" Aku kira kau tak suka dan tidak setuju jika aku harus menginap di sini malam ini Komi, karena perkataan mu yang seperti mencari alasan agar aku tidak jadi menginap malam ini, tapi melihat mu yang ikhlas memberikan kamar mu untuk ku beristirahat seperti ini tentu saja pikiran ku barusan begitu menunjukan jika aku salah. Terima kasih Komi, maaf sudah merepotkan mu kembali,"ujar Frins dalam hatinya.
Dan saat itu pun tentu saja mereka tak lama berjalan hingga bisa sampai di kamar Komi.
" Baiklah untuk malam ini, ini akan menjadi kamar ku beristirahat Frins. Tapi aku pikir aku baru membereskannya sedikit, Aya kamar ini tidak terlalu terlihat berantakan maklum kamar anak bujang Frins hehe. Tunggu sebentar Frins, biar aku membereskan sedikit semua barang yang ada dikamar ku,"ujar Komi sambil masuk ke dalam kamar saat itu.
" Terima kasih Komi, aku juga tentu saja ikut untuk membereskan peralatan yang ada di sini, bahkan harus aku yang membereskan kamar ini bukan kau Komi,"ujar Frins.
" Tak apa-apa ayo kita kerjakan bersama saja Frins, agar cepat selesai dan kau bisa secepatnya beristirahat,"ujar Komi.
" Ya Komi terima kasih. Lagi pula aku lihat kamar mu tidak terlalu berantakan Komi, aku sudah menjaga kamar mu dengan baik jadi sepertinya kau tak perlu melakukan hal yang berlebihan kan?"ujar Frins dan bertanya.
" Ya Frins syukurlah jika kau menganggap seperti itu sekarang sepertinya aku hanya harus membereskan peralatan bekerja yang akan aku gunakan malam ini,"ujar Komi sambil mengambil lukisan yang ada di mejanya saat itu.
" Aku kira kau tak akan mengambil dan menyimpan buku itu Komi, aku masih begitu ingin melihat dan membaca apa yang sebenarnya kau tulis di dalam buku itu, jika itu adalah buku tempat mu bekerja sepertinya itu tidak akan mungkin Komi, karena ukuran buku itu sedikit kecil. Aku penasaran dengan apa yang ada di dalam buku itu Komi,"ujar Frins.
Tapi apa boleh buat saat itu Frins tak bisa lakukan apa-apa sehingga dirinya hanya melihat Komi yang memasukkan beberapa benda seperti lukisan yang sudah di tunjukkan kepada Frins tadi ke dalam sebuah lemari, dan beberapa peralatan yang biasa di pakai Komi untuk bekerja termasuk sepertinya buku tersebut, Komi tidak menyimpannya di dalam sebuah lemari tapi Komi sepertinya membawa buku tersebut ketika dia akan bekerja, dan mungkin ssja buku kecil tersebut juga adalah bagian dari peralatan kerja yang Komi butuhkan saat itu.
" Sepertinya tidak ada hal mencurigakan yang harus aku pikirkan karena buku tersebut sepertinya hanya sebuah buku biasa yang menjadi salah satu alat untuk Komi bekerja. Meskipun aku masih penasaran tentu saja sepertinya aku bisa meminjam buku tersebut baik-baik kepada Komi nanti,"ujar Frins saat itu berpikir positif.
Meskipun saat itu Frins melihat Komi yang seperti sembunyi-sembunyi membawa buku tersebut, bahkan ketika membawa buku tersebut Komi sempat melihat ke arah Frins seperti orang yang berpikir aneh, Frins tidak sampai berpikir buruk dan hanya berpikir positif saja seperti apa yang sudah ada dalam kepalanya barusan. Beberapa saat ketika Komi sudah mengumpulkan barang-barang yang akan di pakai untuk bekerja langsung saja berniat untuk keluar dari kamar tersebut.
" Baiklah Frins karena sepertinya semua barang yang aku butuhkan sudah ada semua untuk bekerja sekarang lebih baik aku keluar dari kamar ini agar kau bisa beristirahat. Ya kan?"ujar Komi.
" Tapi Komi apa kau tidak mau melakukan sesuatu terlebih dahulu atau mungkin membicarakan sesuatu dengan ku di waktu yang masih belum larut malam ini? aku tentu saja tidak akan sampai langsung beristirahat sekarang karena selain aku belum mengantuk tentu saja waktu belum menunjukan jika ini waktunya beristirahat,"ujar Frins menahan Komi keluar karena dirinya yang tidak akan langsung beristirahat malam ini.
" Oh seperti itukah? mungkin aku akan tinggal sebentar lagi di sini, dan ya sepertinya kita bisa sedikit berbincang dulu Frins agar kau tidak merasa kesepian karena terpaksa harus menginap di rumah ku malam ini. Bagaimana dengan pekerjaan mu Frins? apa ada masalah yang mungkin bisa aku bantu agar kau bisa menyelesaikannya?"ujar Komi langsung saja bertanya mengenai pekerjaan.
" Ya itu adalah hal yang baik Komi, dan sepertinya aku butuhkan itu. Mengenai pekerjaan tentu saja tidak ada masalah karena aku hanya membantu sang pekerjaan orang tua ku, itu pun jika mereka sibuk dan membutuhkan bantuan ku, tentu saja akan membantu mereka. Ya bisa di bilang pekerjaan ku sekarang freelance meskipun bekerja di bawah naungan orang tua ku sendiri, tapi sebenarnya aku hanya anak yang masih duduk di bangku kuliah. Itu yang lebih menjadi fokus ku Komi, lalu bagaimana dengan pekerjaan mu? apa kau memiliki hambatan atau mungkin sesuatu yang harus aku bantu untuk mengerjakannya?"ujar Frins menjawab mengenai kegiatan yang sebenarnya dia lebih fokus ke kuliah yang masih di jalaninya sekarang ini.
" Ya baiklah tapi itu sepertinya sudah cukup bagus, dan baik Komi kau yang masih duduk di bangku perkuliahan sudah bisa menghasilkan uang dengan cara membantu pekerjaan keluarga mu, dan tentu saja kau anak yang cerdas karena bisa membantu pekerjaan orang tua mu. Kau anak yang baik teruslah seperti itu, mendengar cerita mu aku jadi merasa sedikit iri karena selain kau duduk di bangku kuliah kau sudah bisa menghasilkan uang meskipun dengan membantu pekerjaan ayah mu, tapi itu sama saja dengan kau yang sudah bisa memiliki penghasilan dari pekerjaan yang sudah aku lakukan, aku merasa sedikit iri karena aku yang sepertinya berada jauh di bawah mu, dan sekarang pekerjaan ku hanya seperti ini tidak terlalu menghasilkan uang banyak, tapi aku bersyukur atas semua ini karena dengan menjadi seorang penulis aku bisa mendapatkan uang yang cukup, meskipun aku masih ingin menambah pundi-pundi pendapatan ku dengan menambah jam kerja dan porsi kerja ku tentu saja. Dan sepertinya untuk saat ini aku belum memiliki sebuah hambatan atau membutuhkan sebuah pertolongan, tapi jika kau sudah bicara seperti ini tentu saja aku akan menghubungi ku jika aku sedang membutuhkan bantuan, karena kau yang sepertinya bersedia untuk menolong ku. Begitu kah Frins?"ujar Komi saat itu kembali menjawab pertanyaan Frins dan menjelaskan mengenai pekerjaannya saat itu.
" Sepertinya kau tidak harus iri kepada ku karena mendengar cerita mu barusan tentu saja kau juga memiliki sebuah peran menjadi tulang punggung keluarga di sini Komi, kau berbakti kepada orang tua mu itu sudah sangat baik dan sudah sangat aku banggakan tentu saja kau juga melakukan hal yang baik. Jika kau mengatakan jika aku yang membantu pekerjaan orang tua ku adalah hal yang baik tentu saja kau lebih baik dari aku Komi dan alasannya sangat jelas, kau menjadi tulang punggung keluarga. Ya tentu, tentu aku akan sangat menunggu itu dan bersedia menolong apapun yang kau butuhkan Komi, satu hal yang sekarang aku rasa penasaran Komi, apa lukisan yang kau tunjukan pada ku itu adalah hasil lukisan mu sendiri?"ujar Frins menjawab dan bertanya mengenai lukisan yang dirinya sempat lihat tadi.
" Jika seperti itu intinya tentu saja kita adalah orang yang sudah melakukan hal baik kan Frins? jadi untuk ke depannya jangan sampai kebaikan kita berubah, bahkan jika bisa justru kebaikan kita harus bisa lebih meningkat Frins. Ya baiklah terima kasih Frins aku sangat senang dengan hal tersebut, mengenai lukisan itu bukan bukan aku yang membuatnya Frins beberapa hari yang lalu ada seorang teman ku yang datang kemari dia bilang ingin melatih kemampuannya melukis hingga dia melihat pemandangan yang bisa terlihat dari sini melalui jendela tersebut begitu aku buka dia tertarik untuk mencoba melukisnya hingga ya itulah hasilnya Frins. Bukan aku yang melukis pemandangan itu,"ujar Komi kembali menjawab pertanyaan Frins.
" Ya tentu Komi, tentu saja aku tidak akan sampai ingin berubah, aku ingin terus bisa melakukan hal baik apa lagi yang sampai bisa menolong dan membanggakan orang tua ku. Oh aku kira itu adalah karya mu Komi, tadinya aku sempat berpikir jika itu karya mu tentu saja hal tersebut bisa membuat kau meraih uang lagi dengan menjual hasil karya mu itu. Tapi oh ya mendengar kau bercerita mengenai lukis tersebut sekarang aku baru ingat jika aku ingin melihat pemandangan tersebut yang kau katakan bisa di saksikan dari sini kan Komi, aku merasa ingin melihatnya apa kau bisa menunjukan nya sekarang?"ujar Frins jadi teringat dengan dirinya yang ingin melihat pemandangan yang di sebut Komi terlihat begitu indah dari kamarnya saat itu.
" Oh mengenai itu tentu saja kau bisa melihatnya Frins, tapi aku pikir kau tidak akan melihat seindah yang ada di lukisan karena sayang sekarang hujan sedang turun deras, tapi tentu saja aku bisa menunjukannya. Kemarilah Frins dan duduk di kursi ini,"ujar Komi sambil meraih tangan Frins menariknya agar duduk di kursi yang ada di hadapan jendela kamarnya saat itu.
" Ya Komi baiklah,"jawab Frins sambil duduk di kursi tersebut.
Dan saat itu Komi pun perlahan membuka tirai di jendelanya tersebut sehingga pemandangan kota yang biasa Komi lihat bisa Frins saksikan juga saat itu meskipun dengan pemandangan yang sebenarnya kurang bagus seperti yang ada di lukisan tadi, di sebabkan oleh air hujan yang memenuhi kaca jendela kamar Komi saat itu.
Tapi meskipun begitu Frins terlihay melamun dan seperti melihat dengan lebih jelas ke luar jendela yang di penuhi dengan air hujan yang membasahi kaca jendela kamarnya itu, melihat hal tersebut Komi tidak langsung berbuat apa-apa dan yang di lakukannya saat itu hanya membiarkan terlebih dahulu Frins selesai dengan apa yang dirinya sedang lalui, meskipun hanya melamun.
" Sepertinya kau melamun karena mendapatkan apa yang kau anggap menyenangkan dan memuaskan Frins, semoga apa yang aku pikirkan benar kau mendapatkan sesuatu yang membuat mu senang Frins, dan mengenai pemandangan tersebut semoga saja kau tidak bertanya kenapa terhadap pemandangan yang sedang kau saksikan. Tapi jika melihat dari kau yang sampai melamun seperti itu aku pikir kau memikirkan mengenai diri mu yang mendapatkan kepuasan Frins, itu artinya apa yang aku katakan mengenai pemandangan yang aku dapatkan tidak mengada-ada untuk kau lihat,"ujar Komi dalam hatinya saat itu memberikan waktu kepada Frins melakukan apa yang Frins lakukan saat itu.
" Komi entah hanya perasaan ku atau bukan tapi kau mungkin benar tentang apa yang kau katakan mengenai pemandangan yang membuat mu merasakan kenyamanan dan ketenangan bahkan membuat mu mendapatkan inspirasi untuk karya mu, meskipun sekarang sedang turun hujan aku masih bisa melihat kelap-kelip indahnya pemandangan kota di bawah sana, dan aku merasakan jika pemandangan ini memang tepat kau katakan membaut nyaman dan tenang sehingga sampai bisa membuat mu mendapatkan inspirasi. Aku melihat pemandangan ini ketika hujan saja terlihat bagus, apa lagi jika aku melihatnya ketika cuaca sedang bagus mungkin aku akan benar-benar bisa melihat pemandangan seperti yang kau katakan Komi, dan entahlah yang aku rasakan tapi aku merasa nyaman ada di sini,"ujar Frins menjelaskan mengenai dirinya yang saat itu merasakan sesuatu yang Komi katakan padanya mengenai pemandangan tersebut, sampai Frins pun memuji pemandangan tersebut yang memang indah.
" Ya itulah yang suka aku lihat dan rasakan Frins, jika kau merasakan hal tersebut tentu saja sepertinya apa yang aku katakan pada mu adalah hal yang benar kan Frins? aku tidak bohong kepada mu, inilah sebabnya kemarin aku sampai terlambat tidur, suasana seperti ini tentu saja tidak akan aku dapatkan di siang hari yang begitu banyak orang beraktifitas meskipun hanya di pinggiran seperti ini, tapi suara yang aku dengarkan tentu saja membuat ku tidak bisa berkonsentrasi kepada sesuatu yang sedang aku lakukan. Terima kasih jika kau merasa nyaman dengan kamar ku ini sepertinya kau tidak akan sampai merasa menyesal karena sudah pernah menginap di rumah ku yang penuh dengan kebiasaan ini. Yasudah jika seperti itu mungkin lebih baik aku meninggalkan mu untuk beristirahat sekarang Frins?"ujar Komi dengan berterima kasih karena dirinya yang sepertinya tak membuat Frins keras menyesal menginap di rumahnya saat itu, lalu bertanya.
" Komi,"singkat Frins memanggil Komi yang saat itu sudah berbalik akan meninggalkan Frins di kamar tersebut.
Tapi mendengar panggilan dari Frins saat itu tentu saja Komi langsung kembali berbalik melihat ke arah Frins, saat itu pun dengan tiba-tiba Frins mencium bibir Komi sambil memeluknya, Komi yang saat itu berciuman dengan Frins langsung saja tidak menolak ciuman yang Frins berikan padanya dan tentu saja membalas ciuman Frins. Dengan mesra Komi dan Frins saling memeluk dan berciuman sampai pada akhirnya suasana mesra tersebut harus mereka sudahi karena Buyi yang saat itu sepertinya sudah dekat dengan kamar Komi karena terdengar jelas suara Buyi memanggil Komi. Mendengar suara Buyi yang memanggil Komi saat itu tentu saja mereka sontak melepaskan pelukan dan ciuman yang sedang mereka lakukan karena tidak ingin sampai Buyi melihat kejadian tersebut yang tentu saja akan membuat Komi dan Frins malu, dan dengan cepat ketika mereka melepaskan ciuman dan pelukan mesranya langsung saja mencoba menghampiri Buyi yang sudah begitu dekat dengan kamar Komi.
" Ya bu aku dan Frins masih di dalam, masuk saja pintu tidak kami tutup ( ujar Komi sambil berjalan keluar kamar saat itu ). Ah bu kau sudah ada di sini, aku sedang menunjukan kepada Frins mengenai pemandangan yang selalu aku dapatkan ketika aku bekerja yang membuat ku mendapatkan inspirasi bu. Ada apa? ayo masuklah dulu aku baru saja akan keluar untuk bekerja tapi kau mendahului ku, mungkin kau ingin masuk dan menemani Frins terlebih dahulu bu, dan sepertinya aku akan mulai bekerja sekarang,"ujar Komi saat itu sebenarnya dengan perasaan yang sedikit kaget karena Buyi yang tiba-tiba sudah ada di dekat kamar Komi menjelaskan apa yang sedang mereka lakukan.
" Tak ada apa Komi ibu hanya sedikit aneh dengan kalian yang cukup lama pergi, ibu pikir kalian sedang pacaran barusan haha. Tidak apa-apa Komi ibu tadi hanya pergi ke kamar kecil sebentar tapi ibu tidak melihat mu di ruang tamu, kau mau tidur dimana? tidak apa-apa kan jika malam ini kau tidur dulu di sofa sementara Frins yang akan menempati tempat tidur mu malam ini? tak mungkin jika kita membiarkan Frins yang tidur di sofa kan Komi? oh iya Komi ibu merasa sedikit rindu kepada Frins jadi ibu ingin berbincang sebentar dengan nya dan mengucapkan semalam malam terlebih dahulu nanti. Jika kau ingin mulai bekerja pergilah Komi, jangan hiraukan ibu,"ujar Buyi saat itu.
" Ah haha ibu bisa saja, tentu kami tidak melakukan itu bu tapi yang aku lakukan tadi hanya menunjukan Frins sebuah pemandangan yang biasa aku biss lihat ketika malam dan bekerja bu, dia masih ingin melihatnya meskipun keadaan di luar sedang hujan deras jadi tentu saja aku menunjukannya tadi, dan pada akhirnya dia juga merasakan apa yang biasa aku rasakan, bahkan dia bisa mengerti jika pemandangan yang aku lihat memang bisa membuat ku nyaman bahkan membuat ku mendapatkan inspirasi untuk karya tulis ku bu. Yasudah sekarang ayo masuk, aku akan meninggalkan kalian di dalam, tapi aku harus mengambil peralatan bekerja ku yang sudah aku siapkan tadi bu,"ujar Komi menjelaskan mengenai Frins yang merasakan hal sama dengan apa yang di alami Komi ketika melihat ke arah pemandangan yang bisa terlihat dari jendela kamarnya tersebut.
" Sudah sepatutnya dia merasakan apa yang kau selalu lihat dan rasakan Komi, karena yang kau lihat dan rasakan memang seperti itu adanya. Yasudah ayo Komi,"jawab Buyi.
Saat itu tentu saja mereka langsung masuk ke dalam kamar dengan Buyi yang saat itu memang berniat untuk berbincang dengan Frins untuk mengucapkan selamat beristirahat dan tentu saja Komi yang ingin mengambil peralatan bekerjanya karena ingin memulai pekerjaannya malam itu.
" Hey Frins, ibu bilang dia ingin berbincang dengan mu sebentar. Jadi kalian silahkan saja habiskan waktu bersama, aku akan meninggalkan kalian berdua di sini karena ingin mulai bekerja. Selamat malam bu, Frins,"ujar Komi sambil mengambil peralatan bekerja nya lalu pergi kembali keluar saat itu.
" Ya Komi tentu,"jawab Frins.
" Dan sekarang calon ibu mertua mu yang akan menemani mu di sini, tapi sebelum ibu bertanya pada mu kau belum mengantuk kan Frins?"ujar Buyi.
" Tentu tidak bu apa lagi jika sampai kau yang bicara ingin berbincang dengan ku walau misalkan aku sudah merasa lelah dan mengantuk pun sepertinya aku akan kembali terjaga bu hehe. Tapi sekarang justru aku lah yang harus bertanya mengenai kau yang sudah agak larut tapi masih terjaga seperti ini bu apa tidak akan terjadi apa-apa, maksud ku kau tidak akan sampai kelelahan karena kurang tidur bu?"ujar Frins saat itu langsung saja menjawab pertanyaan Buyi bahwa dirinya masih sangat terjaga, justru malah Frins lah yang bertanya mengenai Buyi yang sepertinya akan tidur terlambat karena masih terjaga malam ini.
" Mengenai itu tentu saja ibu tidak apa-apa Frins tenang saja dan jika kita melihat waktu, sekarang masih jam 21.00 tentu saja ini belum terlalu larut Frins, ibu masih kuat untuk terjaga dan tentu saja ibu tidak akan sampai merasa kelelahan atau kurang beristirahat, kau tenang saja. Calon menantu ibu sepetinya sudah melihat sesuatu dengan calon suaminya, apa kau merasa tertarik untuk terus ada di sini Frins karena mungkin sesuatu yang sudah kau lihat tadi?"ujar Buyi menjawab dan langsung saja kembali menggoda Frins dengan memanggilnya dengan kata ' menantu ' kembaliz menanyakan apa yang sudah di lakukannya tadi dengan Komi.
" Ya baiklah bu, tapi aku harap kau tidak beristirahat di waktu malam yang sudah larut bu karena hal tersebut tentu saja tidak baik, bahkan bisa saja menyebabkan efek yang buruk untuk tubuh mu. Ah ibu bisa saja kenapa kau terus memanggil ku dengan panggilan ' menantu ' bu aku kan jadi merasa malu setiap kau memanggil ku seperti itu, tapi untuk hal yang kau tanyakan aku merasa jika apa yang di katakan Komi tadi memang benar bu, dan sesuatu yang sepertinya menarik perhatian ku tentu saja mlingin kembali melihat pemandangan yang Komi bisa sempurna sehingga bisa membuatnya mendapatkan inspirasi di saat cuaca bagus tentunya, tidak seperti sekarang ini aku yang bisa melihatnya dengan sedikit tidak jelas karena banyak air hujan yang menghalang. Tapi itu tidak apa-apa karena meskipun begitu aku sudah bisa sedikit melihat keindahan yang memang benar-benar ada, mungkin lain waktu aku akan melihatnya karena jujur saja meskipun aku sudah melihatnya sekarang ini belum cukup dengan air hujan yang menghalang pandangan ku bu. Tidak apa-apa kan bu jika sampai aku ingin melihat kembali pemandangan indah yang terlihat di sini, seperti yang di katakan Komi di saat cuaca sedang bagus?"ujar Frins saat itu menjelaskan ketertarikannya mengenai pemandangan yang Komi bicarakan sehingga ingin melihatnya kembali tapi di saat cuaca sedang baik tidak seperti sekarang ini.
" Tentu menantu tentu saja ibu tidak akan sampai beristirahat di waktu yang sudah larut kau tenang saja, kau begitu sangat baik karena memperhatikan keadaan ku menantu. Lho tak apa-apa kan karena memang ibu sangat berharap jika kau menjadi menantu ibu Frins jadi kau tak usah malu. Dan mengenai hal itu tentu saja ibu tidak akan sampai menjawab tidak boleh Frins, aku begitu sangat di terima di sini kau mendapatkan perhatian ibu yang tentu saja membuat mu menjadi orang yang tidak perlu ragu jika ingin melakukan sesuatu, atau mungkin meminta bantuan kepada ibu atau Komi dengan sangat senang hati kita tentu saja tidak akan sampai menolak atau pun tidak membantu mu Frins, dan satubhal yang harus kau tahu Frins jika memang Komi tidak setuju dengan perkataan ibu, ibu sendiri yang akan mengatakan padanya jika kau adalah seseorang yang tak dapat kami tolak Frins, jadi sekali lagi ibu katakan pada mu sekarang. Jangan sampai kau ragu jika sedang mengalami musibah yang membutuhkan bantuan atau menginginkan sesuatu yang bisa kami lakukan pada mu Frins, ingat satu hal kau adalah calon menantu yang ibu inginkan sehingga ibu bisa bicara seperti ini Frins,"ujar Buyi saat itu mengatakan jika Buyi serius mengatakan bahwa dirinya inginkan Frins sebagai calon menantu untuknya saat itu, lalu bicara jika Frins tidak usah sampai ragu dalam meminta bantuan kepada mereka berdua.