Beberapa saat kemudian mereka sudah selesai menikmati makan siang bersama di rumah dan suasana di dapur tersebut pun masih terus saja hening, bahkan ketika mereka makan bersama pun tak ada satu patah kata pun dari mulut Buyi apa lagi Komi, dan Frins yang saat itu begitu sangat merasa malu mendengar harapan yang di kayakan Buyi. Tapi saat itu Komi tentu saja berpikir jika dirinya tak bisa membiarkan suasana terus saja seperti ini begitu sangat hening karena malu yang saling mereka rasakan yang di sebabkan oleh perkataan Buyi, sampai pada akhirnya Komi pun mencoba mencarikan suasana kembali dengan bicara basa-basi.
" Oh ya bu aku baru ingat jika aku membutuhkan Frins dimana aku akan menjadikannya seperti seorang artis seolah aku sedang melakukan wawancara dengannya untuk kebutuhkan karya ku, sekarang apa aku bisa ijin pergi sebentar aku sepetinya tak akan lama karena aku juga harus mencoba kembali bekerja dan sekarang aku pergi dengan Frins mencoba mencari sebuah inspirasi dan tentunya melakukan sesuatu yang aku butuhkan untuk pekerjaan ku. Kau bersedia kan Frins?"ujar Komi saat itu bicara dan langsung bertanya kesediaan Frins.
" O-oh itu aku kira aku bisa Komi, aku akan melakukan itu karena kebetulan aku sedang tidak sibuk,"jawab Frins sambil wajahnya yang masih saja menunduk malu.
" Ya baiklah jika kau memang membutuhkan itu, dan makan siang kita juga sudah selesai tentu saja aku mengijinkan kalian untuk pergi. Tapi Komi ingat ini di kepalanya, jaga calon menantu ibu dengan sangat baik jangan sampai ada sedikit pun sesuatu yang membuat dia sedih apa lagi terluka, kau paham?"ujar Buyi saat itu dengan nada bicara bercanda kembali memojokkan mereka dengan membahas mengenai Frins yang di inginkan Buyi untuk menjadi menantu nya.
" Iya bu tenang saja, jika bersama ku dia pasti aman,"ujar Komi sambil pergi meninggalkan rumah saat itu.
Saat diluar rumah Komi pun langsung saja membawa Frins ke kendaraannya dan memberikan helm untuk di pakainya saat itu, tapi sebelum naik ke motor apa lagi pergi Komi berdiam diri sambil melihat ke arah Frins.
" Maafkan semua perkataan ibu ku ya, aku tahu jika dia yang bercanda jadi lebih baik kau pun menganggapnya seperti itu jangan di ambil hati. Kau paham kan Frins?"ujar Komi saat itu sambil memegang kedua bahu Frins.
" Ya Komi tenang saja aku tidak akan sampai menganggap hal tersebut berlebihan, aku bisa mengerti dengan apa yang ibu mu katakan. Tapi mau kemana kita sekarang? apa kau serius membutuhkan ku untuk membantu salah satu pekerjaan mu?"jawab Frins dengan melihat ke kedua tangan komi yang ada di bahunya saat itu, lalu bertanya kemana Komi akan membawa Frins saat itu.
" Tentu saja itu benar, kau harus tahu dan percaya jika aku benar-benar bukan orang yang memiliki otak penipu atau pembohong Frins, jadi sekarang naiklah berikan tangan mu agar bisa memeluk ku lalu kita pergi,"ujar Komi saat itu sudah menaiki motor lalu mendekap kedua tangan Frins agar tangannya memeluk ke tubuh Komi saat itu dan tentu saja pergi.
" Aku memang bicara jika aku tak akan sampai bawa perasaan mengenai apa yang ibu mu katakan barusan Komi, tapi walaupun begitu sejujurnya jika kau mau melakukan apa yang di katakan ibu ku, aku tidak akan sampai menolaknya karena aku sudah memiliki perasaan lebih yang bisa membuat harapan ibu ku terwujud Komi, tapi apa daya ku aku hanya wanita yang tak mungkin jika aku harus mengungkapkan perasaan cintaku terlebih dahulu pada mu. Semoga semua perkataan dan harapan ibu ku benar, dan semoga aku bisa mengerti dengan itu semua sehingga kau pun berpikir apa yang ibu ku pikirkan Komi sehingga saat itu terjadi aku akan sangat bahagia dan dengan sangat senang juga tentu akan menerima perasaan mu,"ujar Frins saat itu dalam hatinya sambil memeluk tubuh komi dengan lebih erat.
