Qualitie Time, Lagi?

1526 Words
Saat itu pun Frins langsung saja tidak menghalangi atau melarang Komi untuk membantunya lagi hingga saat mereka saling membantu untuk memasak pun ada sedikit peristiwa yang membuat mereka sedikit mendapatkan kembali waktu bersenang-senang bersama, dimana saat itu Frins dan Komi bersama-sama sedang fokus untuk memasak makanan untuk mereka santap, tapi dengan sedikit bercanda hingga mereka saling mengoleskan terigu ke wajah mereka hingga pada akhirnya suasana di dapur Frins pun sangat terasa menyenangkan. Beberapa saat ketika mereka sudah masak sambil bersama-sama bercanda mereka pun bisa selesai memasak, dan tentu saja sama-sama memasukkan makanan yang sudah matang mereka masak untuk langsung saja mereka makan. " Sepertinya aku harus membersihkan dulu noda terigu ini di wajah ku, karena kau yang menyebabkan semua ini terjadi, bercanda mengoleskannya ke wajah mu Komi,"ujar Frins sambil berjalan ke toilet saat itu. Komi hanya menjawab dengan senyuman puas sambil jahil kepada Frins lagi saat itu, dan yang terjadi saat itu Komi pun malah ikut untuk ke toilet saja karena Komi pun tentu saja mendapatkan noda yang sama karena balasan dari Frins saat itu. " Baiklah kau bisa duluan Frins, aku akan menunggu mu di sini,"ujar Komi. " Ya baiklah Frins, tunggu sebentar,"jawab Komi. Frins pun masuk ke dalam toilet saat itu, tapi ketika Frins masuk ke dalam toilet tersebut Frins tidak langsung masuk dan menutup pintu toilet tersebut, tapi yang di lakukan Frins saat itu adalah berbalik ke arah Komi lalu dengan cepat langsung saja menarik Komi masuk ke dalam toilet. " Wow Frins, hati-hati haha. Apa yang kau lakukan Frins?"ujar Komi. " Tidak ada Komi, hanya membuat mu masuk ke dalam sini, karena kita hanya akan membersihkan wajah kita yang sama-sama memiliki noda terigu kan Komi? kenapa kita harus menunggu jika bisa bersama-sama membersihkan noda ini,"ujar Frins. " Oh ya baiklah Frins, aku hanya ( Komi melihat Frins yang menatap wajah dan sesekali melihat ke arah bibirnya nya ). Hanya,"ujar Komi. Saat itu bibir Frins perlahan mendekati ke bibir Komi sambil menatap ke arah wajahnya, memegang bahu Komi lalu pada akhirnya mereka pun berciuman mesra kembali dengan perasaan mereka yang sama-sama senang karena selain mereka mendapatkan waktu bersama mereka pun begitu sangat terhibur satu sama lain, karena candaan yang mereka sudah lakukan saat itu. Sampai pada akhirnya ketika mereka sudah beberapa saat melakukan ciuman mesra mereka, perlahan mereka pun melepaskan ciuman mereka, dan dengan santai saat itu mereka langsung saja fokus untuk saling membersihkan wajah mereka dari noda terigu, saat itu tentu saja mereka tak membutuhkan waktu yang lama untuk membersihkan noda yang ada di wajah mereka hingga akhirnya mereka pun keluar toilet dan langsung saja kembali ke dapur, dimana makanan sudah matang dan mereka pun hanya tinggal membawa makanan tersebut ke meja untuk langsung mereka santap. " Wow Frins belum aku memakannya tapi selera makan ku sudah begitu tinggi karena melihat semua makanan yang sudah kau sediakan ini Frins. Kita bisa makan sekarang kan Frins?"ujar Komi, sambil melihat-lihat ke semua makanan yang sudah ada di hadapannya saat itu. " Oh ya, benarkah itu Komi? aku senang jika itu memang hal yang kau rasakan Komi, dengan begitu sepertinya makanan yang aku masak ini tepat Komi? tentu saja kau bisa langsung memakannya Komi, tunggu apa lagi ayo makan,"ujar Frins tidak percaya dengan Komi yang merasa senang karena makanan yang Frins masak bisa menggugah selera nya saat itu hingga Frins pun tentu saja menjawab jika saat itu makanan sudah siap untuk Komi santap. " Ya Frins aku benar-benar merasa jika makanan yang kau masak begitu bisa menggugah selera ku, dan jujur saja jika makanan yang kau masak ini sudah membuat ku merasa lapar Frins. Baiklah terima kasih, selamat makan,"ujar Komi dengan semangat langsung saja mengambil piring dan mengambil beberapa makanan yang ingin mereka santap saat itu. " Baguslah Komi, aku bersyukur jika apa yang aku sajikan ini bisa membuat mu nafsu makan, sehingga merasa langsung ingin melahapnya seperti sekarang ini. Baiklah selamat makan juga Komi,"ujar Frins. Saat itu tentu saja mereka langsung sama-sama mengambil makanan yang mereka ingin makan saat itu, selagi makan untuk membuat suasana terasa penuh kehangatan tentu saja perlahan mereka berbincang mengenai sesuatu, dan hal yang mereka perbincangkan saat itu adalah mengenai mereka yang memiliki pengalaman melakukan aktifitas, dan jalan-jalan bersama. Begitu sangat cepat waktu berjalan hingga mereka pun sudah lama menjalin pertemanan yang sekarang ini bahkan sudah memiliki status sahabat, yang mereka bicarakan hingga membuat mereka saling tersenyum dan tertawa adalah ketika mereka menceritakan mengenai awal mereka bertemu yang tentu saja sangat berbeda jauh dengan keadaan mereka saat ini, dimana ketika mereka baru saja bertemu dan berkenalan tentu saja tidak berpikir akan seperti ini jadinya, di awali dengan malu-malu bertanya hingga hari demi hari mereka bertemu dan saling berbicara, dan akhirnya mereka bisa membicarakan hal yang lebih luas bahkan mulai mencoba untuk melakukan aktifitas bersama, hingga akhirnya hubungan mereka saat ini bisa sedekat dan seakrab ini sekarang. " Terima kasih untuk makanannya Frins, ini sangat enak. Jika kau memiliki usaha kedai atau pun sebuah restoran dengan kualitas makanan mu yang seperti ini tentu saja kau akan mendapatkan untung besar hehe. Ini sangat enak,"ujar Komi. " Oh ya benarkah itu Komi? tak usah melebih-lebihkan Komi, aku hanya seorang perempuan biasa yang tak memiliki skill lebih apa lagi dalam memasak Komi. Tapi terima kasih jika kau memang suka dengan masakan ku, aku sangat senang karena dengan kau yang suka masakan ku ini tentu saja, ini membuat ku berhasil untuk menjamu mu tentu saja,"ujar Frins. " Ya tentu saja Komi. Seharusnya aku yang berterima kasih karena makanan mu ini aku jadi bersemangat dan berselera untuk makan, dan hal yang membuat aku lebih merasa senang adalah sesuatu yang bisa aku lihat di ruangan ini Frins, ruangan tempat mu bekerja sama dengan tempat ku bekerja bahkan mungkin lebih baik. Jujur saja aku juga jadi merasa semangat dan sekarang aku bahkan mendapatkan sebuah inspirasi yang mungkin saja bisa aku tulis untuk karya ku, terima kasih Frins,"ujar Komi menceritakan jika dirinya bisa mendapatkan sebuah inspirasi dari ruangan kerja Frins yang begitu sangat membuatnya nyaman hingga akhirnya bisa membuat nya mendapatkan inspirasi yang bisa saja di jadikan sebagai karya tulis nya. " Aku sangat bersyukur jika apa yang kau katakan barusan itu benar Komi, aku bersyukur dan berterimakasih pada mu. Karena kau sepertinya mendapatkan apa yang kau cari dan bahkan tak kau duga sepertinya itu membuat mu berkesempatan untuk kembali kemari agar bisa menikmati lagi apa yang ada di sini kan Komi?"ujar Frins bertanya. " Mengenai itu, itu, itu tentu, tentu saja aku akan sangat senang jika lain waktu aku di ijinkan atau berkesempatan untuk ada di ruangan bekerja mu ini lagi Frins, itu akan menjadi sesuatu yang sepertinya menyenangkan dan aku sangat manfaatkan Frins selain aku bisa mendapatkan kenyamanan aku juga bisa mendapatkan sebuah inspirasi yang bisa aku tulis untuk karya ku,"ujar Komi dengan nada yang sepertinya sedikit ragu untuk mengatakan itu karena dirinya yang entah jujur atau tidak dengan tanggapannya tersebut. Dan saat itu Frins pun hanya tersenyum mendengarkan jawaban komi, yang saat itu membuatnya begitu sangat senang. " Kau ingin tambah komi? ambil saja sesuka mu, mumpung kau masih di sini,"ujar Frins. " Oh terima kasih Frins, tapi jika aku makan berlebihan makanan enak pun tidak akan terasa enak lagi jadi sekarang mungkin aku cukup dulu saja,"jawab Komi. " Ya baiklah Frins, tapi meskipun begitu sepertinya kau tak akan menolak jika aku berikan makanan pernutup kan Komi? maaf, tunggu sebentar,"ujar Frins. " Makanan penutup?"ujar Komi. " Ya Komi. ini dia,"ujar Frins ketika dirinya sudah mengambil makanan penutup tersebut. " Wow Frins, akubtak tahu apa yang harus aku katakan tapi apa ini tidak berlebihan? kau sudah sengaja memasak sesuatu untuk aku makan, dan sekarang ketika kita sudah makan kau masih memiliki makanan penutup untuk aku makan? tidak usah terlalu repot seperti itu Frins,"ujar Komi merasa tak enak karena dirinya yang begitu sangat di perlakukan spesial oleh Frins. " Tidak apa-apa Komi, kau tak usah merasa tak enak apa lagi sampai merasa jika apa yang aku lakukan ini berlebihan, untuk sahabat yang sudah bertahun-tahun ada di samping ku, bahkan sampai melakukan kegiatan bersama-sama apapun itu, pagi siang atau malam tentu saja aku tidak merasa di repot-kan atau berlebihan ketika menjamu mu seperti ini Komi. Sekarang ayo makanlah, tapi tidak apa-apa kan makanan penutup ini bukan bahan segar yang aku buat langsung karena sudah aku masukan ke dalam kulkas,"ujar Frins menyuruh Komi untuk memakan makanan penutup yang sudah di siapkan nya saat itu. " Ya baiklah Frins, tentu saja tidak masalah. Asalkan ini masakan mu meskipun sudah masuk ke dalam kulkas dan tak segar lagi aku pikir rasanya tidak akan pudar, dan pasti enak Frins. Baiklah aku makan lagi ya Frins,"ujar Komi, sambil membuka makanan penutup yang Frins sudah berikan padanya saat itu. " Terima kasih Komi, semoga saja apa yang aku berikan pada mu sekarang bisa kembali membuat mu senang dan berselera,"ujar Frins. Saat itu tentu saja Komi kembali langsung menyantap makanan penutup yang sudah Frins berikan untuknya, dan Komi saat itu kembali memakan makanan penutup yang sudah Frins berikan padanya dengan lahap, hal tersebut tentu saja begitu sangat di senangi Frins karena dengan melihat Komi yang kembali makan dengan sangat lahap seperti itu menunjukan jika Komi begitu sangat kembali menikmati makanan yang sudah Frins siapkan untuk nya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD