Komi dan Frins pun saat itu langsung saja berjalan menuju ke tempat dimana mereka menyimpan motor saat itu, tapi ketika mereka berjalan Frins mengatakan sesuatu.
" Komi apa ketika kita masih di atas tadi kau melihat beberapa orang yang sepertmya mereka juga menuju kemari? aku melihat nya di salah satu kanal kecil yang masih dekat dengan parkiran kendaraan, aku lihat mereka ada 4 orang dengan 3 diantara mereka adalah laki-laki badan yang 1 my lagi perempuan,"ujar Frins saat itu bicara mengenai dirinya yang melihat 4 orang yang sepertinya menuju ke tempat mereka bersenang-senang.
" Oh ya? entahlah aku tidak melihat nya, tapi tentu saja itu bukan hal yang aneh kan Frins, mungkin saja mereka juga ingin bersenang-senang seperti apa yang sudah kita lakukan tadi,"jawab Komi.
" Ya aku rasa juga seperti itu Komi, yasudah ayo hati-hati berjalan Komi,"ujar Frins.
" Ya tentu Frins,"jawab Komi.
Dan saat itu pun mereka tentu saja langsung kembali melangkah menuju ke tempat mereka menyimpan motor untuk pulang, tapi di satu jalan mereka harus melewati dulu sebuah persimpangan jalan yang menuju ke sebuah tempat penyewaan perlengkapan kemping di sebelah kanan dan sedikit lurus lagi lalu belok ke sebelah kiri lah jalan yang harus mereka lalui untuk keluar ketempat parkiran kendaraan saat itu. Awalnya mereka tentu saja biasa saja berjalan sampai pada akhirnya mereka pun di buat sangat kaget karena ketika sudah ada jalan yang menuju ke tempat penyewaan perlengkapan kemping mereka melihat 2 orang pria yang tengah membelakangi 1 pria dan sepertinya 1 wanita saat itu, Frins sempat melihat pria yang sedang di belakangi oleh 2 pria ini tengah melakukan hal yang tak senonoh kepada wanita yang saat itu begitu di sudut-kan sampai wanita tersebut terlihat bersandar di dinding tanah yang ada di jalan tersebut dan hal tak senonoh yang di lakukan pria tersebut adalah seperti sedang menggesekkan alat kelamin nya ke arah wanita tersebut dengan dirinya yang mencium bibir wanita tersebut, bahkan sambil memegang bagian payudara dari si wanita. Karena saat itu 2 pria tersebut seperti yang memberikan kode kepada mereka yang sedang ada di belakang kedua pria tersebut, mereka yang sedang melakukan hal tak senonoh pun dengan cepat seperti kaget langsung saja berbalik dan seperti sedang membereskan baju mereka yang sepertinya dalam kewdaan kacau karena adegan tak senonoh barusan.
" Hey apa yang kau lihat, di sini bukan tempat menonton drama atau film,"ujar salah satu pria tersebut saat itu kasar.
Komi dan Frins pun tak menjawab saat itu tapi yang Komi lakukan hanya pergi meninggalkan tempat tersebut.
" Komi,"
" Tidak disini Frins, ayo cepat lebih baik kita pergi saja dulu,"ujar Komi memotong pembicaraan Frins saat itu sambil terus saja menarik tangan Frins.
Dan mendengar perkataan Komi tentu saja Frins pun tak bicara apa-apa lagi melainkan yang mengikuti saja apa yang di katakan Komi.
" Baiklah pakai helm mu dan tenang jangan pikirin apapun, kita akan langsung pulang sekarang. Oh ya Frins jaga pikiran mu,"ujar Komi saat itu.
" Baik Komi,"jawab Frins singkat.
Dan saat itu tanpa bicara apapun mereka langsung saja pergi bertujuan untuk langsung saja pulang karena saat itu hari sudah mulai sore, dan cuaca sudah mulai sedikit mendung menandakan jika hari ini sepertinya cuaca tidak akan terlalu bagus atau bisa saja turun hujan. Selama di perjalanan pun tak ada yang mereka bahas sampai dan yang di lakukan Frins saat itu hanya berpegangan kepada Komi memeluknya dengan pikiran yang sebenarnya begitu sangat mengingat kepada kejadian yang Frins lihat tadi.
" Aku yakin jika 2 pria yang berdiri di hadapan kami tadi sengaja berdiri seperti itu menghalangi kelakuan bejad 1 pria yang sepertinya sedang memperkosa wanita tadi. Mengerikan,"
" Frins, Frins? hey Frins kau tak sampai tidur kan?"ujar Komi yang harus beberapa kali memanggil Frins yang saat itu belum merespon panggilannya.
" O-oh ya maaf Komi aku merasa sedikit lelah dan sepertinya aku hampir tertidur tadi. Maaf, ada apa Komi kau memanggil ku?"ujar Frins berpura-pura bicara dengan nada lemas agar komi percaya jika saat itu Frins hampir terlelap.
" Oh ya baiklah jika seperti itu, berpegangan lah Frins. Tenang sebentar lagi kita akan sampai di rumah ku, oh ya kau tak apa-apa kan jika pulang ke rumah ku dulu sepertinya jika kita memaksakan pulang ke rumah mu kita tidak akan sampai dengan pakaian yang masih kering seperti ini,"ujar Komi.
" Ya tentu Komi, tidak apa-apa,"jawab Frins.
Dan saat itu tentu saja Komi langsung memacu kendaraannya dengan kecepatan yang cukup tinggi untuk memangkas waktu karena saat itu Komi sudah melihat cuaca yang mulai mendung bahkan sudah turun hujan perlahan meskipun baru rintik-rintik. Sampai pada akhirnya Komi pun bisa membawa pulang Frins dengan pakaian mereka yang saat itu masih kering meskipun sebenarnya hujan sudah mulai turun.
" Ayo Frins cepat, sebelum hujannya membesar,"ujar Komi sambil mengulurkan tangan untuk di pegang Frins saat itu.
" Ya Komi, ayo,"jawab Frins.
" Hahaha untung saja kita sudah sampai ketika hujan baru turun dengan deras. Apa pakaian mu basah?"ujar Komi saat itu, dan bertanya.
" Sepertinya tidak Komi, hanya sedikit,"jawab Frins dengan sedikit menggigil merasa dingin.
" Oh Frins bukan hanya sedikit pakaian mu terkena hujan yang cukup banyak, dan lihat ini kau bilang hanya sedikit? sedikit yang kering Frins, bukan sedikit yang basah, sekarang buka jaket mu dan aku akan membawakan mu jaket untuk kau pakai,"ujar Komi sambil pergi saat itu.
" Komi tidak apa-apa, aku baik-baik saja kau tak perlu,"
" Oh syukurlah kalian sudah pulang di saat hujan sudah turun dengan cukup deras, ada apa ini? Frins kau kebasahan. Komi,"ujar Buyi memotong pembicaraan Frins dengan langsung saja bertanya dan menghampiri Frins yang saat itu terlihat memakai pakaian nya yang cukup basah.
" Ya itulah masalahnya bu, makannya aku pergi untuk membawakan jaket agar Frins bisa memakainya. Tunggu sebentar,"ujar Komi sambil terus pergi ke kamarnya untuk membawa jaket agar bisa di pakai Frins.
" Ya baguslah, cepat Komi,"ujar kembali Buyi.
" Tak apa-apa bu, kau tidak perlu repot-repot membawakan ku jaket karena hanya jaket ku ssja yang basah tidak dengan baju ku,"ujar Frins.
" Ya itu dia, karena jaket mu basah dan cuaca dingin tentu saja ibu suruh Komi mengambilkan mu jaket untuk kau pakai, bukan baju kan Frins. Kasihan sekali menantu ibu ini, tapi apa kau bersenang-senang dengan Komi tadi Frins?"ujar Buyi bertanya.
" Ya tentu saja bu, tentu kami bersenang-senang bahkan kami sampai hampir lupa waktu sampai jam segini baru pulang, untung saja kita tidak terjebak hujan di jalan,"jawab Frins.
" Ya baguslah Frins, jangan bosan untuk bermain kemari ya Frins Komi pasti sedang dengan kau yang selalu mengunjungi nya, apa lagi ibu pasti ibu sangat senang karena kau yang terus menerus mengunjungi ibu Frins ibu jadi tidak akan kesepian, karena ada menantu ibu yang menemani,"ujar Buyi kembali menggoda Frins dengan menyebutnya menantu saat itu.
" Iya bu, aku tentu saja tidak akan merasa bosan apalagi malas untuk mengunjungi ibu kau tak perlu khawatir. Tapi bu tentu saja ibu tidak akan sampai kesepian karena Komi kan juga bekerja di rumah kan bu? tidak bekerja di luar?"ujar Frins bertanya.
" Yaah kau tahu lah Frins, Komi memang bekerja di dalam rumah tapi meskipun begitu tentu saja kau mengerti jika Komi tidak seperti mu kau bisa menemani ibu melakukan apapun sedangkan Komi selain dia anak laki-laki, dia juga kurang dekat dengan ibu meskipun dia tidak bekerja ke luar. Dan kau pasti mengerti perbedaan antara anak laki-laki dan perempuan kan Frins,"ujar Buyi menjelaskan mengenai Komi yang tentu saja berbeda dengan Frins saat itu.
" Ya memang pasti berbeda bu, tapi aku kan hanya teman Komi bu apa yang kau harapkan dari aku? dan kenapa kau bisa yakin seperti ini jika aku bisa lebih dekat dengan mu dari pada anak sendiri. Tentu saja itu akan sangat berbeda kan bu,"ujar Frins.
" Kenapa kau bicara seperti itu Frins, hal yang harus kau tahu adalah kau sudah sangat dekat dengan Komi dan ibu karena kita sudah berhubungan sangat lamaaa sekali, yang kedua kau tentu saja ibu yakin kau bisa sangat dekat dengan ibu bahkan lebih dekat dari anak ibu sendiri karena kau calon menantu ibu kan, menantu yang baik seperti ini tentu saja ibu anggap sebagai anak sendiri sehingga tentu saja kedekatan kita bisa sangat mudah di bangun. Kenapa apa kau ragu dengan ibu Frins? maksud ibu apa kau tidak menganggap perkataan ibu yang inginkan kau sebagai menantu ibu adalah perkataan serius Frins? Kau harus sangat yakin dan percaya jika ibu mengatakan hal ini dengan harapan yang sangat tinggi agar kau benar-benar bisa menjadi menantu ibu Frins. Ibu harap kau tidak sampai menolak jika sampai Komi naksir dan ingin menjadikan mu istrinya Frins, ibu sangat,"
" Ini dia jaket untuk mu Frins. Sekarang kau bukalah jaket mu yang sudah basah itu lalu kau bisa pakai yang baru ini agar kau tidak kedinginan. Kau boleh pakai kamar ku untuk mengganti jaket,"ujar Komi saat itu memotong pembicaraan Buyi sehingga menghentikan semua perbincangan yang sedang mereka lakukan.
" Yasudah Frins kau gantilah dulu baju mu, nanti kita akan menunggu di dapur untuk makan malam Frins. Cepatlah sebelum kau masuk angin Frins,"ujar Buyi saat itu menyuruh Frins langsung saja mengganti juga jaket nya.
" Ya baik bu, Komi terima kasih. Aku akan mengganti jaket ku terlebih dahulu,"jawab Frins sambil berjalan ke kamar Komi saat itu.
Komi tanpa memikirkan apapun langsung saja membuka jaketnya dan memakai jaket baru yang Komi berikan padanya saat itu, sampai ketika Frins sudah mengganti jaketnya tak sengaja saat itu Frins melihat ke meja yang ada di kamar Komi dimana di atas meja tersebut tersimpan lukisan yang sempat Komi tunjukan pada Frins tadi siang.
" Entahlah bagian mana yang membuat ku terpesona tapi melihat lukisan ini, aku pun terdiam dan sedikit merasakan apa yang Komi rasakan ketika dia bicara mengenai kenyamanan,"ujar Frins saat itu dengan mengusap lukisan tersebut.
Tapi ketika Frins mengusap lukisan tersebut Frins merasa sedikit penasaran dengan sebuah buku yang saat itu ada di sebelah lukisan tersebut, karena penasaran saat itu Frins langsung saja mencoba melihat apa isi dari buku tersebut, meskipun dalam hati Frins berkata untuk tidak membuka buku tersebut karena buku itu milik Komi.
" Tentu saja ini adalah hal yang tidak sopan tapi maaf Komi aku begitu sangat penasaran dengan apa yang ada dalam buku ini, maaf aku berlaku tidak sopan sekarang karena membuka apa yang sepertinya menjadi privasi mu,"ujar Frins sambil perlahan membuka buku tersebut untuk mencoba melihat isinya.
Ketika Frins membuka buku tersebut baru saja sedikit dan hanya beberapa patah kata yang sepertinya itu adalah buku cerita atau karya yang di buat oleh Komi sendiri, tapi meskipun baru sangat sedikit dari melihat isi buku tersebut Komi tidak bisa melanjutkan dirinya yang ingin melihat isi dari tersebut karena saat itu diluar terdengar suara Komi yang memanggil Frins sambil mengetuk pintu kamar.
" Frins kau sudah selesai? ibu bilang cepatlah ke dapur makanan sudah selesai kita siapkan,"ujar Komi sambil mengetuk pintu saat itu.
" Ya Komi, tunggu sebentar aku akan datang,"jawab Frins.
Saat itu Frins sedikit ragu untuk meninggalkan kamar Komi karena begitu sangat masih berpikir jika dirinya masih ingin melihat apa yang ada di dalam buku tersebut, tapi karena Komi sudah memanggilnya tentu saja sepertinya kepergian Frins sudah cukup lama dan di rasa tak wajar karena harus pergi dengan waktu yang cukup lama hanya karena mengganti jaketnya saat itu. Sampai Frins pun meredam rasa penasarannya saat itu dan langsung saja pergi keluar dari kamar Komi untuk menghampiri Buyi dan Komi yang sudah menunggu di dapur untuk makan malam. Dengan berjalan sedikit cepat saat itu Frins langsung saja menghampiri mereka berdua yang sudah menunggu nya di dapur.
" Kau bu, Komi maaf aku sedikit agak lama aku, tapi sekarang sudah selesai. Kenapa kalian tidak langsung makan?"tanya Frins ketika sampai di dapur saat itu.
" Ya tentu saja kami tidak langsung makan karena kami menunggu mu Frins, sekarang ayo duduk dan kita makan Frins,"ujar Komi saat itu.
" Ya Frins ayo duduk dan makan, tentu saja ibu menunggu menantu ibu untuk makan bersama,"jawab Buyi kembali menggoda Frins dengan memanggilnya menantu.
Saat itu pun mereka langsung saja menyantap makanan yang sudah ada di hadapan mereka saat itu, dengan sedikit berbincang bercanda mengenai apa yang sudah mereka lakukan ketika pergi tadi, dan tentu saja mereka pun mengatakan jika mereka melakukan sesuatu yang membuat mereka kembali merasakan kesenangan, dan terus saja membicarakan mengenai sesuatu yang sudah mereka lakukan siang sampai sore tadi. Ketika mereka berbincang santai mereka pun tentu saja berbincang dengan penuh suka cita bahkan sampai tertawa, di sisi lain ada seorang pria yang saat itu masih ada di sebuah bukit yang menjadi tempat Komi dan Frins bersenang-senang tadi.
" Apa kalian tahu dan mengenal orang yang tadi melihat kejadian ketika aku memperkosa wanita ini di salah satu jalan menuju kemari? sialan beraninya dia melihat ke arah ku dengan tatapan seperti itu dan seperti orang yang berusaha dengan jelas melihat apa yang sedang aku lakukan,"ujar pria tersebut.
" Tidak bos kami tidak tahu siapa pria dan wanita tersebut karena kami pun baru melihat pria dan wanita tersebut hari tadi, sebelumnya tidak ada seseorang yang pernah kita jumpai apa lagi berani sampai melihat kita seperti itu. Kita tidak pernah terlihat oleh orang yang sama menghabiskan waktu disana karena kita datang di saat tempat tersebut menjelang malam meskipun jika siang hari tempat tersebut cukup ramai, mungkin kita sedang tidak beruntung saja bos karena di waktu yang sudah menjelang malam seperti itu masih ada orang yang sepertinya baru akan meninggalkan tempat tersebut saat itu,"ujar pria yang satunya lagi bicara seperti itu yang sepertinya adalah anak buah pria pertama yang bicara karena memanggilnya dengan panggilan bos.
" Tidak beruntung? tidak beruntung? sepertinya bukan kita yang tidak beruntung tapi mereka lah yang tidak beruntung anak buah ku. Kau bilang jika tadi pria tersebut ada dengan wanita kan? hem hahaha sebenarnya merekalah yang tidak beruntung. Jika kalian melihat mereka lagi, tahan mereka jangan sampai lolos karena aku ingin sedikit berbincang dengan mereka dan yang sangat penting untuk ku adalah, sepertinya aku tertarik untuk membeli wanita yang dia bawa untuk aku nikmati hahahahaha,"ujar pria tersebut yang saat itu bicara dengan nada ancaman membahas mengenai Frins yang membuat nya tertarik untuk di ajak bercinta.
" Baik bos,"ujar kedua anak buahnya.
Dan seketika itu pria tersebut langsung saja pergi dengan meninggalkan wanita yang sudah di nikmatnya di dalam sebuah kamar kemping yang sepertinya baru saja dja perkosa untuk memuaskan nafsu nya. Meninggalkan pria tersebut yang belum di ketahui namanya saat itu, Frins dan Komi bersama Buyi saat itu langsung saja pergi ke ruang tamu karena mereka sudah selesai makan.
" Frins hujan turun dengan deras sepertinya ini tidak akan baik jika kau memaksakan untuk pulang, ibu sarankan agar kau diam dan tidur saja di sini untuk malam ini. Apa kau tidak merasa keberatan?"ujar Buyi saat itu menyarankan agar Frins tidur di rumahnya saja saat itu karena cuaca yang begitu buruk jika sampai Frins harus pulang.
" Tapi bu sepertinya tidak enak dengan orang tua Frins jika sampai Frins harus menginap di sini, mereka juga pasti khawatir dengan keadaan Frins yang belum pulang ketika sudah malam seperti ini,"ujar Komi saat itu menjelaskan.
" Ibu tahu mengenai hal itu tapi tentu saja Frins bisa ijin tidak pulang dan bicara kepada ibunya saat itu dengan menggunakan telepon. Ya kan Frins?"ujar Buyi kembali bicara.
" Tapi bu sepertinya aku akan terus merepotkan kalian jika aku sampai harus menginap di sini malam ini, orang tua ku tidak akan keberatan dan pasti mengijinkan ku untuk menginap karena mereka juga sedang ada pekerjaan diluar kota tapi sekarang yang aku rasa tak enak adalah tentu saja kalian bu, Komi,"ujar Frins.
" Ya menurut ku kau juga tentu saja harus,"
" Menginap di sini karena selain masalah ijin sepertinya tidak akan menjadi masalah, tapi yang akan lebih menjadi masalah sekarang adalah cuaca di luar Frins kau tak mungkin ingin pulang dengan keadaan cuaca yang buruk seperti ini kan? ini tidak akan membuat mu pulang dengan nyaman tentu nya,"ujar Buyi memotong pembicaraan Komi saat itu menyarankan agar Frins tidur di rumahnya saat itu dan tak memaksakan diri untuk pulang di cuaca yang buruk seperti malam tersebut.
" Tapi bu,"
" kau juga tak sakan sampai mau jika Frins kedinginan karena kau mengantarkannya pulang ketika cuaca hujan deras seperti ini kan Komi? lalu tentu saja kau juga tak akan mau jika sampai kau harus basah kuyup kan karena harus mengantarkan Frins pulang, jadi sekarang jalan terbaiknya adalah Frins menginap di sini jika kau tidak ingin ada seseorang yang menggangu kamar mu Frins akan tidur di kamar ibu saja, ya kan Frins?"ujar Buyi saat itu kembali memotong pembicaraan Komi yang sepertinya akan kembali menolak Frins yang Buyi inginkan untuk menginap di rumah nya saat itu.
" Tidak bukan seperti itu bu, tapi yang ingin aku tanyakan adalah tapi bagaimana jika Frins sampai tidak mau tidur menginap di sini malam ini karena hujan deras yang membuatnya tak bisa pulang, lagi pula ada aku di sini bu tentu saja Frins sepertinya akan sedikit merasa canggung jika harus tidur di rumah yang ada pria,"ujar Komi kembali beralasan.
" Frins kan calon menantu ibu, tentu saja ibu merencanakan hal yang baik untuk ya dan dia pun sepertinya tidak akan sampai mau menolak permintaan ibu ini kan Frins? dan lagi pula memangnya kenapa dengan adanya kau di sini Komi? kau tidak akan sampai akan melakukan hal yang macam-macam kan, jika kau berencana untuk melakukan hal yang buruk pun ibu tidak akan membiarkan mu melakukan itu dan akan langsung menghukum mu Komi. Jadi sekarang tidak ada masalah kan?"ujar Buyi saat itu tegas.
" Ya baiklah bu jika seperti itu, ini artinya kau tentu akan menginap di sini kan Frins, jangan sampai takut atau memikirkan hal buruk karena aku tentu saja sahabat mu yang akan melindungi mu bukan menyakiti ku Frins. Dan sekarang bu, Frins tidak usah tidur di kamar mu kasihan jika dia harus tidur berdua dengan mu bu karena kamar tidur mu kan juga terbatas jadi sebagai tuan rumah yang baik tentu saja aku akan menyerahkan kamar ku untuk Frins saat ini agar dia bisa tidur dengan lebih nyenyak tanpa harus merasa tak enak karenw harus menganggu tidur mum Ya kan Frins?"ujar Komi menjadi seperti mengalihkan perhatian dari dirinya yang merasa salah tingkah karena terlihat seperti orang yang tidak mau jika Frins menginap dirumahnya malam itu.
" Iya bu tak apa-apa, dan Komi kau juga tak usah memberikan kamar mu kepada ku karena tidur di sini pun, di sofa ini aku tidak merasa keberatan, bahkan sepertinya ini adalah hal yang memang harus aku lakukan kan bu, Komi? kalian sudah baik sekali mau menampung ku di sini jadi aku tidak perlu kembali merepotkan kalian dengan perlakuan baik kalian lagi. Tidak apa-apa Komi, bu sekarang aku akan tidur di sofa ini saja, terima kasih,"ujar Frins saat itu mengatakan jika dirinya tak perlu mendapatkan perlakuan lebih lagi dan tidak akan sampai tak mau jika harus tidur di sofa, lalu berterima kasih.
" Tidak Frins kau seorang tamu jadi tentu saja kami sebagai tuan rumah yang baik harus memberikan mu hal yang baik, atau jika sampai kau tetap bersi keras memaksa tidur di sini aku memilih akan menemani menantu ku saja dan tidur di sini juga,"ujar Buyi.
" Kau dengar apa yang ibu katakan Frins jadi sekarang ayo kau ikut aku, aku akan bereskan kamar ku dulu dan membawa barang-barang ku agar kau bisa beristirahat dengan tenang di dalam. Ya kan bu,"ujar Komi.
" Ya itu yang ingin ibu dengarkan dari mu Komi. Yasudah Frins, ikut Komi ibu tidak menerima kata ' tapi ' lagi,"ujar Buyi dengan senyum di wajahnya.
" Ya baiklah bu terima kasih banyak kau sudah membantu ku sangat banyak dan kau juga Komi maaf jika aku,"
" Ayo Frins kita ke kamar ku, tak ada kata ' merepotkan ' lagi kau ingat kan?"ujar Komi memotong pembicaraan Frins.
Frins pun saat hanya menjawab perkataan Komi dengan tersenyum, sambil ikut kemana Komi membawanya.