Beberapa saat kita di perjalanan yang meliuk-liuk bahkan melewati jembatan yang begitu indah dengan air di bawah jembatan tersebut yang jernih bahkan di penuhi dengan pemancing di kedua sisi jembatan tersebut Komi pun menghentikan motornya ketika kami sudah sampai di sebuah bukit yang begitu bisa memanjakan mata kita saat memandang ke arah pemandangan yang ada di sana.
" Baiklah Frins kita sudah sampai, kau boleh turun duluan,"ujar Komi ketika menghentikan motornya saat itu.
" Baik Komi tunggu sebentar,"jawab Frins sambil turun dari motor saat itu.
Begitu pun dengan Komi yang saat itu juga turun dari motor yang dikendarainya saat itu.
" Aku belum pernah datang kemari Komi, apa yang akan kita lakukan?"tanya Frins.
" Ya tentu saja belum inikan pertama kali aku membawa mu kemari Frins. Yang akan kita lakukan adalah tentu saja seperti biasanya, apa yang kita inginkan ketika kita berada di luar rumah seperti malam kemarin, bedanya ini siang hari. Ayo ikuti aku,"ujar Komi saat itu.
" Oh ya itu benar Komi. Bersenang-senang? sepertinya aku mengerti dengan apa yang kau maksudkan. Jadi sekarang kita akan menaiki gunung, naik ke puncak?"ujar Frins.
" Bukan gunung, ini hanya sebuah bukit yang sudah masih terjaga keasliannya sehingga kita bisa sangat mendapatkan ketenangan dan kenyamanan di sini Frins. Seperti apa yang aku katakan kemarin Frins sekarang hidup ku begitu sangat membutuhkan sebuah ketenangan dan kenyamanan dan inilah salah satu tempat yang sepertinya bisa memberikan ku hal tersebut. Bagaimana menurut mu? apa kau berpikir hal yang sama dengan ku Frins?"ujar Komi menjelaskan dan bertanya tanggapan Frins mengenai tempat yang Komi tunjukan pada Frins saat itu.
" Aku, aku, aku merasa jika tentu saja sepertinya kau akan sangat bisa mendapatkan apa yang kau inginkan disini Komi, kau tepat memilih tempat karena tempat ini yang cukup jauh dari jalan raya dan pemukiman warga tentu saja membuat mu bisa mendapatkan ketenangan dan kenyamanan tentunya. Darimana kau bisa tahu mengenai tempat sebagus ini Komi? kau bukan orang yang pintar dalam memilih tempat tahu, tapi sekarang kau tiba-tiba sangat pintar sehingga bisa dengan tepat memilih tempat yang indah seperti ini.
" Sebenarnya aku sudah mencoba mencari tempat seperti ini dari beberapa hari yang lalu ketika aku pertama kali melihat keindahan yang selalu bisa aku dapatkan di dalam kamar jendela ku, aku merasa jika sepertinya aku membutuhkan hal yang memang membuat ku sangat merasa nyaman dan ya seperti yang kau dengan dari tadi, sekarang kenyamanan dan ketenangan adalah hal utama yang begitu sangat aku inginkan selain itu membantu memberikan inspirasi untuk ku bekerja tapi itu juga membantu ku dalam menenangkan pikiran ku, dan yang terpenting adalah aku bisa melepas semua pikiran buruk dan gundah gundah ku di tempat yang memiliki ketenangan seperti ini. Aku mencoba mencari tempat seperti ini di dalam aplikasi pencarian yang ada di ponsel ku dan pada akhirnya aku bisa mendapatkan lokasi tempat ini, tempat ini sepertinya bagus untuk kita jadikan tempat berolahraga jadi jika kita ingin berolahraga pagi kita bisa kemari ssja turun naik bukit tidak seperti biasanya yang kita lakukan jika berolahraga hanya joging melewati jalan sepi yang panjang. Benarkan?"ujar Komi saat itu menjelaskan mengenai tempat yang di dapatnya saat itu, dan menjelaskan mengenai tempat tersebut yang tentu saja bisa di gunakan sebagai tempat mereka jika sedang ingin berolahraga.
" Aku tahu kau bukan orang yang bodoh Komi, dan aku tentu percaya bagaimana kau bisa menemui tempat ini adalah dengan cara mencarinya di jejaring sosial seperti apa yang kau katakan. Tapi apa aku tak salah dengar Komi? melepas gundah dan pikiran buruk? apa kau sering mengalami hal seperti itu? apa yang bisa membuat mu memiliki pikiran buruk, dan apa yang membuat mu merasa gundah? aku pikir kau begitu senang dengan apa yang kau jalani ini Komi? tapi mendengar mu mengatakan hal seperti itu aku jadi bertanya,"
" Ya maksud ku gundah adalah ketika kau merasa sedikit bosan dengan kegiatan yang selama beberapa tahun kau lakukan begitu saja tanpa adanya perubahan tentu saja itu akan membuat mu gundah dan merasa sedikit lelah bahkan bosan kan Frins? jadi tentu saja aku mengatakan jika dengan menemukan tempat ini sekarang aku jadi bisa dengan sangat mudah melepaskan rasa gundah dan bosan yang bisa saja sewaktu-waktu aku rasakan? itu maksud ku apa ada yang aneh dengan perkataan ku Frins?"ujar Komi memotong pembicaraan Frins saat itu karena Komi sadar jika ada hal yang salah ketika barusan dirinya bicara sehingga memotong pembicaraan Frins yang sepertinya akan membahas pembicaraan yang Komi salah katakan mencoba untuk mengalihkan perhatiannya.
" Tidak bukan itu maksud ku Komi, tapi yang aku maksudkan adalah mengenai kau yang tadi bicara membuang pikiran,"
" Oh itu ya, ya aku ingat dengan hal itu dan tentu saja tempat ini bisa sangat membuat kita tenang dan senang kan Frins? dan sekarang pun aku sudah merasakan hal baik yang masuk ke dalam pikiran ku, bagaimana dengan mu Frins, apa kau merasakan apa yang aku rasakan? dan oh ya satu hal penting yang ingin aku katakan pada mu sekarang Frins, aku menemukan tempat ini memang untuk kepentingan ku tapi sepertinya ini tidak akan begitu menarik jika hanya aku yang menikmati ini, maksud ku adalah aku tak mungkin kemari hanya untuk selalu mengerjakan karya ku, tapi aku kemari juga karena aku ingin mendapatkan sebuah hiburan dan hiburan yang aku maksudkan tentu saja tidak akan bisa aki dapatkan jika hanya aku sendirian yang membuat nya. Jadi aku ( Komi terdiam ),"
" Jadi kau? apa? apa yang kau ingin bicarakan Komi? kenapa kau tiba-tiba diam? kau melupakan sesuatu?"ujar Frins memotong juga pembicaraan Komi saat itu yang dengan sekejap tiba-tiba terdiam.
" Maksud ku, maksud ku tentu saja aku membutuhkan seorang teman yang bisa aku ajak bicara dan bercanda seperti sekarang ini Frins, aku tak mungkin bisa menghibur diri ku sendiri jadi tentu saja aku menginginkan ku ada di sini jika suatu saat aku mengajak mu Frins, aku minta tolong pada mu agar sesaat kau bisa menemani ku ketika aku menginginkan sebuah hiburan dan teman. Itu yang aku maksudkan, kau bisa mengerti dengan apa yang aku katakan kan Frins?"ujar Komi saat itu meminta frins bersedia untuk menjadi temannya yang tentu saja di butuhkan untuk membantunya membuat harinya menyenangkan seperti sekarang ini.
" Aku pikir kau akan melakukan sesuatu kepada ku Komi aku rela jika kau peluk atau cium dan aku rela jika harus menjadi orang yang selalu kau butuhkan atau selalu kau inginkan untuk menemani mu, aku rela melakukan itu semua karena sepertinya rasa sayang ku pada mu tidak hanya ada di dalam ucapan ku saja, tapi sudah ada dalam hati ku yang paling dalam,"ujar Frins dalam hatinya sambil menatap mata Komi saat itu.
Meskipun yang di lakukan Frins saat itu menatap mata Komi, tapi Frins tak sadar jika dirinya melamun saat itu sampai pada akhirnya.
" Frins? Frins kau mendengar apa yang aku katakan? Frins?"ujar Komi memanggil Frins beberapa kali sampai pada akhirnya menyadarkan Frins dari lamunan yang di alaminya dengan menepuk bahu Frins.
" Oh maaf Komi aku sadar barusan aku malah melamun, tapi aku mendengar apa yang kau katakan dan mengerti dengan apa yang kau katakan, dan kau tahu kan jika selama ini aku yang selalu banyak meminta mu untuk menemani ku ketika aku ingin berjalan keluar, kau tak pernah mengecewakan ku dan sekarang kau bicara seperti ini? tentu saja aku tidak akan sampai menolak permintaan mu Komi anggap saja ini adalah timbal balik dari semua kebaikan yang kau sudah lakukan untuk ku, jangankan untuk suatu hari setiap hari saja sepertinya aku tidak akan sampai menolak permintaannya Komi,"jawab Frins.
" Syukurlah sepertinya Frins tidak kembali curiga dengan perkataan salah yang sempat aku katakan tadi, perkataan ku bisa mengalihkan perhatiannya, maaf Frins aku harus bohong lagi pada mu ( ujar Komi dalam hati, tapi saat itu Komi saja jika dirinya sedang ditunggu Frins untuk menjawab sehingga tentu saja Komi kembali bicara ). Terima kasih Frins aku sangat menghargai apa yang kau katakan pada ku, semoga kau tidak sampai memiliki perasaan benci pada ku jika sampai aku melakukan kesalahan di lain hari yang membuat mu melupakan dan tidak peduli denhan perkataan mu ini Frins. Jadi bagaimana tanggapan ku mengenai olahraha yang bisa kita lakukan disini Frins, apa kau setuju?"ujar Komi kembali bicara sambil berterima kasih karena kesediaan Frins yang mau menemaninya dan bertanya lagi.
" Sama-sama Komi, orang seperti mu tentu saja harus menerima kebaikan kembali. Oh ya kau sempat bertanya seperti itu, tentu saja apa yang kau rencanakan adalah hal yang aku setujui Komi, tapi aku kira berolahraga joging seperti yang kita lakukan juga sudah cukup kan, hanya saja kekurangannya ya memang seperti itu kadang aku merasa takut jika tengah melewati kawasan jalan kecil sepi yang di penuhi dengan pohon rindang besar itu Komi, tapi yang aku pikirkan adalah kita kan berdua dan kau tentu saja bukan orang yang akan meninggalkan ku tanpa tanggung jawab jika sampai ada sesuatu yang terjadi pada ku kan Komi? ingat perkataan ibu mu tadi jaga orang yang akan menjadi menantunya dengan baik dan itu adalah aku, jika kau tak ingin sampai membuat ibu marah hehe,"ujar Frins menjawab dan berkata mengenai pesan yang di katakan oleh Buyi tadi padanya.
" Baguslah jika seperti itu tentu saja sesekali kita akan melakukan olahraga disini, tapi hanya sesekali saja dan jika kau berkata olahraga yang biasa kita lakukan sudah cukup tentu saja aku tak akan sampai memaksakan kita untuk melakukan olahraga yang lebih dari itu. Oh jadi seperti itu ternyata kau sudah berani bercanda dengan membawa nama menantu heuh? baiklah hey calon menantu yang tentu saja adalah calon dari istri ku bagaimana jika kita bersenang-senang sekarang? di sini sedang sepi dan sepertinya ini bisa menjadi salah satu kesempatan kita untuk bersenang-senang,"
" Apa gila Komi? di tempat umum seperti ini? apa tidak ada yang tempat yang lebih nyaman lagi agar kita bersenang-senang?"
" Maksud mu bersenang-senang apa sampai harus memilih tempat yang lebih membuat mu nyaman Frins? apa tempat ini kurang nyaman untuk kita gunakan sebagai tempat bermain layangan?"ujar Komi.
" Layangan? bermain layangan kata mu? ( Oh sial kemana pikiran mu Frins kenapa kau bisa sampai sebodoh itu salah mengartikan perkataan Komi, dasar bodoh ). Memangnya layangan mana yang kau maksudkan Komi?"ujar Frins saat itu dalam hatinya menyalahkan dirinya sendiri yang bodoh karena salah mengartikan perkataan Komi, dan langsung pura-pura bertanya mengalihkan perhatian Komi saat itu.
" Kau ini Frins. Tunggu sebentar Frins,"ujar Komi sambil pergi ke motornya saat itu.
Karena tempat yang di diami Komi dan Frins tidak terllau jauh dari tempat mereka menyimpan motor tentu saja Komi bisa mengambil layangan yang sudah dia siapkan di motornya lalu dengan cepat sampai kembali ke tempat Frins berada.
" Taraaaaaa, ini diaaaa. Karena tempat ini sedang sepi sepertinya kita bisa bersenang-senang dengan menerbangkan layangan ini dan jika ingin kita bisa sambil sama-sama mengadu layangan kita seperti anak kecil Frins hahaha, bagaimana menurut mu itu menyenangkan kan Frins?"ujar Komi saat itu memberikan surprise layangan kepada Frins, dan menjelaskan apa yang Komi maksud bersenang-senang.
" Oh jadi itu, itu. Ya tentu Komi, tentu itu akan sangat bisa kita lakukan dan akan membuat kita merasa sangat senang, jadi kenapa kita tidak mulai saja sekarang Komi?"ujar Frins saat itu jadi langsung mengajak Komi mulai untuk bersenang-senang menerbangkan layangan yang sudah ada di tangannya.
" Wow sepertinya ada yang jadi lebih bersemangat dari pada aku yang tadinya mengajak untuk bersenang-senang ini haha. Ya baiklah tentu saja kita mulai sekarang Frins,"ujar Komi dengan langsung mengikat layangan tersebut dan mencoba menerbangkannya untuk bersenang-senang di tempat tersebut dengan Frins.
Dan saat itu pun Komi langsung saja mencoba untuk menerbangkan layang-layang yang sudah Komi siapkan dari rumah tanpa sepengetahuan Frins, sehingga dengan waktu yang saat itu masih belum terlalu sore di barengi dengan cuaca yang indah bahkan pas untuk bersenang-senang menerbangkan layang-layang ada sebuah qualitie time yang kembali mereka rasakan bersama kembali, saat itu Komi dan Frins begitu sangat menikmati qualitie time mereka terlebih lagi Frins yang saat itu sudah memiliki rasa ketertarikan kepada Komi yang tentu saja menjadi sangat bahagia karena bisa menghabiskan waktu dengan rasa bahagia bersenang-senang dengan orang yang di sayangnya. Komi memegang layang-layang yang saat itu mereka terbangkan bersama sambil memeluk Frins dari belakang, dan bercanda tertawa saat itu sambil melihat ke arah layang-layang mereka.
" Sepertinya perasaan ku yang sempat menganggap jika Komi melakukan hal aneh, atau memiliki perubahan sikap tidak benar karena sekarang aku begitu melihat Komi yang sangat merasakan senang seperti apa yang sedang aku rasakan, bahkan sekarang dia terlihat begitu nyaman memeluk ku meskipun aku merasa jika dirinya bukan fokus untuk memeluk ku tapi fokus memegang layangan yang tengah aku genggam bersamanya saat ini, tapi melihat wajahnya yang tertawa seperti ini aku begitu sangat yakin jika Komi tidak mengalami hal aneh apa lagi ada perubahan yang terjadi terhadap sikapnya. Semoga kau merasakan apa yang saat ini tengah aku rasakan Komi dan jika kau belum merasakan rasa sayang seperti yang aku rasakan sehingga ingin memiliki mu, aku berharap kau bisa merasakannya suatu hari nanti meskipun bukan di waktu yang singkat ini, aku akan menunggu mu merasakan hal yang aku rasakan sekarang sehingga kita memiliki rasa ketertarikan satu sama lain,"ujar Frins saat itu bicara dalam hatinya sendiri sambil melihat ke arah Komi dan merasakan pelukan Komi meskipun perlukan Komi saat itu terasa bukan untuk bermaksud bersikap mesra kepada Frins tapi Komi memeluk Frins karena mereka yang memegang layangan yang tengah melayang di angkasa bersama.
Sampai saat itu pun mereka terus saja bersama-sama bersenang-senang tertawan bahagia, hingga pada akhirnya tak terasa jika hari sudah sore dan waktu sudah menunjukan pukul 16.30, di waktu yang sudah sore itu Komi dan Frins merasa lelah dengan kesenangan yang saat itu mereka dapatkan hingga mereka terbaring menghela napas mereka sambil terus saja tertawa dan tersenyum merasakan begitu sangat bahagianya mereka saat itu.
" Ini hari yang sangat luar biasa yang begitu membuat ku bahagia Komi, aku harap kau bisa mengajak ku ke tempat seperti ini dan kembali membuat ku merasa bahagia seperti ini lagi. Kau merasakan apa yang aku rasakan?"ujar Frins saat itu mengatakan kebahagiaan yang begitu sangat dia rasakan lalu bertanya apakah Komi merasakan apa yang Frins rasakan.
" Syukurlah jika kau merasakan itu Frins, aku senang jika kau merasa bahagia karena ajakan ku. Ya berdoa saja semoga aku masih bisa berpikir jernih agar aku bisa mengetahui cara yang baik untuk membuat mu tertawa seperti sekarang ini lagi Frins,"ujar Komi saat itu.
" Aku yakin jika kau memiliki keinginan tentu saja kau akan bisa melakukannya Komi. Aku yakin akan hal itu,"ujar Frins saat itu.
" Terima kasih Frins kau sahabat terbaik ku,"jawab Komi berterima kasih.
" Sama-sama Komi, kau juga adalah sahabat terbaik ku yang bisa membuat hari ku merasa lebih indah, aku juga tentu saja sangat berterima kasih pada mu untuk semua kebaikan dan kebahagiaan yang sudah kau berikan pada ku. Semoga kau terus bisa seperti ini,"ujar Frins kembali berterima kasih karena Komi sudah sangat baik membuat Frins bisa bahagia seperti sekarang ini.
" Ya tentu Frins. Yasudah karena waktu sudah sore seperti ini, sepertinya kita harus pulang sekarang Frins. Kau mau aku antarkan langsung ke rumah mu atau kau akan kembali ke rumah ku dulu?"ujar Komi saat itu bertanya.
" Aku sudah cukup merepotkan kalian dengan sudah ikut makan siang dengan mu dan ibu mu tentu saja aku tidak mau merepotkan kalian lagi. Ya kan Komi?"ujar Frins saat itu menjawab.
" Kau masih saja bicara jika mau merepotkan. Baiklah jika kau masih bicara jika kau merepotkan kami aku juga akan bicara kepada ibu agar jangan pernah meminta bantuan lagi kepada mu karena itu akan sangat merepotkan mu. Seperti itu adil kan Frins, sekarang ayo kita,"
" Eh tunggu Komi, kenapa kau bicara seperti itu aku tentu tidak merasa direpotkan oleh ibu mu yang meminta pertolongan pada ku Komi, jadi tentu saja kau tidak perlu bicara seperti itu apa lagi melarang ibu mu untuk meminta bantuan kepada ku jika dia memiliki masalah, dia sudah bicara jika dia tak tahu harus meminta bantuan kepada siapa lagi jika bukan kepada ku, apa kau akan tega jika sampai ibu mu kehilangan orang yang bisa membantunya Komi? baik aku minta maaf, aku yang salah karena terus saja mengatakan aku takut merepotkan kalian, aku tak akan mengulangi hal tersebut lagi Komi. Janji,"ujar Frins saat itu sedikit panik karena mendengar Komi yang akan melarang ibunya meminta bantuan kepada Frins lagi saat itu dan langsung saja meminta maaf jika dia tak akan kembali bicara mengenai merepotkan lagi asal Komi tidak melarang ibunya meminta bantuan kepada Frins suatu saat.
" Ya baiklah kita sepakat. Sekarang ayo kita jalan, kita harus secepatnya pulang karena aku tak ingin kita pulang di waktu yang sudah menginjak malam hari,"ujar Komi langsung mengajak Frins berjalan ke kendaraannya untuknya gaung pulang.
" Ya baik Komi,"jawab Frins sambil menjulurkan tangannya seperti meminta di gandeng oleh komi.
Komi pun tanpa bertanya apa maksud Frins langsung saja menggenggam tangannya dan berjalan.