa semangat untuk menulis kembali di buku spesialnya tersebut pemikiran Komi langsung kembali teralihkan dengan dirinya yang saat itu ingat jika sekarang ini Komi sedang membuat Buyi kecewa hingga membuat Buyi meninggalkannya begitu saja tadi, bahkan mungkin saja Buyi marah kepada Komi, sampai dirinya yang saat itu siap dan bersemangat untuk melanjutkan buku spesialnya tersebut pun tiba-tiba diam karena semangat yang Komi rasakan langsung hilang, dan sekarang perasaan Komi pun langsung saja menjadi bingung kembali memikirkan apa yang harus Komi lakukan untuk membuat Buyi bisa seperti biasa, atau lebih tepatnya tentu saja memaafkan Komi. Ketika Komi begitu sangat memikirkan cara untuk meminta maaf kepada Buyi, Komi tiba-tiba ingat dengan Frins yang selama ini sudah begitu sangat membuat Buyi senang bahkan saking senangnya Buyi sampai dengan sangat ramah menyuruh Frins tidur di rumah mereka beberapa hari yang lalu ketika hujan turun dengan cukup deras yang tentu saja membuat Frins tidak bisa pulang di karenakan hujan yang turun cukup deras tersebut. Ingat dengan Frins yang begitu sangat akrab dengan Buyi, Komi pun tiba-tiba langsung saja berpikir jika dirinya mungkin bisa meminta bantuan kepada Frins untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya dan meminta maaf agar Buyi tidak merasa kecewa apa lagi marah kepada Komi, dan saat itu pun Komi pun langsung saja menelepon Frins.
" Frins, apa kau sedang sibuk? maaf aku tiba-tiba menelepon mu,"ujar Komi ketika Frins sudah mengangkat teleponnya saat itu.
" Ini suatu kejutan karena kau menelepon ku di waktu yang sebenarnya siang, dan waktu ini mustahil untuk mu menelepon ku Komi haha. Ya Komi ada apa? aku tidak terlalu sibuk dengan pekerjaan ku, mungkin ada yang bisa aku bantu?"ujar Frins menjawab dengan nada candaan dan langsung saja bertanya tujuan Komi meneleponnya saat itu.
" Oh haha maaf Frins aku menelepon mu tiba-tiba tapi sepertinya aku ingin meminta tolong pada mu Frins, jika kau memang tidak sedang sibuk aku akan berangkat ke rumah mu sekarang juga,"ujar Komi.
" Wow tunggu dulu Komi kenapa kau begitu sangat terdengar terburu-buru apa ada sesuatu yang terjadi atau mungkin kau alami? maaf jika aku salah aku hanya mencoba untuk bertanya saja disini, apa ini berhubungan dengan ibu Komi?"ujar Frins menahan dulu Komi karena dirinya yang terdengar terburu-buru, dan bertanya ada masalah apa sehingga Komi terburu-buru seperti ini.
" Ceritanya panjang Frins, dan apa yang kau katakan benar masalah yang sedang aku hadapi ini berhubungan dengan ibu, dan sebenarnya bukan sebuah masalah yang besar Frins tapi entahlah menurut ibu, karena dia sekarang begitu merasa kecewa bahkan mungkin saja ibu marah kepada ku Frins. Aku ingin meminta bantuan pada mu agar ibu bisa mendengarkan apa yang aku sudah alami sehingga sepertinya membuat ibu merasa kecewa, jika kau bisa membantu ku sepertinya aku akan ke rumah mu sekarang dan ceritakan semua nanti saja di rumah mu. Bagaimana Frins? maaf jika aku mengganggu mu tapi kau adalah orang yang ibu ku sayangi dan percaya tentu saja sepertinya ibu akan mendengarkan apa yang kau katakan dan kau bisa membantu ku meminta maaf kepada ibu Frins,"ujar Komi menjelaskan sedikit apa yang dirinya hadapi sehingga membuat Buyi marah, dan kembali bertanya bersedia atau tidakkah Frins membantu Komi meminta maaf kepada Buyi saat itu.
" Aku mengerti dengan apa yang kau maksudkan Komi, tapi aku belum mengerti dengan awal permasalah yang kau hadapi sehingga bisa membuat ibu kecewa dan marah kepada mu seperti apa yang kau katakan, tapi sepertinya kau bisa datang kemari saja Komi aku kebetulan sedang tidak sibuk jadi kau bisa kemari saja sekarang, tapi sebelum aku membantu mu tentu kau harus menceritakan seluruh hal yang bisa membuat mu bersalah seperti ini dengan Buyi Komi,"ujar Frins saat itu bersedia untuk di kunjungi Komi, tapi Komi harus menjelaskan mengenai hal yang membuatnya memiliki masalah dengan Buyi sebelum Frins bersedia untuk membantunya saat itu.
" Ya terima kasih Frins, tentu saja aku akan menceritakan semua hal yang berujung masalah seperti ini kepada mu nanti, agar kau mengerti dan tentu saja bisa membantu ku dalam menyelesaikan masalah ini. Yasudah Frins aku pamit, aku akan berangkat ke rumah mu sekarang, terima kasih Frins,"ujar Komi sambil dirinya yang langsung menutup teleponnya dan bersiap untuk pergi ke rumah Frins.
Ketika Komi melewati ruang tengah dimana Buyi terlihat ada di sana sambil menikmati acara tv, Buyi sepertinya masih merasa kecewa kepada Komi sehingga meskipun saat itu Buyi yang tentu saja mendengar langkah kaki Komi, tidak peduli dengan itu jangankan untuk bertanya melihat saja tidak, yang Buyi lakukan saat itu tentu saja sangat berbeda dengan biasanya dimana Buyi yang begitu sangat perhatian dan begitu sangat memperhatikan kepada Komi pergi jadi begitu sangat aduh saat itu, tapi Komi tidak merasa aneh karena Komi mengerti dengan kekecewaan Buyi yang saat itu sepertinya masih Buyi rasakan sehingga bersikap seperti itu.
" Maaf bu, tunggu sebentar lagi aku akan membawakan mu seseorang yang membuat mu bisa tersenyum kembali sehingga kau bisa mendengarkan penjelasan ku dan tentu saja memaafkan ku karena kesalahan yang sudah aku perbuat bu,"ujar Komi saat itu sambil pergi keluar rumah, tentu saja berniat mengambil kendaraannya untuk langsung berangkat ke rumah Frins saat itu.
Komi pun tentu saja langsung pergi menggunakan kendaraannya berangkat ke rumah Frins, di samping itu Komi yang tenang saja menyikapi sebuah tragedi yang Komi lewati beberapa hari lalu di malam hari ketika Komi pulang dari kediaman Frins, mengenai geng motor yang berpapasan dengannya memang saat itu Komi tidak begitu peduli dengan tragedi tersebut dan hanya menjadi sebuah pengingat saja jika dimana pun Komi berada dia harus bisa sangat berhati-hati dan menjaga dirinya dan hal tersebut pun tidak terus saja Komi pikirkan, tapi berbeda dengan geng motor tersebut atau lebih tepatnya bisa di bilang ketua dari geng motor tersebut yang saat itu merasa tidak suka dengan sikap Komi, yang padahal Komi tidak melakukan apapun hanya saja dia sempat menutup telinganya karena motor tersebut yang tidak tahu aturan menggunakan jalan dan tidak menghargai orang lain yang melewati jalan tersebut saat itu, dan karena Komi yang tidak begitu suka dengan kebisingan dari mereka yang malah membunyikan motor mereka tentu saja Komi langsung memacu kendaraannya dengan sangat cepat untuk menghindar dari geng motor tersebut yang sebenarnya Komi rasa dia salah tapi berbeda dengan geng motor tersebut, dimana saat itu ketua dari geng motor tersebut bicara sesuatu.
" Kalian lihat seseorang yang berpapasan dengan kita beberapa hari lalu? kalian lihat dengan tatapan dan sikapnya? bahkan ketika dirinya memacu kendaraannya dengan sangat cepat. Bagaimana mungkin kalian bisa bersikap biasa saja ketika kita di ejek seperti itu? aku ingin kalian mengingat orang tersebut dan jika kita ada kesempatan berpapasan dengan dia kembali tangkap dia, kita harus beri dia pelajaran,"ujar seseorang yang sepertinya ada bos dari geng motor tersebut bicara dengan nada yang kesal kepada orang yang dianggapnya mengejek mereka semua yaitu Komi.
" Aku sempat melihat dia yang menutup kedua telinganya sambil menunduk kesakitan memakai mantel coklat tebal bos itu yang aku bisa ingat karena jika wajahnya yang menunduk saat itu aku jadi tidak bisa melihatnya tapi tidak mustahil kita bisa menemukannya dengan mengingat mantel tersebut bos, memang sepertinya tidak mudah untuk menemukannya tapi kita bisa saja menemukannya,"ujar salah satu anak buahnya saat itu bicara mengenai mantel Frins yang saat itu di pakai oleh Komi untuk melindunginya dari hujan cukup lebat yang mengguyur nya saat itu.
" Aku tak peduli dengan cara yang kalian pakai untuk menemukannya, aku hanya akan peduli jika kalian sudah bisa menangkap orang itu dan membuatnya bertekuk lutut di hadapan ku hahaha,"ujar bosnya bicara kembali dengan nada bicara yang masih saja kesal bernafsu ingin menangkap orang tersebut.
" Baik bos saya dan anak buah mu yang lainnya akan mencoba dengan sangat keras untuk bisa menangkap dan membawanya agar bisa membuatnya bertekuk lutut kepada mu, karena sudah melakukan hal yang tidak kita sukai bos,"ujar anak buah nya.
" Lakukan,"singkat orang yang menjadi bos di geng motor tersebut menjawab.
Saat itulah mereka mulai menyebarkan ancaman kepada Komi yang saat itu menjadi orang yang di maksud oleh bos geng tersebut. Di lain pihak Komi yang saat itu mencoba berangkat ke rumah Frins sudah hampir tiba di tempat tinggal Frins, yang beruntung jika tempat tinggal Frins tidak terletak terlalu jauh dari rumah Komi, perjalanan Komi ke rumah Frins hanya butuh waktu sekitar 30 menit, hanya saja yang membuat Komi menjadi agak lama di jalan karena rute yang mengarah ke rumah Frins memiliki banyak tempat yang berliku belum lagi kawasan yang biasa di lewati Komi untuk sampai di kediaman Frins adalah kawasan pabrik yang padat dengan pekerja, hingga itulah yang membuat Komi jadi lama di perjalanan. Tapi saat itu Komi bisa sampai dengan tanpa ada halangan ke rumah Frins, meskipun saat itu setelah Komi sampai di rumah Frins yang Komi lakukan terlebih dahulu berdiam diri di kendaraannya, berpikir sesuatu yang entah kenapa sesuatu tersebut adalah perasaan yang Komi tidak mengerti. Saat itu tiba-tiba Komi merasa jika dirinya sedang di awasi dan sedang memiliki sebuah ancaman, padahal sebelumnya Komi tidak merasakan apa-apa perasaan Komi yang tidak enak seperti itu muncul dengan tiba-tiba.
" Apa aku melakukan sesuatu atau mungkin melupakan sesuatu? jika salah memang aku melakukan kesalahan yang sampai membuat ibu merasa kesal bahkan merasa marah sampai dia aduh ketika melihat ku yang sebenarnya ingin pergi tadi, tapi perasaan itu sudah aku terima dan ketika di rumah dan barusan di perjalanan pun aku tak sampai memikirkan mengenai perasaan itu lagi, lantas kenapa aku sekarang tiba-tiba jadi merasa sangat tidak enak dan merasa jika ada ancaman yang sedang memperhatikan ku? apa mungkin ini hanya perasaan ku saja? atau apa aku memang melupakan sesuatu yang( Komi berhenti bicara sejenak berpikir ) ah buku spesial ku? oh sial sepertinya inilah ancaman yang sedang aku rasakan, buku itu tentu saja aku sangat rahasiakan dan tentu saja menjadi sebuah ancaman jika sampai buku tersebut aku tidak simpan secara rapi sehingga seperti tadi ibu sudah ada di kamar ku dan memegang buku tersebut, sial aku benar-benar lupa menyimpan buku tersebut di tempat yang aman tentu saja ini adalah ancaman yang sepertinya memang aku waspadai, bagaimana jika sampai ibu kembali ke kamar ku dan kembali melihat buku itu, tentu saja dia akan langsung mencoba membuka dan membaca buku tersebut, ini jelas adalah ancaman untuk ku. Sial, apa yang harus aku lakukan?"ujar Komi saat itu jadi berandai memikirkan mengenai dirinya yang tiba-tiba merasakan sebuah ancaman yang sedang dirinya rasakan saat ini.
" Hai Komi, aku mendengar suara kendaraan mu dari dalam cukup lama tadi aku pikir kau akan mengetuk atau langsung masuk tapi ternyata tidak, ada apa Komi? kau begitu memikirkan mengenai masalah yang sedang kau alami dengan ibu? tenang saja meskipun aku tidak selalu bersamanya aku tahu jika ibu adalah orang yang memiliki perasaan yang baik Komi dia bukan tipe orang yang akan berlarut-larut marah, apa lagi ke anak kesayangan nya. Sekarang ayo lebih baik kau masuk dulu Komi,"ujar Frins saat itu langsung saja bicara dengan tujuan yang sepertinya mencoba menenangkan komi dari masalah yang sedang di alaminya saat itu.
" Ya baiklah Frins aku harap apa yang kau katakan benar. Baik Frins terima kasih, tapi sepertinya aku harap setelah aku menceritakan apa yang aku perbuat tadi sehingga membuat ibu merasa kecewa dan marah kau bisa mengerti dan langsung ikut dengan ku untuk membicarakan semua ini dengan ibu Frins, aku merasa sangat tidak enak jika harus melihat ibu sampai terus-menerus seperti ini, apa lagi sepertinya ibu merasa sangat kecewa karena aku yang melakukan kesalahan tadi Frins, sampai-sampai ketika aku berangkat barusan meskipun dia tahu aku akan pergi jangankan bertanya seperti biasanya, melihat ke arah ku saja tidak Frins aku merasa sangat bersalah karena hal ini,"ujar Komi saat itu sambil berjalan masuk ke dalam ruang Frins saat itu.
" Tenanglah Komi aku merasa bangga pada mu karena meskipun kau adalah anak laki-laki tapi kau begitu sangat memperhatikan perasaan ibu mu. Duduk lah duku Komi aku akan membawakan mu minuman,"ujar Frins langsung ke dapur ketika sudah mempersilahkan Komi duduk.
Tak lama Komi duduk menunggu Frins langsung datang dengan membawa beberapa minuman untuk Komi minum saat itu.
" Aku tentu belum mengerti dengan apa yang kau katakan karena aku belum mendengar hal yang kau lakukan sehingga membuat ibu bisa sampai marah seperti ini pada ku Komi, dan tentu saja karena itu aku tidak bisa langsung memberikan saran atau bicara mengenai masalah yang kau sedang hadapi ini, jadi sekarang yang aku minta terlebih dahulu tentu saja apa kau bisa menceritakan dari awal bagaimana kau sampai bisa membuat ibu marah seperti ini Komi?"ujar Frins meminta Komi menjelaskan hal yang dirinya lakukan sehingga membuat Buyi marah saat itu.
" Ya mungkin itu adalah hal yang memang harus aku lakukan sekarang. Awalnya aku tadi bangun biasa saja Frins hanya saja di jam yang memang tak wajar kembali,"
" Apa kau kembali melakukan hal yang sama Komi? kau tahu kan jika hal tersebut membuat ibu merasa kecewa dan khawatir pada ku, dan lagi pula kau sudah janji tidak akan kembali melakukan kesalahan ku itu dan akan mencoba untuk memperbaiki jam kerja dan istirahat mu Frins. Kau,"
" Tunggu, tunggu dulu Frins aku belum selesai menceritakan apa yang aku alami tadi sehingga membuat ibu marah Frins. Ayolah dengarkan aku dulu,"ujar Komi memohon memotong kembali pembicaraan Frins yang mengalahkannya saat itu agar lebih bersabar dan bisa mendengarkan terlebih dahulu apa yang di alami Komi.
" Oh baiklah maaf sudah memotong pembicaraan mu, jadi silahkan sekarang kau bisa lanjutan Komi,"ujar Frins.
" Ya aku tadi mengalami sebuah mimpi dan mimpi tersebut terasa begitu sangat nyata dimana aku sedang berolahraga pagi seperti biasa tapi tempat pertama yang aku datangi adalah bukit yang sempat kita lihat Frins, di sana aku biasa saja sendirian melihat orang lain yang bersenang-senang berlari kesana-kemari, lalu tak sadar waktu berjalan dengan cepat aku tiba-tiba sudah ada di kawasan sepi yang hanya memiliki beberapa rumah saja. Aku berada di sana karena saat itu hujan turun dengan cukup deras aku yang saat itu kebetulan ada di kawasan tersebut tentu saja berniat untuk berdiam diri saja dulu untuk berteduh dan pulang di saat hujan sudah reda, ketika di sana aku memperhatikan rumah tersebut yang seperti kita lihat ketika melewati tempat tersebut rumah itu seperti sedang berpenghuni lampu yang menyala beserta sebuah alunan lagu yang juga terdengar menyala di sana tapi ketika aku lihat lagi diluar sana tidak ada satu pun kendaraan, melihat hal tersebut tentu saja aku sedikit merasa bingung di dalam seperti ada seseorang tapi tidak terlihat satu pun kendaraan yang terparkir di luar sana seperti biasanya, tapi ketika melihat itu tentu saja aku tidak sampai berpikir buruk dan mencoba berpikir positif bisa saja teman dari penghuni rumah tersebut mengantarnya kemari sehingga dia tidak membawa kendaraan tidak ada masalah mengenai itu. Tapi hal yang begitu membuat ku aneh sekarang adalah ketika aku berbalik melihat ke sebelah kiri dengan sangat tiba-tiba ada seorang wanita yang juga sepertinya sedang berteduh di rumah tersebut hanya saja wanita itu entahlah aku harus menyebutnya apa, tapi tiba-tiba dia ada di sebelah ku dengan tatapan kosongnya, tentu saja aku tak peduli dengan itu meskipun sebenarnya aku diam-diam mencuri pandang kepada wanita tersebut karena masih merasa penasaran dengan wanita tersebut yang dengan sangat tiba-tiba ada di sebelah ku, dan hal yang mengejutkan aku rasakan saat itu dimana tiba-tiba aku mendengar ada seorang wanita yang tertawa ceria terdengar di belakang rumah, awalanya mendengar hal itu tentu saja aku mengira jika penghuni rumah lah yang sedang bersenang-senang di sana, tak ada yang aneh dengan itu tapi yang membuat ku merasa aneh dan kaget kembali adalah wanita yang tadinya ada di sebelah ku sedang sama-sama berteduh tiba-tiba menghilang ketika aku melihat ke arahnya, aku sebenarnya tak peduli dengan itu karena bisa saja wanita tersebut berlari ketika aku sedang mencoba melihat ke belakang rumah tersebut dimana suara beberapa orang terdengar sehingga aku pun berpikir untuk pergi saja saat itu, selain karena aku sudah merasa cukup lelah ingin segera pulang beristirahat saat itu pun cuaca cukup bagus karena hujan sudah perlahan reda. Hal terakhir yang membuat aku benar-benar merasa kaget adalah ketika aku baru saja melangkah aku mendengar suara jeritan dari belakang rumah tersebut yang membuat perasaan ku begitu sangat panik tapi meskipun panik aku mencoba untuk melihat ke tempat tersebut berharap bisa melihat apa yang terjadi di sana tapi entahlah apa yang sebenarnya terjadi disana karena aku melihat di belakang rumah tersebut yang tiba-tiba ada cukup banyak orang termasuk wanita yang tadi sama-sama berteduh di rumah tersebut, tapi setelah melihat itu aku bangun karena ibu yang beberapa kali memanggil ku dan tentu saja semuanya hilang, semua terjadi begitu saja dan begitu sangat terasa nyata Frins,"ujar Komi menceritakan apa yang dia alami tadi.
" Baiklah itu semua adalah sebuah hal yang kau alami Komi? tapi yang ingin aku tahu seorang adalah kenapa dengan cerita mu itu bisa membuat mu mendapatkan masalah dengan ibu? pasti ada cerita lain yang tentu saja harus kau jelaskan pada ku kan Komi?"ujar Frins kembali bertanya karena apa yang Komi katakan barusan belum sepenuhnya Komi ceritakan.