Perasaan Apa Ini?

1585 Words
Saat itu begitu banyak sekali waktu yang mereka habiskan bersama dari mulai mereka yang saling memperhatikan dan makan bersama hingga bercanda dan sekarang mereka kembali bercanda hingga pada akhirnya Frins pun merasakan kebahagiaan yang begitu sangat banyak, dari waktu kebersamaan nya bersama Komi saat ini. " Entah perasaan bahagia yang seperti apa yang aku rasakan sekarang ini Komi, tapi jika aku harus mengukur kebahagiaan ku ini aku bisa bandingkan jika kebahagiaan yang aku dapatkan ini begitu sangat besar dan bahkan kebahagiaan yang aku rasakan ini begitu sangat banyak hingga bisa menghapus dan melupakan luka karena aku yang tak mendapatkan perhatian dari orang tua ku. Terima kasih Komi, aku sangat bahagia ketika aku bersama mu apa lagi waktu kebersamaan yang sudah kita lewat ini. Terima kasih, terima kasih untuk perhatian mu dan ibu ku yang begitu sangat bisa membuat ku bahagia hingga aku lupa akan luka yang aku dapatkan karena orang tua ku yang tak memperhatikan ku, kalian seperti keluarga ku yang kedua, sebenarnya aku berharap jika kau dan ibu akan menjadi keluarga ku Komi, lebih tepat nya suami dan ibu mertua ku,"ujar Frins saat itu dalam hatinya berterima kasih karena Frins yang begitu sangat merasakan perhatian lebih dari Komi dan ibu nya, sampai berharap jika Frins bisa menjadi bagian dari keluarga mereka. Tapi saat itu kesenangan mereka harus berakhir karena Komi melihat waktu yang menunjukan sudah pukul 20.00 yang tentu saja itu adalah waktu yang cukup malam bagi Komi untuk pulang. " Frins aku kira cukup kesenangan kita untuk hari ini, terima kasih untuk semuanya aku akan sangat senang jika aku bisa kembali menghabiskan waktu bersama mu lain hari tapi sekarang waktu sudah cukup larut sepertinya aku harus pulang. Aku khawatir juga dengan keadaan ibu ku karena di rumah sendirian, baiklah jadi sekarang aku pamit untuk pulang Frins,"ujar Komi pamit untuk pulang saat itu. " Oh ya Komi aku baru sadar jika sekarang sudah cukup larut. Ya sepertinya itu adalah hal yang harusnya kau lakukan Komi, baik ayo aku akan mengantarkan mu ke depan,"ujar Frins. " Ya Frins terima kasih,"jawab Komi sambil berdiri dan langsung berjalan keluar rumah di ikuti dengan Frins tentu saja. Tapi ketika mereka berada diluar rumah Frins dan Komi melihat jika cuaca masih saja turun hujan meskipun tidak terlalu deras seperti tadi. " Oh sial Frins, seperti yang aku katakan tadi 2 hari ini hujan selalu turun di saat ketika mendekati malam hari dan sulit untuk reda, seperti yang sedang terjadi sekarang ini. Bagaimana aku bisa pulang jika seperti ini, aku lupa tak membawa jas hujan ku,"ujar Komi saat itu melamun melihat dua yang terus saja turun hujan. " Ya Komi jika terus hujan seperti ini bagaimana kau bisa pulang, tapi Komi jika kau mau kau bisa menginap saja di sini, maaf maksud ku aku tentu saja khawatir jika sampai kau harus pergi pulang di saat malam dengan hujan yang turun seperti ini. Tapi tentu saja keputusan ada di tangan mu Komi,"ujar Frins menawarkan agar Komi menginap di rumahnya untuk saat ini karena hujan yang terus saja turun di waktu yang sepertinya sudah terlambat untuk Komi pulang. " Ah terima kasih Frins tapi jika sepertinya aku tak bisa menerima tawaran mu, maaf Frins bukan maksud ku menolak karena tidak mau tapi aku merasa tak enak jika harus menginap di rumah mu yang sedang tidak ada orang lain di rumah mu. Tapi terima kasih untuk tawarannya tapi sepertinya aku tak bisa menerima tawaran mu sekarang ini, mungkin lain kali ketika orang tua mu ada. Sekali lagi terima kasih Frins untuk tawarannya,"ujar Komi memberikan alasan kenapa dirinya menolak penawaran Frins saat itu. " Ya Komi aku mengerti dengan apa yang kau maksud, maaf jika aku salah dalam bicara. Jadi sekarang bagaimana?"ujar Frins kembali bertanya. " Tidak Frins, kau tidak salah aku mengerti dengan apa yang kau maksud kan, aku mengerti jika tawaran mu bertujuan baik tapi terima kasih mungkin lain kali saja aku akan menginap di sini menikmati indahnya tempat ku bekerja dan sepertinya aku akan sangat kembali ingin menikmati masakan mu yang lezat ini hehe. Sekarang sepertinya tak ada pilihan lain, aku akan pulang saja meskipun hujan masih turun lagi pula hujan turun tidak terlalu deras sekarang Frins. Aku pulang ya,"ujar Komi mengatakan jika Frins tidak salah dengan tawarannya, lalu kembali pamit saja untuk pulang karena waktu yang semakin larut. " Ya Komi terima kasih. Yasudah Komi, tapi tunggu sebentar Komi, jika kau ingin tetao langsung pulang sekarang. Tunggu aku akan kembali secepatnya,"ujar Frins sambil langsung saja berjalan cepat ke dalam rumahnya. Saat itu tentu saja Komi menunggu Frins kembali. " Aku memang tak punya jas hujan yang bisa melindungi ku dari hujan Komi, tapi sepertinya mantel tebal ini bisa sedikit melindungi mu dari dinginnya malam ini Komi, kau pakai ya,"ujar Frins sambil memberikan mantel tebal kepada Komi saat itu. " Terima kasih Frins, sebenarnya aku tak apa-apa kau tak harus," " Kau tak harus menolak mantel tebal yang aku pinjamkan pada mu Komi, kau lihat kan kemarin juga aku memakai jaket yang kau pinjamkan karena jaket ku yang basah kuyup karena hujan, jadi sekarang lebih baik kau langsung memakai ini karena aku tidak menerima penolakan kembali,"ujar Frins memotong pembicaraan Komi yang sepertinya mencoba menolak mantel Frins, memaksa agar Komi mengambil dan memakai mantel tebal yang Frins berikan saat itu, agar Komi tidak terlalu kedinginan meskipun harus pulang ketika cuaca masih saja turun hujan seperti ini. " Ya baiklah Frins aku pakai mantep hangat mu, terima kasih kau sangat perhatian kepada ku ( Komi memakai mantel tersebut ). Wow Frins ini benar-benar sangat hangat sepertinya aku tidak butuh jas hujan karena ini sudah cukup menghangatkan tubuh ku tapi maaf sepertinya mantel ini akan basah Frins, tapi tak usah khawatir aku akan membersihkan dan mengeringkannya esok hari lalu akan aku kembalikan pada ku Frins hehe. Yasudah, aku pamit pulang Frins dan untuk mu selagi aku pulang beristirahat. Sampai jumpa,"ujar Komi saat itu, dan langsung saja mengendarai kendaraannya untuk pulang saat itu. " Hati-hati di jalan Komi. Kabari aku jika kau sudah sampai di rumah ,aku menunggu mu,"ujar Frins sedikit berteriak karena Komi yang sudah meninggalkannya saat itu. Dengan cepat saat itu tentu saja Komi memacu kendaraannya tapi meskipun Komi memacu kendaraannya dengan cepat Komi pun berhati-hati sehingga setelah setengah perjalanan tidak ada hal buruk yang terjadi kepada Komi, hingga Komi pun terus saja melanjutkan perjalanannya. Sampai ketika Komi sedikit lagi sampai di rumahnya, tapi ketika sebelum Komi sampai di rumahnya Komi pun harus melewati satu jalan raya lagi yang saat itu terlihat sepi tidak sepeti biasanya. " Kenapa jalanan begitu sepi padahal ini belum sangat larut kan? oh ya mungkin karena cuacanya buruk dan dari tadi hujan turun sampai sekarang pun belum juga reda, jadinya jalanan ini sudah sepi hanya ada beberapa mobil yang lewat, itu pun jarang,"ujar Komi melihat jalan yang sangat sepi saat itu merasa heran. Tapi tentu saja Komi tidak terlalu memikirkan hal itu dan terus saja melewati jalan yang saat itu tinggal beberapa menit lagi untuk sampai di rumahnya, tapi ketika Komi melanjutkan perjalanannya dari jauh Komi sudah melihat beberapa bahkan mungkin saja rombongan motor besar yang bergerak dengan cepat akan melewatinya saat itu. " Sepertinya mereka sedang pawai, atau pulang pawai? sepertinya tentu saja mereka baru pulang karena tak mungkin pawai di lakukan di hari yang sudah malam seperti ini,"ujar Komi melihat rombongan motor tersebut yang saat itu berlawanan jalur dengan sehingga tentu saja Komi tidak perlu menyingkir karena tidak akan menghalangi jalan mereka yang berbeda jalur dengan Komi. Komi yang saat itu memacu kendaraannya tentu saja tidak berpikir buruk dan hanya melanjutkan perjalanannya saja dengan santai hingga pada akhirnya Komi pun merasa sangat terganggu ketika rombongan yang Komi duga rombongan pawai tersebut melewatinya karena hampir seluruh pemotor tersebut jangankan untuk sopan atau menghargai pengendara lain mereka memacu kendaraan mereka dengan sangat cepat ditambah hal yang sangat mengesalkan dan membuat Komi terganggu adalah mereka yang menancap gas kendaraan mereka sehingga mengeluarkan suara yang amat bising. Meskipun mereka memacu kendaraannya dengan cepat tetap saja suara kendaraan bising mereka terdengar jelas dan mengganggu karena mereka yang sengaja mambu bukan suara motor mereka di hadapan Komi saat itu, tapi apa yang bisa Komi lakukan saat itu mendengar mereka yang sebenarnya sangat tidak sopan dan mengganggu Komi, sehingga yang Komi lakukan hanya langsung saja dengan cepat juga memacu kendaraannya agar bisa pergi jauh dari rombongan orang-orang gila yang membunyikan kendaraannya seperti itu, sampai pada akhirnya tak lama kemudian Komi pun bisa menjauh dari mereka semua dan suasana pun langsung saja kembali normal tanpa adanya rombongan motor yang memang terlihat berniat tidak sopan atau bisa di katakan sangat mengganggu Komi. Sehingga saat Komi sudah melewati rombongan pengendara tersebut tak lama kemudian Komi tentu saja bisa sampai di rumahnya dengan selamat tanpa ada hal buruk yang terjadi, hanya saja saat itu Komi masih merasa kesakitan, dan telinga Komi masih terasa sangat berdengung saat itu dan tentu saja merasa sedikit kesakitan, sehingga yang di lakukan oleh Komi saat itu hanya bisa berdiam diri saja dulu merasakan sakit karena telinganya yang begitu sangat berdengung. " Sialan, harusnya pengendara seperti itu tak usah ada, jikalau ada pun mereka sepantasnya langsung saja tangkap dan jebloskan ke penjara. dasar orang-orang goblok,"ujar Komi saat itu dengan masih saja memegang telinganya karena masih terus berdengung kesakitan. Hingga akhirnya karena Komi merasa telinganya sudah tidak terlalu berdengung, Komi pun langsung saja masuk ke dalam rumah baru sadar jika saat itu hujan sedang turun jika sampai Komi terus berada di luar rumah tak akan lama lagi tubuhnya akan basah kuyup karena mantel tersebut yang sepertinya tidak akan bisa lebih lama menahan air hujan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD