Aku Tak Apa-apa

3013 Words
Dengan memakai pakaian yang sudah siap untuk menjalani aktivitas hari ini Sang pun langsung saja pergi meninggalkan kamarnya untuk menghampiri Frins dan Buyi yang sudah menunggunya dengan perasaan dan wajah yang Buyi bahkan Frins pun terlihat begitu aneh memandang ke arah Komi. " Hai bu, Frins kalian sudah kama menunggu ku? dan jika aku boleh tahu ada apa ini, apa ada sesuatu yang aku lewatkan, tak seperti biasanya kau sudah ada di sini ketika hari baru saja di mulai, apa kau ingin mengajak ku kembali jalan-jalan dan bersenang-senang Frins?"ujar Komi dengan perasaan riang gembira tanpa mengetahui jika saat itu Buyi dan Frins begitu sangat khawatir dengan Komi yang tiba-tiba melakukan hal aneh. " Komi ibu ingin bertanya sesuatu pada mu, apa kau mengalami sesuatu nak?"tanya Buyi. " Mengalami sesuatu? sesuatu seperti apa bu, jika yang kau maksudkan adalah mimpi sepertinya aku tidak mengalaminya tadi meskipun aku berharap mengalami nya, bermimpi mengenai gadis-gadis cantik hehe tapi aku tidak mengalaminya bu. Ada apa?"ujar Komi menjawab dengan laga bercanda saat itu. " Ibu serius Komi, kau jangan bercanda dengan apa yang ibu sedang rasakan ini, ini pertama kali kau melakukan hal aneh Komi, dan yang ibu maksud aneh itu adalah kau sekarang begitu sangat berbeda dari biasanya, kau tak pernah telat untuk bangun tapi sekarang kau telat bangun bahkan bukan telat tapi kau seperti orang yang kurang tidur tadi malam sehingga di hari yang sudah akan siang kau baru bisa bangun. Kau tidak pernah seperti sekarang ini Komi, ini adalah pertama kali kau melakukan hal yang begitu sangat jauh dari sikap mu biasanya. Ada apa Komi? apa yang membuat mu bisa seperti ini?"ujar Buyi saat itu dengan mata yang berkaca-kaca seperti akan menangis melihat Komi yang saat itu pertama kali begitu bersikap melenceng jauh dari Komi yang biasanya. " Aku tak apa-apa bu, aku benar-benar dalam kondisi yang sangat baik hanya saja aku sepertinya merasa kelelahan saja kemarin, dan oh ya aku tidak langsung tidur kemarin malam ketika aku sampai rumah, aku kemarin malah terpikir mengenai aku yang sepertinya harus lebih bekerja merasa agar aku bisa mendapatkan uang lebih banyak dari biasanya sehingga karena kemarin aku merasa mendapatkan sebuah inspirasi aku menjadi sangat bersemangat untuk bekerja dan yang aku lakukan tentu saja menulis sesuatu di dalam laptop tempat ku bekerja, ya memang karya tulis ku mungkin tidak sebaiknya yang sudah orang lain dapatkan tapi jika aku merasa bisa dan berusaha kenapa harus menyerah sebelum mencoba, dan kemarin entah sampai jam berapa aku menulis karya ku sampai aku pun tertidur dan itulah sebabnya aku menjadi bisa baru bangun di hari yang sebenarnya sudah siang ini, dan untuk pertama kalinya aku melakukan hal yang jauh berbeda dari sikap ku selama ini. Tapi aku sadar jika itu semua membuat ku khawatir bu, bahkan mungkin adanya Frins disini karena dia juga kemari untuk melihat ku yang begitu sangat melakukan hal yang berbeda dari biasanya. Maka dari itu sekarang aku begitu sangat meminta maaf kepada kalian bu, Frins karena aku sudah membuat kalian khawatir aku tak janji tidak akan melakukan ini tapi yang aku janjikan adalah sepertinya jika aku akan kerja malam hari aku akan bilang kepada mu, jadi jika sampai aku terlambat bangun pun kau tak akan sampai merasa khawatir kembali. Tak apa-apa kan bu?"ujar Komi saat itu menjelaskan saja apa yang sebenarnya Komi lakukan sehingga dirinya bisa sampai terlambat bangun seperti itu. " Kenapa kau tidak bekerja disaat Sian hari saja Komi? tidak bisakah jika kau melakukan itu?"tanya Frins. " Sebenarnya bisa tapi aku butuh ketenangan dan butuh inspirasi jika ingin menulis sebuah karya dan inspirasi tersebut datang dari hati dan pikiran yang tenang dengan suasana yang tentu saja mendukung agar sebuah inspirasi bisa dengan mudah masuk ke dalam pikiran ku Frins, dan semua itu begitu bisa aku dapatkan ketika malam hari ketenangan suasana yang sangat bagus. Akan aku tunjukan sesuatu pada mu, ayo ikutlah sebentar Frins. Maaf bu tunggu sebentar aku akan kembali,"ujar Komi saat itu bicara kepada Komi sambil meminta ijin kepada Buyi untuk membawa Frins pergi sebentar. " Kemana kau akan membawa ku Komi?"tanya Frins sambil berjalan dengan Komi yang menarik tangannya agar ikut kemana Komi membawa Frins saat itu. " Ikut saja aku hanya akan menunjukan sesuatu pada mu, bukan akan melakukan sesuatu pada mu kau tak usah takut,"jawab Komi sambil tersebut saja menarik tangan Frins. Frins pun saat itu tak menolak ajakan Komi sehingga dirinya sampai di kamar Komi yang saat itu tentu saja tak jauh dari tempat mereka berbincang tadi, setelah sampai kamar Komi pun langsung menghadapkan Frins ke jendela tempat Komi memandang sehingga mendapatkan inspirasi untuk dirinya menulis karya. Ketika Komi menghadapkan Frins ke jendela kamarnya yang langsung memperlihatkan indahnya pemandangan kota Frins langsung saja terdiam melihat ke luar jendela tersebut. " Tap," " Jangan bertanya dulu, cukup dengarkan apa yang ingin aku katakan pada mu, kau mu yakin berpikir jika ini hanya sebuah pemandangan biasa kan Frins? tapi ini di siang hari kau belum melihat pemandangan yang bisa aku lihat dari sini ketika malam hari kan Frins?"ujar Komi saat itu memotong pembicaraan Frins yang sepertinya akan bertanya. " Ya tentu aku belum pernah melihatnya tapi seberapa besar kemungkinan kau mendapatkan sebuah inspirasi dengan melihat pemandangan dari jendela kamar mu ini Komi?"tanya Frins. " Malam yang tenang, suasana yang tenang dan hening, lalu pemandangan baik yang aku dapatkan disini, aku bisa bilang jika aku bisa mendapatkan inspirasi dari sini di malam hari 80%, 20% biasanya gangguan yang di sebabkan oleh kondisi ku yang sudah mengantuk dan oh ya Frins kau harus mendengar ini, aku merencanakan hal seperti ini bukan 1 atau 2 hari tapi sudah dari beberapa hari bahkan minggu yang lalu, aku berpikir ingin fokus mencari uang dengan cara menulis seperti ini. Beberapa hari kebelakang aku sudah perlahan merasakan jika kamar ku bisa membuat ku mendapatkan sebuah inspirasi yang bisa aku manfaatkan untuk aku buatkan karya tapi semua itu tak bisa aku lakukan karena aku belum seperti malam tadi, ketika aku berpikir ingin bekerja di malam tersebut dan sudah memandang tenang ke jendela yang sebenarnya menyajikan pemandangan yang luar biasa bagus, aku tak bisa melakukan itu dan malah berbaring di kasur dan tidur rencana ku pun buyar sampai pada akhirnya aku bisa benar-benar melakukan rencana ku malam tadi, dan inilah akibat dari aku yang pertama kali bergadang aku sampai bangun ketika hari sudah mulai siang. Maaf jika ibu ku merepotkan mu meminta mu kemari hanya untuk melihat ku yang sebenarnya baik-baik saja dan hanya merasa sedikit kelelahan, aku yakin kau sampai kemari karena permintaan ibu ku kan Frins,"ujar Komi kembali menjelaskan apa yang dirinya rasakan saat itu sehingga dirinya bisa sampai terlambat bangun yang membuat ibunya dan Frins merasa khawatir. " Sebenarnya aku tak mengerti dan memang tak tahu dengan apa yang kau katakan Komi karena aku memang tidak melihat itu dan tidak bisa membayangkannya, tapi dengan perkataan mu yang terlihat begitu sangat yakin seperti itu aku jadi merasa jika kau tak akan sampai bicara bohong sekarang. Aku bersyukur jika apa yang kau katakan benar Komi tapi meskipun begitu aku harap kau tidak sampai melakukan ini lagi, jika sampai kau memang harus terlambat tidur karena urusan pekerjaan pun sepertinya kau harus benar-benar ijin terlebih dahulu ke ibu mubagar kejadian seperti ini tak kembali terjadi Komi, kasihan kan ibu mu dia sampai terlihat sangat cemas dan bahkan akan menangis ketika bertanya pada ku tadi karena begitu sangat mengkhawatirkan mu. Kau tak usah sungkan jika membutuhkan bantuan pada ku, dan kau juga tak usah sampai merasa jika kau dan ibu mu merepotkan ku aku teman mu Komi, setiap kita jalan kau selalu mengantarkan ku pulang jika berpikir merepotkan aku bisa di bilang lebih merepotkan mu Komi, anggap saja ini semua adalah sebuah timbal balik untuk semua kebaikan yang sudah kau lakukan pada ku. Jadi sekarang aku katakan pada mu jika kau tak usah merasa merepotkan ku,"ujar Frins saat itu menjawab. " Ya maaf Frins aku mengerti dengan apa yang kau katakan dan sekarang aku akan melakukan apa yang kau katakan, aku juga sudah berjanji pada mu kan Frins dan aku tentu saja akan melakukan apa yang sudah aku janjikan pada mu, kau tak usah khawatir. Dan terima kasih jika kau tidak merasa di repot-kan, maaf sepertinya aku kurang peka terhadap ibu ku yang sepetinya memiliki rasa khawatir yang berlebihan pada ku, aku akan lebih mengerti dengan apa yang di rasakannya mulai sekarang, sekali lagi terima kasih Frins. Oh ya kau bilang jika kau belum melihat dan tak bisa membayangkan apa yang bisa aku lihat mengenai pemandangan yang begitu bisa membuat ku mendapatkan inspirasi, aku akan menunjukan mu pada mu sekarang Frins, tapi aku harap kau bersedia untuk menutup mata mu,"ujar Komi saat itu sampai meminta maaf dan berjanji akan melakukan apa yang sudah komi janjikan saat itu, dan langsung bicara seperti itu. " Terima kasih kembali Komi, berjanjilah pada diri mu sendiri untuk kebaikan Buyi. Yang aku belum lihat adalah pemandangan ketika malam hari di sini bagaimana kau akan menunjukan pemandangan ketika malam hari di saat waktu sekarang masih menunjukan pukul 11.00 Komi?"ujar Frins dan kembali bertanya. " Ya tentu Frins. Ya Frins tapi aku akan membuat hari ini menjadi malam Frins, jadi sekarang aku harap kau bersedia untuk menutup mata mu sebentar dan akan aku beritahu kau jika aku sudah siap dengan apa yang akan aku tunjukan pada mu,"ujar Komi saat itu kembali meminta Frins untuk menutup matanya. " Ya tentu jika itu mau mu Komi, aku tutup mata mu,"jawab Frins sambil menutup mata saat itu dengan kedua tangannya. " Baik tunggu tahan seperti itu sebentar, aku akan beri tahu pada mu jika aku sudah siap dengan apa yang akan aku tunjukan pada mu ( Komi mengambil sesuatu ). Baiklah sebentar lagi dan persiapkan diri mu 1 2 3 kau boleh membuka matamu,"ujar Komi. Dan saat itu Frins pun membuka matanya dengan langsung saja melihat ada sebuah lukisan yang cukup besar di hadapannya yang Komi pegang saat itu, sebenarnya saat itu Frins sudah tahu jika lukisan yang Komi tunjukkan adalah lukisan mengenai pemandangan indah yang selalu Komi bisa selalu lihat dari jendela kamarnya saat itu. Saat Frins melihat lukisan tersebut Frins pun merasa takjub dan tak percaya jika lukisan yang dilihatnya adalah lukisan pemandangan malam yang selalu tersedia dan bisa di lihat dari jendela kamar Komi saat itu, sehingga yang Frins lakukan saat itu hanya diam karena takjub melihat keindahan pemandangan malam yang tersedia di kamar Komi, dengan perlahan memegang dan mengelus lukisan tersebut. " Ini adalah lukisan mengenai pemandangan yang selalu bisa Komi lihat di sini. Sangat indah, indah sekali padahal ini hanya lukisan, jika di lukisan begitu bisa di gambarkan sangat bagus sepertinya pemandangan aslinya tidak akan kalah bagus dari lukisannya tentu saja,"ujar Frins saat itu dalam hatinya memuji keindahan lukisan yang sedang di lihatnya saat itu. Komi pun hanya terdiam dengan senyum yang ada di wajahnya ketika melihat Frins yang terpesona melihat keindahan lukisan yang dirinya tunjukan saat itu. " Sepertinya kau percaya jika lukisan tersebut adalah lukisan asli yang menggambarkan keindahan malam yang bisa aku lihat dari jendela ini Frins, maaf jika aku menipu mu dengan memberikan lukisan yang sebenarnya bukan asli melukis pemandangan malam yang terlihat dari jendela ini, tapi harus kau tahu jika pemandangan yang aku lihat di sini cukup menyerupai dengan lukisan pemandangan yang kau tengah lihat itu Frins,"ujar Komi dalam hatinya saat itu sambil melihat ke Frins yang terlihat terpukau dengan lukisan pemandangan tersebut. " Entahlah apa yang aku rasakan Komi tapi aku mengerti dengan apa yang kau maksud mendapatkan ketenangan dan inspirasi dari tempat yang bisa melihat pemandangan indah seperti itu, kau sudah cukup membuat ku melihat apa yang selalu kau lihat sehingga membuat ku rela mengurangi waktu istirahat mu karena nya, sekarang aku hanya berpesan agar kau menjaga kesehatan mu dan kau bisa menepati apa yang sudah kau janjikan kepada ibu mu,"ujar Frins saat itu sambil memberikan lukisan tersebut kepada Komi sembari memberikan sebuah pesan kepadanya saat itu. " Terima kasih jika kau sudah mengerti mengenai apa yang aku maksudkan Frins, aku akan sangat memegang janji yang sudah aku katakan kepada ibu kau tak usah khawatir. Sekarang maukah kau menghampiri ibu kembali sepertinya dia tengah menunggu kita di ruang tamu,"ujar Komi mengajak Frins untuk kembali menghampiri Buyi yang saat itu sepertinya masih ada di ruang tamu menunggu mereka kembali. Tapi baru saja mereka membalikkan badan, dan keluar dari kamar Buyi sudah terlihat ada dan sepertinya juga tengah mencoba berjalan untuk menghampiri mereka berdua saat itu, sehingga tentu saja mereka pun berpapasan. " Bu maaf apa kami membuat mu menunggu lama, aku barusan sudah menunjukan pemandangan seperti apa yang selalu aku bisa lihat di kamar ku kepada Frins, kau sudah pernah melihatnya tapi aku yakin jika kau tak pernah memberitahu Frins mengenai hal tersebut kan bu?"ujar Komi saat bertemu dengan Buyi saat itu. " Oh ya tak apa-apa Komi, sepetinya kalian sudah selesai jadi sekarang kita bisa pergi kembali ke ruang tamu, oh bukan ruang tamu aku pikir sekarang yang harus kita tuju dapur karena sepertinya sebentar lagi waktunya untuk makan siang, selagi ibu menyiapkan makanan pasti waktu untuk makan siang tiba jadi sekarang ayo kita ke dapur. Dan untuk mu Frins tak ada kata' tapi ', apa lagi kata ' tapi ' yang kau ucapkan bertujuan untuk menolak ajakan ku. Sekarang ayo ikuti aku,"ujar Buyi saat itu dengan langsung mengganggap tangan Komi dan Frins dalam satu genggaman membawa mereka ke dapur untuk makan siang bersama. Mendengar Buyi yang bicara seperti itu Frins pun tak dapat menjawab apa-apa terlebih lagi menolak ajakan Buyi, dan yang terjadi saat itu tentu saja mereka langsung mengikuti kemana Buyi menuntun mereka, dan saat mereka sudah sampai di dapur pun tentu saja yang mereka lakukan menyiapkan makanan untuk mereka makan siang dengan Frins yang saat itu tentu saja membantu Buyi menyiapkan makan siang untuk mereka santap. Saat mereka bekerja sama dalam hal yang sebenarnya bukan besar yang mereka lakukan saat itu ada sebuah waktu kebersamaan yang mereka habiskan dimana Komi dan Frins bekerja sama dengan senyuman yang melekat di wajah mereka sampai pada akhirnya karena apa yang mereka sedang lakukan sudah selesai yaitu menyiapkan makan siang mereka tentu sana yang mereka lakukan selanjutnya adalah makan bersama. Sebelum makan bersama Buyi saat itu melihat ada sesuatu yang membuat mereka saling cocok jika bisa menjadi pasangan hidup. " Entahlah dengan apa yang aku pikirkan mengenai kebersamaan ini Komi, Frins tapi aku begitu sangat berpikir sekaligus berharap jika kau akan bisa menerima jika komi bersedia menjadi pasangan mu Frins. Untuk kali ini ibu hanya bisa berharap saja semoga apa yang ibu inginkan bisa kalian wujudkan. Ini perasaan dan feeling ibu nak semoga kalian bisa merasakan dan mengerti dengan apa yang ada dalam pikiran ibu,"ujar Buyi sambil melihat ke arah Frins dan Komi yang saat itu masih tengah asyik berbincang ria. Saat itu tanpa sadar jika Buyi dipergoki sedang asyik melamun melihat ke arah mereka berdua yang tengah begitu asyik berbincang santai sambil bercanda oleh komi dan Frins tentunya. " Bu, bu, kau tak apa-apa? apa yang sedang kau pikirkan bu?"ujar Komi. " Bu kau bisa mendengar ku?"tanya Frins juga. " O-oh maaf anak-anak ibu tak sadar jika sepertinya kalian memergoki ibu yang sedang melamun tadi, maaf ibu malah melamun tapi ibu bisa melamun seperti ini karena melihat keakraban kalian yang entahlah pikiran ibu, tapi ibu memikirkan mengenai bagaimana jadinya jika nanti kian memiliki rasa ketertarikan satu sama lain, yang ibu maksudkan adalah apa itu adalah sebuah khayalan atau bisa menjadi sebuah kenyataan, jika kalian ingin tahu apa yang ada dalam pikiran ibu tentu saja ibu sangat ingin jika apa yang ibu katakan ini adalah sebuah kenyataan. Ibu akan menggendong cucu dari pernikahan kalian haha, ibu sangat berharap kalian bisa menjadi seperti apa yang ibu katakan, kalian mengerti kan?"ujar Buyi saat itu spontan saja mengatakan jika dirinya sangat setuju dan bahkan sangat menginginkan jika Frins menjadi menantu nya. Tapi mendengar hal tersebut Komi dan Frins tidak merespon apapun dan yang mereka lakukan hanya berdiam diri tanpa kata bahkan menunduk satu sama lain. " Oh sial kenapa ibu sampai terpikir untuk membahas mengenai hal ini? bukan nya aku senang dengan apa yang di katakan ibu tapi ibu Komi begitu spontan mengatakan ini sehingga aku tak berani melihat wajah komi karena merasa sangat malu. Apa yang harus aku lakukan?"ujar Frins saat itu dlam hatinya sambil menundukkan kepala karena malu dengan apa yang dikatakan Buyi saat itu. Saran frins merasa malu dan sangat bingung dengan apa yang harus dirinya katakan saat itu Buyi pun terlihat kembali akan bicara sesuatu saat itu. " Frins kena," " Wow bu aku tadi memanggil mu karena aku lihat masakan ini sudah siap kita santap tapi sepertinya kita sudah cukup mendiamkan mereka yang sudah cukup lama di sediakan bu, aku pikir kita akan kehilangan kenikmatan mereka yang masih hangat jika tidak di makan sekarang, jadi bisa kita mulai makan karena selain semua makanan ini sudah sedikit dingin aku juga merasa sudah sangat lapar karena sudah siang seperti ini aku baru akan sarapan hehehe. Tak apa-apa kan jika kita makan sekarang bu?"ujar Komi saat itu memotong pembicaraan Buyi dengan dirinya yang bicara ingin segera makan karena sudah merasa lapar. " O-oh ya Komi ibu jadi malah bicara panjang lebar, yasudah sekarang lebih baik kita makan saja, ayo Frins ambil makanan mu jangan sungkan makanlah yang banyak agar kau bisa seterusnya sehat, dan bisa menemani ibu ketika ibu merasa kesepian karena anak bujang ibu yang memiliki kesibukan nya mencari uang haha. Ayo Frins makan, anggap kau sedang di rumah sendiri karena memang rumah ini akan menjadi rumah mu sendiri nanti ketika kalian sudah tercatat memiliki ikatan pernikahan di negara,"ujar Buyi saat itu menyuruh Frins dan Komi makan tapi pembicaraan nya terus saja mengarah ke Komi dan Frins yang begitu sangat Buyi harapkan bisa menjadi pasangan hidup. " Ya bu aku maka sekarang terima kasih,"ujar Frins saat itu dengan wajah yang masih saja tertunduk malu karena terus di pojokan Buyi mengenai dirinya yang begitu di harapkan bisa menjadi pendamping hidup Komi sekaligus menantu untuk Buyi. Dengan suasana hening tanpa ada pembicaraan lagi saat itu mereka saling makan makanan yang ada dihadapan mereka dengan sikap Frins yang saat itu terus saja malu-malu karena benar-benar merasa sangat terpojok dengan perkataan Buyi yang penuh dengan harapan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD