Kebahagiaan Ku

1542 Words
Saat itu Komi langsung saja menyantap makanan penutup yang Frins berikan kepada Komi, tapi ketika Komi menyantap makanan penutup yang Frins berikan ada pemandangan berbeda yang Frins lihat saat itu, dimana ketika Komi sedang menyantap makanan penutup nya tiba-tiba set lah beberapa kali Komi menyantap makanan itu, Komi tiba-tiba langsung berhenti menyantapnya dan melihat ke arah wajah Frins. Melihat Komi yang seperti itu tentu saja Frins langsung kaget, dan bertanya. " Ada apa Komi? apa ada sesuatu yang salah? atau mungkin maaf apa makanan penutup yang aku berikan pada mu tidak enak Komi?"ujar Frins kaget sehingga bertanya hal seperti itu. " Tidak enak? apa kau bercanda Frins? ini makanan penutup yang paling enak, dan jujur saja jika ini adalah makanan yang paling lezat yang baru aku rasakan Frins, bagaimana kau bisa membuat makanan selezat ini Frins? aku baru tahu jika kau begitu pintar dalam memasak,"ujar Komi memuji Frins karena makanan penutup yang Frins berikan kepada Komi adalah makanan yang paling lezat yang baru sekarang Komi merasakannya. " Hahaha kau ini masih saja berlebihan Komi, aku hanya wanita biasa yang masih harus belajar memasak, aku yakin jika makanan yang aku buat tidak selezat seperti ekspresi yang kau perlihatkan pada ku Komi, tapi terima kasih karena kau sudah memuji masakan ku Komi. Aku senang jika kau menikmatinya,"ujar Frins berterima kasih karena Komi menikmati apa yang Frins berikan padanya saat itu. " Apa kau meragukan ku Frins? lihat wajah ku dan tatap mata ku? apa kau melihat keraguan atau bahkan kebohongan di wajah ku? tidak ada untung nya berbohong untuk ku Frins, aku mengatakan apa yang aku rasakan dan harus kau tahu ini memang sangat lezat dan sangat aku nikmati. Terima kasih Frins, jika ada kesempatan lagi aku ingin kembali mencicipi makanan yang kau buat ini,"ujar Komi meyakinkan Frins jika apa yang Komi katakan adalah hal yang benar, tidak ada sedikit pun kebohongan. " Terima kasih Komi, terima kasih untuk pujian mu jika seperti ini tentu saja aku menjadi lebih semangat mengeksplor kemampuan ku untuk belajar memasak. Jika kau memang ingin kembali mencicipi makanan yang aku buat tentu saja kau akan mendapatkan kesempatan itu lagi Komi, kau adalah sahabat terbaik ku, rumah ku sangat terbuka untuk mu, kapanpun kau mau kau bisa datang kemari,"ujar Frins menjawab harapan Komi, dan mengatakan jika Komi tentu saja bisa dengan bebas datang ke rumah Frins kapanpun dia mau. " Wow ini kabar yang baik, sangat baik untuk ku Frins hahaha. Terima kasih, kau juga adalah sahabat terbaik ku, baiklah Frins hari sudah cukup sore mu yakin sepertinya aku pulang sekarang, agar ibu tidak merasa khawatir dengan aku yang berada diluar rumah karena cuaca belakangan ini yang cukup buruk, kemarin saja hujan turun dengan cukup deras bahkan sepertinya turun dengan waktu yang lama sampai aku tak bisa mengantarkan mu pulang hehe. Ya sudah Frins terima kasih untuk jamuan makannya, aku sangat senang sudah bisa mencicipi semua yang kau sajikan ini, aku pamit pulang,"ujar Komi, lalu pamit untuk pulang. " Oh ya Komi, sepertinya memang sudah cukup sore. Tapi Komi( Frins berhenti bicara ). Entahlah aku melihat nya dengan jelas atau tidak tapi cuaca yang aku lihat diluar sudah tidak bersahabat. Mungkin kau bisa melihatnya sendiri maaf takutnya aku salah lihat,"ujar Frins sedikit ragu mengatakan nya. " Oh ya? benarkah itu? oh sial sepertinya aku harus secepatnya pulang agar aku tak kehujanan. Baiklah Frins aku pulang sekarang terima kasih untuk semua nya,"ujar Komi sambil berjalan untuk keluar rumah saat itu berniat langsung pulang sebelum cuaca semakin buruk karena hujan, tapi sebelum Komi pergi terlebih dahulu Komi memeluk Frins saat itu. Frins yang saat itu melihat Komi yang berjalan keluar rumah tentu saja mengikuti Komi, mengantarnya sampai ke depan rumah. Tapi ketika Frins sudah berada diluar Frins melihat Komi yang saat itu malah terduduk di teras rumah sambil melamun. " Aku kira kau kenapa Komi tapi setelah melihat ini aku tahu kenapa kau terduduk lesu seperti ini, maaf Komi aku sepertinya terlalu lama menyita waktu mu sehingga ketika kau akan pulang kau malah di hadapkan dengan cuaca buruk yang tentu saja membuat mu tak bisa langsung pulang jika tak ingin di guyur hujan,"ujar Frins meminta maaf karena merasa bersalah dengan apa yang saat ini jadi hambatan Komi untuk pulang. " Huft. Ini semua memang menghambat dan tentu saja mengesalkan untuk ku Frins, tapi kau tidak perlu meminta maaf untuk ini karena apa yang aku hadapi ini, sesuatu yang tentu saja bukan hal yang kau inginkan apa lagi hal yang kau buat dengan sengaja, tidak Frins. Tak apa-apa sekarang boleh saja cuaca hujan tapi ini masih sore belum malam bisa saja hujan akan berhenti nanti, tapi sekarang apa aku boleh kembali ke dalam untuk berlindung dari hujan ini yang tentu saja membuat ku kedinginan hehe,"ujar Komi saat itu tentu saja tak menyalahkan Frins karena hujan yang turun sehingga menghambat Komi yang akan pulang, dan meminta untuk masuk ke rumah kembali untuk berlindung dari dinginnya hujan yang saat itu turun. " Oh ya Komi tentu, tentu saja kau bisa masuk kembali saja dulu karena diluar sini memang dingin. Ayo Komi,"jawab Frins sambil tersenyum karena saat itu dan mengajak Komi untuk masuk kembali. Saat itu tentu saja mereka langsung kembali pergi masuk ke dalam rumah untuk sejenak berlindung dari dingin nya hujan yang turun, dan tentu saja disertai angin yang cukup kencang sehingga membuat Komi dan Frins kedinginan. " Kau duduklah dulu Komi, aku akan mengambilkan mu minuman hangat cagar kau tidak kedinginan di cuaca yang buruk ini. Tunggu sebentar,"ujar Frins sambil pergi ke dapur untuk menyiapkan minum untuk Komi. Tak lama Frins pun kembali dengan dirinya yang membawa 2 minuman hangat untuk mereka minum agar tidak merasakan dingin, dan tentu saja menghangatkan suasana mereka. " Ini dia Komi, ayo minumlah,"ujar Frins sambil memberikan Komi segelas coklat panas. " Terima kasih Frins, wow aku sungguh beruntung Frins memiliki sahabat seperti mu, ini saja pasti coklat panas yang lezat karena kau sendiri yang membuat nya hehe. Aku minum ya Frins,"ujar Komi kembali memuji Frins dengan sesuatu yang di berikan nya saat itu. " Aku senang jika kau menyukai apa yang aku buat Komi. Ya tentu silahkan minum Komi, tapi hati-hati masih panas,"jawab Frins dengan tersenyum. " Apa aku bilang, aku tak akan pernah merasa menyesal jika menikmati sesuatu yang kau sajikan Frins hehe, terima kasih untuk coklat panas lezat yang kau sajikan ini,"ujar Komi" " Ya Frins terima kasih juga kau sudah begitu banyak memuji ku,"jawab Frins. Saat itu mereka pun seperti kehilangan sebuah suasana hangat yang ada karena bingung harus membicarakan apa agar mereka tidak terus saja saling berdiam diri dan membuat suasana hening menyelimuti mereka saat itu, sampai Frins pun saat itu memulai percakapan mereka dengan bertanya. " Komi, apa kau senang dengan pekerjaan mu sekarang?"tanya Frins. " Pekerjaan ku? ya tentu saja aku merasa senang dan jika kau tanya mengenai kepuasan tentu saja aku merasa puas, karena aku bisa menghasilkan uang dengan bekerja rumah tanpa harus keluar rumah melawan panas atau pun hujan hehe,"jawab Komi. " Ya baguslah jika seperti itu Frins, tapi aku ingin tanya sesuatu pada mu Frins. Bolehkah?"tanya Frins kembali. " Ya tentu saja Frins, silahkan tanyakan saja jika aku bisa menjawabnya tentu saja aku akan menjawab,"jawab Komi. " Aku penasaran dengan pekerjaan mu, maaf maksud ku bukan pekerjaan mu tapi lebih tepatnya aku penasaran dengan karya yang sudah kau tulis Komi, aku bisa membayangkan pekerjaan mu sebagai penulis seperti apa tapi yang sekarang ingin aku tanyakan adalah karya seperti apa yang sudah kau tulis, apa kau bisa tahu dan mungkin membacanya?hehe,"ujar Frins saat itu bicara mengenai karya tulis Komi. " Oh mengenai itu? ( Komi berhenti bicara ). Ya tentu saja kau akan mendapatkan kesempatan untuk membaca karya tulis yang sudah aku buat Frins, kau bisa membacanya nanti aku akan meminjamkan mu buku cerita yang sudah aku buat Frins. Tapi dengan satu syarat,"jawab Komi jika dia akan meminjamkan buku cerita karya tulisnya sendiri hanya saja dengan satu syarat. " Benarkah itu Komi? aku sangat senang tapi syarat? aku harap kau tak memberikan syarat yang sulit Komi hehe apa itu?"tanya kembali Frins dengan semangat. " Baiklah dan syaratnya adalah ( Komi bicara berlahan membuat Frins merasa tak sabar ), syaratnya adalah. Syaratnya kau cukup membacanya tanpa menertawakan isi dari karya tulisan ku saja Frins hehe,"jawab Komi. " Oh Komi kau membuat ku penasaran saja, dasar ( Frins bercanda sambil mencubit perut Komi ) tentu aku akan melakukannya itu mudah Komi,"ujar Frins. " Aw hahaha, baiklah Frins baik. Oke jika seperti itu nanti aku akan memberikan hasil karya tulis ku kepada mu untuk kau baca Frins,"ujar Komi dengan tertawa karena geli dengan cubitan Frins yang mendarat di perutnya saat itu. " Baiklah Komi terima kasih, ups maaf apa cubitan ku terlalu sakit,"ujar Frins meminta maaf dan berterima kasih. " Haha tidak Frins aku hanya geli merasakan cubitan yang kau lakukan di Perut ku hehe,"ujar Komi. " Oh seperti itu lah, baiklah jika hanya geli ( Frins menatap mata Komi dengan tatapan jahil ). Rasakan, rasakan, rasakan ini Komi,"ujar Frins sambil mendaratkan beberapa cubitan di perut Komi yang saat itu tentu saja membuat Komi kembali merasa geli. " Ah Frins hentikan, hentikan hahaha. Cukup Frins cukup, ampun haha,"dengan tertawa geli Komi pun bicara seperti itu. Dan mereka pun tertawa bersama saat itu saling bercanda menciptakan suasana yang begitu hangat dengan candaan mereka.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD